Tit For Tat

March 8th, 2008 § 2 comments

Pada tahun 1980an, diadakan sebuah kompetisi pemrograman komputer yang bertujuan untuk mencari solusi terbaik dalam dilema narapidana (prisoner’s dilemma). Hasilnya, sebuah program simulasi sederhana yang dinamai Tit-for-tat keluar sebagai pemenang. Arti harfiah program ini adalah ‘satu pukulan dibalas satu pukulan’. Program ini memilih bekerja sama pada putaran pertama, dan kemudian menirukan apapun yang dilakukan lawan pada putaran-putaran selanjutnya.

TFT ini memiliki tiga karakteristik:
1. baik (bekerja sama pada putaran pertama)
2. membalas (membalas kerusakan sebelumnya dengan kerusakan)
3. memaafkan (kembali bekerja sama)

Hal penting yang perlu dicatat dalam TFT:
1. jangan pernah menjadi yang pertama merusak (defect)
2. balas hanya jika pihak lain telah merusak
3. bersiap-siap untuk menyudahi/memaafkan setalah melakukan satu tindakan balasan
4. adaptasi strategi ini hanya jika kemungkinan bertemu lawan yang sama sebanyak lebih dari 2/3

Agar TFT lebih bermanfaat, diperlukan kondisi kelima, yaitu jika tahu putaran berikutnya merupakan putaran terakhir, secara natural sebaiknya merusak untuk mendapat skor tertinggi. Sama halnya jika tahu bahwa dua putaran berikutnya adalah putaran terakhir, sebaiknya merusak dua kali, dan seterusnya. Oleh karena itu, jumlah putaran seharusnya tidak boleh diketahui oleh pemain.

Beberapa peneliti percaya bahwa hasil dari TFT ini dapat memberikan pandangan pada seberapa banyak kelompok hewan (dan manusia) seharusnya tinggal dalam lingkungan kerja sama yang besar, daripada hidup individualistik. Hal ini tertuang dalam buku milik Robert Axelrod yang berjudul ‘The Evolution of Cooperation’.

Meski demikian, TFT juga memiliki kekurangan. Hal ini ditunjukkan ketika ada dua pemain TFT yang kemudian mudah diserang. Pada waktu tertentu, kesalahan tunggal yang dilakukan pihak manapun dalam menginterpretasi kejadian akan membawa pada ‘spiral kematian’ yang tidak berakhir. Dalam situasi simetris yang demikian, setiap pihak merasa dirinya akan mau bekerja sama jika pihak lain juga mau. Tapi, masing-masing pihak juga didorong oleh strategi untuk meniru serangan pihak lain. Kedua pihak akan sama-sama berpikir diri mereka tidak bersalah dan bertindak sebagai bentuk pertahanan, dan lawan mereka entah terlalu jahat atau justru terlalu bodoh untuk belajar bekerja sama.

Situasi ini sering muncul dalam dunia nyata, mulai dari perkelahian anak sekolahan hingga ke perang. Kadang kala akan muncul TFT forgiveness walaupun kemungkinannya kecil (1%-5%). Pemain akan mau bekerja sama. Hal ini memungkinkan adanya jalan keluar dari lingkaran kerusakan (circle of defection). Kemungkinan terjadinya hal ini akan tergantung pada line-up pihak lawan.

Berlawanan dengan fakta bahwa tiap variabel tidak pernah memenangkan pertandingan dan defector tidak pernah kalah satu pertandingan, variabel masih harus berhadapan karena nilai akhir tidak ditentukan oleh pemenang pertandingan melainkan jumlah nilai. Semakin banyak variabel dalam permainan, semakin menguntungkan permainan tersebut bagi variabel.
Sejak kehadiran TFT, strategi-strategi yang mirip yang merupakan pengembangan TFT mulai muncul, seperti Tit For Two Tats, Suspicious Tit For Tat, dan Always Defect. Akan tetapi belum ada yang menunjukkan ketahanan sebagaimana TFT miliki.

Sumber:
- Wikipedia
- http://napi1708.blogspot.com/2008/03/game-theory-dan-dilema-narapidana.html
- http://brembs.net/ipd/ipd.html

§ 2 Responses to Tit For Tat"

  • Brigjen TNI Hasudungan says:

    Bagus buat TNI neh…

    uhm…mungkin juga…

  • DJoniE says:

    Tak pikir ini program game fighting…. Hehehehehe….

    Btw, klo mau pasang di blog roll, yang ini sekalian donk… Hihihihi….

    bukan…ini trik aja.. :D
    hola…dinei ati ngrogoh-ngrogoh ni.. :mrgreen:
    iya deh aku pasang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>