tentang resesi

March 19th, 2009 § 15 comments

We refuse to employ recession-based decision making because we’re not participating in this recession.

Sepenggal kalimat itu saya kutip dari sini.

Menarik. Sangat menarik bagaimana mereka memandang resesi berkepanjangan yang terjadi. Alih-alih makin protektif dengan ceruk yang dimiliki dan memainkan zero-sum-game, mereka justru berbagi pekerjaan lebih banyak dari sebelumnya dan berpartner dengan agensi lain. Mereka menolak kompetisi yang saling makan antar sesama dan didorong oleh ketakutan akan bayang-bayang kerugian bila tidak ‘menghabisi’ kompetitor. Bagi mereka, bekerja dengan biaya rendah berarti membangun bisnis untuk desainer dan pengembang lainnya, yang mana adalah kompetitor mereka.

Oiya, sekedar tambahan zero-sum-game adalah permainan dimana bila satu pihak menang maka pihak lain kalah. Dulu, pasar berjaya dengan metode ini. Tapi sekarang, win-win solution diyakini mampu memberikan keuntungan yang lebih banyak pada lebih banyak pihak pula.

Keyakinan Andy itu mengingatkan saya pada konsep Supply Chain Management, yaitu kurang lebih dalam menjalankan suatu bisnis, perlu dilakukan kerja sama yang baik, baik dengan produsen, supplier, konsumen, hingga kompetitor. Pihak-pihak yang terkait dengan proses bisnis, termasuk juga kompetitor, tidak dianggap sebagai musuh melainkan sebagai partner yang patut dijaga hubungan jangka panjang dengannya.

Dan kuote terakhir di tulisan itu saya suka:

No, this is not business as usual. This is business as it’s supposed to be.

Mungkin memang inilah bisnis yang beretika itu :)

§ 15 Responses to tentang resesi"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>