Ada yang perhatiin gak bahwa sekarang IM3 kesannya jadi ‘naik kelas’?
Kita semua tau bawa belakangan ini terjadi jor-joran perang tarif operator seluler. [tidak..tidak…saya gak akan bahas tentang perang tarifnya]. Yang telihat adalah XL Bebas vs Mentari vs Simpati dengan tarif nol-nolnya itu.
Sebenernya perang antar ketiga merek tersebut sangat wajar menurut saya karena setau saya memang segmen yang dituju ketiganya sama. Tapi, kemudian belum lama ini muncul iklan IM3 dengan tarif Rp 0.01/detik. Padahal, yang saya tau IM3 menyasar segmen menengah-bawah dan lebih ke anak muda. Hal ini berbeda dengan ketiga merek yang telah saya sebutkan sebelumya yang menyasar kelas menengah-atas. Oleh karena itu, bukankah semestinya IM3 ngelawannya ke Jempol atau As… CMIIW
Kenapa gitu ya? Apakah ini semata kepanikan Indosat akibat tarif Rp0.1/detik-nya Bebas ato memang ISAT berniat menaikkan kelas IM3?
Ataukah selama ini pengangkatan Dian Sastro sebagai endorser dinilai kurang efektif sehingga perlu menarik brand yang lain untuk bertempur melawan Bebas dan Simpati?
Atau karena apa?
NB: itu gambar-gambarnya saya ambil semua dari official site masing-masing operator
Hair
Yang pasti, aku bakalan setia pake AS
hehehehehe
pink
kalo aku mah tetep pake bebas. udah 3 taon sampe sekarang tetep ga berpaling.
Cabe Rawit
Tafi, harus hati-hati ama tarif tersembunyi-na mpok…
Itu kan akal-akalan operator… silahkan diteliti.
tehaha
jangan lupa baca tanda *
kadang kita lupa, karena nyelip kecil dibawah iklannya…
eniwei, lam nal yah..
bloqwalkin ne…
ho’oh…perlu liat tanda bintang yang kadang suka lebih kecil dari upil itu
lam knal juga…
eniwei, kok gak ada link ke blog-nya situ?
Gyl
Setuju sama cabe rawit wen…
Kalo aku masih setia sama Simpati ku
, tapi kayaknya mau beli IM3, buat suatu keperluan
hanggadamai
iya tarif tersembunyi kadang menipu kita habis2an
oRiDo
males banget sih klo aku mikirin masalah perang tarif, abis aku udh pake nomer ganteng *bukan nomer cantik! catet*…
jadi ya gak peduli dah..
wennyaulia
eh kok aneh ya?
sepertinya bahasa pemaparan saya kurang jelas
huhuhu….
lha saya tu crita tentang naik kelasnya IM3
tp komennya yg tentang perang tarif
sepertinya saya harus banyak belajar nulis lagi…
nh18
HHHmmm …
Mbak wenny jadi ngebahas brand/product manajemen nih …
Asik-asik …
Menurutku … provider telekomunikasi sudah (hampir) seperti produk massal …
Pencitraan SES dsb … menjadi agak nomer dua …
Sehingga mereka terjebak oleh value added yang paling tradisional … yaitu Pricing yang lebih murah.
Aku orang awam nih … Aku cuma melihat .. IM3 mencoba untuk lebih “gaul atas” dibanding As ato Jempol …(betul gak ya ?)
Pertanyaan selanjutnya … Kebutuhan konsumen pengguna Heng Pon itu sebetulnya apa yah ?
Murah atau Kekuatan Jaringan atau … ???
Ah … mesti belajar lagi nih saya …
nomer31
Sekarang udah keluar yang Rp. 0,00000…1/detik
Klo menurut saya, Bebas itu dulu memang sasaranya menengah ke atas, tapi sekarang udah nggak gitu lagi… Yang masih tetep bertengger di menengah ke atas tuh Xplor… Beda jauh sama Bebas…
ncomputing penganti-pc
dulu saya pakai simpati,,,,teryata mahal juga kalau untuk tlp,,,1/2 jam 8 rb,,,,sekarang aku pindah ke xl bebas,,,coz murah seh kesemua operator,,apalagi kalau sesama xl cuma 600 sepuasnya,,tapi jangan salah ada batas waktunya yaitu tarif murah dari jam 11 malam sampai jam 10 pagi,,,