procrastinator

Procrastinator adalah sebutan bagi orang yang memiliki kebiasaan kronis menunda pekerjaan, biasanya ditangguhkan sampai menit-menit terakhir dan kadang-kadang hal itu sudah terlambat baginya. Alasan utama procrastinator menunda pekerjaannya adalah rasa malas. Alasan lain karena tidak disiplin, brilian tapi tidak terorganisir, atau sangat kesulitan dalam mengorganisir waktu mereka.

Beberapa procrastinator memperoleh hasil sejauh yang mereka upayakan dan melakukan pencarian. Penelitian terakhir menyebutkan bahwa orang-orang seperti itu menghadapi kesulitan yang lebih kompleks dibandingkan yang mereka kira. Kesimpulan umum yang kemudian diperoleh adalah para procrastinator ini memiliki sense of self-worth (tingkat percaya diri) yang lemah, takut menghadapi kegagalan, dan dengan sengaja menunda pekerjaan sehingga mereka tidak pernah punya sisa waktu untuk memberikan hasil yang lebih baik bagi pekerjaan mereka.

diterjemahkan secara abal-abal dari buku toefl .

Sebelum membaca artikel di atas, saya sedang kena ‘pancingen’ (apa ya bahasa Indonesianya?). Susah sekali untuk menelan apa-apan, termasuk air ludah. Sesudah membaca, rasa-rasanya kok pancingennya tambah parah. Ndak lain dan ndak bukan adalah karena saya tertohok .

Saya merupakan member tetap klub procrastinator (sejak kapan ada klubnya? ). Paragraf pertama di atas saya setuju sekali. Ngaku dah kalau memang saya malas, tidak disiplin, dan brilian tapi tidak teorganisir. Paragraf kedua, wah ndak tau juga. Yang jelas saya suka menunda mengerjakan tugas adalah karena di detik-detik akhir [menurut saya] otak bisa bekerja lebih cemerlang karena adanya tekanan waktu. Berkali-kali saya pernah mencoba mengerjakan tugas di awal waktu. Hasilnya, tetep saja baru pada saat last minute tugas itu selesai terkerjakan dengan agak sempurna .

Hmm, pingin rasanya mengubah sifat itu. Tapi, kok ya malas… [halah!].
Kadang saya berkata pada diri sendiri. “Ayo, Wen, kerjakan sekarang. Jangan ditunda. Ndak takut po kalau suatu saat nanti rejekimu juga ditunda?”
Wah wah…jangan sampai ya Gusti,,,

Ada yang bisa kasih saran bagaimana cara keluar dari klub procrastinator? Atau, malah ada yang mau jadi downline saya di klub itu? Tapi maaf saya tidak bisa memberikan kapal pesiar…

-dan alunan tembang Jason Mraz kembali mengudara-

11 Responses to “procrastinator”

  1. uthie Says:

    sama! saya ini juga procrastinator. ntah kenapa, menyelesaikan pekerjaan menjelang deadline yg hanya tinggal beberapa jam saja itu nikmat cuy! :p

  2. Wempi Says:

    ya, suka blog walking

  3. aRuL Says:

    mmmm saya termasuk? hmm :D

  4. FaNZ Says:

    mungkin saya termasuk hehhehe :D

  5. masDan Says:

    Saya Juga Kayaknya merupakan anggota klub procrastinator, berarti kita se Klub …

  6. adams Says:

    menunda dan diselesaikan pada detik2 terakhir memacu adrenalin, apa lagi ada boss yg udah ngamuk2 nungguin :D

  7. Tuyi Says:

    pada dasarnya setiap orang seperti itu…yang diceritan…

  8. David Pangaribuan Says:

    Saya juga termasuk deh Mbak, bagaimana kalau kita resmikan saja club procrastinator ini, kalau perlu kita buat Partainya …( he he …).

  9. mohammad yusuf Says:

    jadi inget tulisan sayah kemaren…. :P

  10. aureliaclaresta Says:

    hahaha….
    kalo aku jelas-jelas…. nggak beda sama wenny
    jadi ingat kejadian di kelas perilaku konsumen. di mana presentasi saya dan wenny tidak sempurna karena baru ngerjain presentasi malamnya
    parah parah……

  11. email90 Says:

    comment di atas, sepertinay anggota club semua :mrgreen:
    kalau tugasnya g menantang sy akan mengerjakannya H-1
    tp klu bikin penasaran/menantang sy akan mempersiapkan jauh-jauh hari, agar rasa penasaran sy cepat terjawab. hehheh

    kira2 ini masuk club tidak ya? anggota pasif kali.. :mrgreen:

Leave a Reply