sok puitis

September 10th, 2008 § 9 comments

dan kerapuhan itupun melanda. dinding yang selama ini dibangun runtuh seketika. bukan. bukan karena  beribu bunga. bukan pula berbait puisi cinta. hanya satu kata.

janji beribu janji. tak ada lagi yang berarti. berdalih Tuhan yang hakiki. sungguh ini elegi.

yah, hanya satu kata. satu. kata. dan. runtuhlah. semua.

salahkah? entah. ini masalah hati.

luluh? sudah.

berikrar di sini. bersumpah di sana. sehidup semati. seia sekata. ingin memberi yang sempurna. tapi apa. bagaimana. sempurna mencintai. atau mencintai yang sempurna.

aargh.

someone said, “straight is the path. leading to your salvation” [dream theather-in the name of God]. but sometimes lies are sate, aren’t that?

malaikat-malaikat membawa pergi semilir angin. kupu-kupu kertas enyah tak bersisa. gugurnya daun seolah pertanda. dingin. hampir beku. sosok itu. tanpa ekspresi. hanya satu kata. dan runtuhlah semua.

Tolong.

Sudahlah…ini hanya tulisan. Jangan terlalu dipikirkan

§ 9 Responses to sok puitis"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>