Skema Ponzi

January 15, 2009 at 12:11 pm
filed under Manajemen, Miscellaneous, Opini

Skema Ponzi merupakan sebuah skema piramida investasi ilegal. Diberi nama Ponzi karena skema ini diawali oleh Charles Ponzi, seorang Italia yang telah menipu ribuan warga Inggris sehingga mereka bersedia berinvestasi di skema spekulasi perangko yang ia buat pada tahun 1920. Ponzi berpikir dia dapat mengambil keuntungan dari perbedaan antara kurs US dan asing yang digunakan untuk jual beli kupon surat internasional. Ponzi mengatakan pada investor bahwa ia dapat memberikan return 40% hanya dalam 90 hari. Sementara bunga bank hanya 5%. Orang-orang percaya dan Ponzi pun dibanjiri dana berlimpah dari investor. Akhirnya, dalam enam bulan ia telah memegang $1 juta pada tahun 1921. Sebuah investigasi menemukan bahwa Ponzi hanya memiliki kupon surat internasional seharga $30.

Sejarah berulang. 11 Desember 2008 lalu, dunia keuangan dikejutkan dengan ditangkapnya Bernard Madoff, mantan CEO Nasdaq dan sekaligus pemilik Bernard L. Madoff Investment Securities. Dia disebut-sebut telah menerapkan skema Ponzi ini dan mengalami kebangkrutan akibat adanya krisis finansial global. Seperti disebut di atas, skema Ponzi dapat bertahan dengan cara selalu menarik investor baru untuk membayar return yang dijanjikan pada investor lama. Demikian halnya dengan yang diduga dilakukan Madoff. Para investor ini dijanjikan return 11% (jauh di atas The Fed) sehingga mereka tergiur dan bersedia menanamkan uangnya di sana. Padahal return tersebut sebenarnya diperoleh dari investor baru yang menanamkan uangnya pada Madoff.

Pertengahan 2008, krisis finansial melanda Amerika. Para investor pun merasa khawatir uang yang mereka investasikan akan jeblok karena situasi yang tidak menentu itu. Ingat, saat terjadi krisis seperti ini yang paling aman adalah memegang uang kas. Akibatnya, mereka berbondong-bondong menarik dana investasi mereka, termasuk yang ditanamkan di Madoff Investment Securities. Hal inilah yang kemudian membuat strategi Madoff terungkap. Besarnya penarikan dan tidak adanya investor baru membuat Madoff tidak mampu memenuhi janjinya pada para investor.

Banyak perusahaan besar dan orang ternama yang menjadi korban. Sutadara Steven Spielberg, Biliuner Alicia Koploqitz, perempuan terkaya tahun 2008 Liliane Bettencourt. Belum lagi dunia perbankan seperti Fairfield Greenwich Group, Tremont Group, Banco Santander (Bank Spanyol), HSBC Holdings Plc, Fortis Bank Nederland (Holding) NV, Royal Bank of Scotland Group Plc.

Terlepas dari pertanyaan bagaimana kinerja SEC dan mengapa kecurigaan Harry Markopolos terhadap sistem kerja Madoff Investments sejak 1999 tidak ditanggapi oleh SEC, ada satu hal yang patut dicatat dan dijadikan pelajaran. Jangan mudah percaya pada sesuatu yang too good to be true. Apapun itu, apalagi yang terkait dengan aset yang Anda miliki, termasuk pacar juga :lol: . Kadangkala emosi bisa mengalahkan keputusan rasional. Orang-orang kaya di penjuru dunia tersebut tentulah bukan orang bodoh. Mereka cerdas dan karenanya kekayaannya berlimpah. Akan tetapi, namanya manusia, selalu ada sisi irasional. Seperti dalam kasus ini, kredibilitas Madoff yang telah melanglang dunia trading selama kurang lebih empat puluh tahun, membuat para investor tersebut percaya. Apalagi Madoff juga menjadi anggota SEC (BAPEPAM-nya US) sejak dua tahun lalu. Belum lagi, ia juga tercatat sebagai salah satu broker yang ikut mendirikan bursa Nasdaq.

