sembari menunggu

February 21st, 2009 § 22 comments

Alert. cuma posting ndak jelas

sembari nunggu si abang gugel krom mendonlot pilm yang saya damba-dambakan. tinggal tigapuluh menit lagi. ternyata mendonlot dari mediafire cepat juga. ndak nyampe tiga jam. dan saya pun bahagia. walo diliputi dosa. dosa karna telah membajak. ah… besar mana dosa membajak dengan dosa golput dan merokok. entahlah. toh keduanya dosa. besar kecil sama saja. neraka di sananya. (etapi saya mo golput ding :mrgreen: )

ganti topik. ternyata saya masih merindunya. hahaha. crap. mereka bilang saya muna. ah biar. karna kalau tidak muna, fatal akibatnya. mari jalani hidup baru. di usia baru. yang sudah lebih tua tentunya. makin dipikir makin sakit kepala ini. membuat saya berandai-andai memiliki recycle bin. tempat saya bisa membuang jauh-jauh tanpa terdeteksi lagi pikiran-pikiran menyebalkan. kenangan-kenangan yang membuat saya tampak bodoh. ingin rasanya membuka seluruh memori di otak. sampai ke folder yang paling sub folder (ancur abis bahasanya). lalu menekan tombol shift-del. permanently delete these files. yes. dan mengulang lagi semua dari awal. pingin sekali membuka lembar baru. buku besar baru. dan melakukan pencatatan di sana. mereka mungkin akan mencatat arus kas keluar dan masuk. saya pilih mencatat kebahagiaan. dan kebahagiaan. bukan kebahagiaan yang keluar masuk. tapi kebahagiaan yang masuk dan masuk.

nadi berdenyut. nafas memburu. bodoh. tidak bahagia berarti tidak bersyukur, wen. liat teman-temanmu. liat betapa baiknya mereka. ah benar. jadi ingat tentang persahabatan kami. dimulai dari awal kuliah. jadi baru sekitar tigasetengah tahunan. segerombol besar lelaki dan perempuan. benar-benar besar. duapuluhan orang lebih. masak. maen. makan. ngupi-ngupi. kerjakan tugas. curcot (curahan bac*t, sodara-sodara). bolos kuliah. jatuh cinta. patah hati. sempet merenggang. berbaikan lagi. karoke walo saya hanya jadi penggembira. kakaen. protes bersama. misuh bersama. ngakak bersama. heuheuheu… kangen mereka. bersama para wanita itu, lebih banyak lagi cerita. rerata saya hanya pendengar. karna saya tidak pandai bercerita. dan lebih suka memendam semua untuk diri sendiri.

di antara mereka malah banyak yang merupakan teman dari esde. terpisah hanya tiga tahun semasa esema. ups, ada lagi yang terpisah hanya satu tahun. dia sempat kuliah di teknik. tapi karna ndak betah, dia pun nguntit ke ekonomi. dasar. ya begini nasib ndak pergi-pergi dari jogja.

ah sudahlah. si abang gugel sudah hampir selesai donlot.
si ya kapan-kapan.

§ 22 Responses to sembari menunggu"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>