tentang resesi

We refuse to employ recession-based decision making because we’re not participating in this recession.

Sepenggal kalimat itu saya kutip dari sini.

Menarik. Sangat menarik bagaimana mereka memandang resesi berkepanjangan yang terjadi. Alih-alih makin protektif dengan ceruk yang dimiliki dan memainkan zero-sum-game, mereka justru berbagi pekerjaan lebih banyak dari sebelumnya dan berpartner dengan agensi lain. Mereka menolak kompetisi yang saling makan antar sesama dan didorong oleh ketakutan akan bayang-bayang kerugian bila tidak ‘menghabisi’ kompetitor. Bagi mereka, bekerja dengan biaya rendah berarti membangun bisnis untuk desainer dan pengembang lainnya, yang mana adalah kompetitor mereka.

Oiya, sekedar tambahan zero-sum-game adalah permainan dimana bila satu pihak menang maka pihak lain kalah. Dulu, pasar berjaya dengan metode ini. Tapi sekarang, win-win solution diyakini mampu memberikan keuntungan yang lebih banyak pada lebih banyak pihak pula.

Keyakinan Andy itu mengingatkan saya pada konsep Supply Chain Management, yaitu kurang lebih dalam menjalankan suatu bisnis, perlu dilakukan kerja sama yang baik, baik dengan produsen, supplier, konsumen, hingga kompetitor. Pihak-pihak yang terkait dengan proses bisnis, termasuk juga kompetitor, tidak dianggap sebagai musuh melainkan sebagai partner yang patut dijaga hubungan jangka panjang dengannya.

Dan kuote terakhir di tulisan itu saya suka:

No, this is not business as usual. This is business as it’s supposed to be.

Mungkin memang inilah bisnis yang beretika itu :)

15 Responses to “tentang resesi”

  1. emfajar Says:

    kalo berbisnis tanpa kompetitor kan juga ga asik tuh :mrgreen:

    iyalah..jelasss
    maksudnya adalah persaingan yang sehat… :D

  2. yusdi Says:

    (doh) bahasanya ga mudheng….bahasa bisnis…..
    kl saya taunya cuma rese(p)si

    kapan rese(p)si, mas?
    jangan2 rencana menjogja dalam waktu dekat ini adalah buat melakukan itu? :lol:

  3. Chic Says:

    itu teori nya Wen… hanya saja bisnis di sini lebih sering tidak beretika. :|

    ndak cuma di sini kok, mbak
    di mana-mana juga begitu
    karena seringkali yang diajarkan adalah prinsip ‘greedy is good’

    btw, semga minggu depan dapat pengumuman menyenangkan yak :mrgreen:

  4. achoey Says:

    wah ini nih
    postingan yang mestinya saya cerna

    Makasih ya :)

    sama-sama, kang…
    lama ndak dimari :D

  5. Rian Xavier Says:

    Bahasa bisnis memang berat. tapi baru tau juga yang ini.

    lebih berat bahasa kedokteran :mrgreen:

  6. abdee Says:

    idealnya memang ada etika dalam sebuah kompetisi…
    tapi kadang etika menjadi nomor sekian…yang penting menang.

    makanya, mas, saya salut dengan si Andy yang nulis artikel itu
    walo saya juga ndak tau mereka benar menjalankan itu atau tidak :D

  7. anto84 Says:

    Waduh2 cara penulisan gaya bhsne bagus,si andy kyk apa ya?weleh2 ide yg cemerlang

  8. Billy K. Says:

    gue setuju banget sama pendapat win-win solution..

    semua pihak harus menang, dong.. biar equal..

    tapi, ada yang menang dan ada yang kalah juga, equal deh.. :D

  9. frozzy Says:

    kalau semuanya menang, lantas seimbangnya dimana ?
    bukannya yang namanya seimbang karena ada yg menang dan ada yang kalah ?
    hehehehehe :D

  10. Edi Psw Says:

    Keberhasilan dalam berbisnis memang ditentukan oleh berbagai pihak.

  11. agung agriza Says:

    yyaaa…itulah dunia bisnis :)

  12. zenteguh Says:

    Senang berbisnis dengan Anda…qiqiqi
    (salam kenal mbak)

  13. ario saja Says:

    yeah… klo resesi gini enaknya ngapain yah ???

  14. fandi88 Says:

    Betul ayo melangkah bersama daripada menjadi saingan yg malah akan memberatkan diri sendiri,,

    BTW lam kenal,, mampir ke blog saya juga boleh loh,, :)

  15. jenderal abee Says:

    hmmmmmmmmmmm……..bisnis is bisnis…….. :D

Leave a Reply