Jika ditawari sesuatu yang menghasilkan uang besar dengan sedikit investasi dan sedikit lelah, jangan pernah percaya. Dalam ilmu ekonomi SMA pun telah dilakukan revisi mengenai arti ekonomi. Tidak lagi berarti kegiatan melakukan usaha yang sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya, tetapi menjadi melakukah usaha untuk memperoleh hasil yang maksimal. Jangan lupa pada high risk, high return. Jika dijanjikan return yang tinggi, waspadalah pada risiko yang tinggi pula.

Jika kemudian yang menawari itu memberikan bukti berupa testimoni orang yang telah menikmati hasil investasinya, tetap jangan percaya. Seperti yang pernah dilakukan Ponzi, ia akan benar-benar membayar pada investornya jika ada investor baru yang berhasil ia tarik. Andalah yang akan membayar investor yang menanamkan uang padanya. Jika orang yang menawari itu memiliki kredibilitas sangat baik, telaah skemanya. Ingat kembali bahwa “If it sounds too good to be true, it probably is.”

Oleh karenanya, temans. Hati-hati terhadap penipuan yang makin marak belakangan ini. Baik itu dengan cara investasi rumit-berbelit dan melibatkan uang yang tidak sedikit, maupun penipuan sederhana seperti melalui SMS, telpon, kupon palsu, calo PNS, atau bahkan penipuan bermodal penampilan dan pertemanan. Semoga mendatang tidak ada korban yang frustasi dan bunuh diri.

6 comments

RSS / trackback

respond

  1. phery

    on January 15, 2009 at 2:18 pm

    emang sekarang harus berhati-hati menginvestasikan kekayaan kita. Harus bener-bener memilih perusahaan investasi yang sudah sangat kuat dan terbukti.

    masalahnya, reputasi madoff sudah sangat meyakinkan
    mungkin selain berdasar kuat tidaknya suatu perusahaan & terbukti belum keahliaannya, kita juga musti belajar memahami skema yang diberikan :)

  2. nie

    on January 15, 2009 at 3:52 pm

    kenapa y saya abis bacanya jadi pusing. hahahaha.
    eniwei, penipuan menjadi lapangan pekerjaan baru ya sekarang. dimana-mana jatoh korbannya.

    hahaha
    kalo gt jangan baca, langsung komen aja :D yup, bisa jadi lapangan kerja baru
    apalagi jumlah orang yang kebelet kaya sepertinya ndak akan berkurang :P

  3. edratna

    on January 15, 2009 at 5:34 pm

    Yang namanya investasi seperti ini memang risikonya tinggi, dan jangan pernah mencoba jika tak bisa memahami secara benar.

    Tapi kalau memang pernah kerja di bidang treasury Bank, marginnya lumayan menggiurkan, tapi kita harus siap ambil posisi setiap jam.

    wah bener banget, bu
    sayangnya ilmu saya masih dangkal buanget
    jadi ndak bisa menjelaskan sebaik ibu :mrgreen:
    soal treasury bank, katanya sih gt
    dan kalo jaman dulu konon termasuk ladang basah (kata kenalan saya yang pernah jd tresury bank loh :D

  4. jiwakelana

    on January 16, 2009 at 2:43 am

    Dari dulu aq mank gak suka bisnis gituan, karena mank gak yakin aja..

    buat orang yang punya banyak aset, daripada dianggurkan dan tidak bertambah nilainya (malah cenderung berkurang karena adanya inflasi), mereka akan pilih investasi….dan jelas aja yang dicari yang high return
    sayangnya, kadang suka lupa pada efek high risk-nya itu :)

  5. kucingkeren

    on January 17, 2009 at 7:41 am

    wah keren banget postingannya.. bener lbh baik kerja-kerja aja udh pasti bakal ada hasilnya..apapun itu.. penipuan yg paling sulit dideteksi itu tuh yg pake kedok penampilan dan pertemanan.. mudah2an pertemana di dunia blog ini selalu tulus yaa…

    amin…amin… :D

  6. Gelandangan

    on January 17, 2009 at 11:03 am

    untung saya miskin hehheeeee
    salam kenal

    waduh,,
    tapi tetep berusaha biar cukup dong ya… :D