perihal kita.dulu.

January 28th, 2009 § 42 comments

kenapa kamu begitu egois. itu tanyamu dulu. aku hanya diam. bukan apa. dalam hatikupun menanyakan hal yang sama. mengapa kamu begitu egois sayangku. tapi lidahku kelu. aku hanya mampu berucap. maaf. dan sesudah itu kau diamkan aku. akupun enggan untuk memulai lebih dulu.

tentu kamu ingat kisah kita dulu. saat kita begitu akrab. aku mengeluh kau tertawa. kau merasa marah aku mampu meredamnya. tentu kamu juga ingat. saat kita saling kasih. makan malam pertama kita dulu. aku kira kita akan ke warung lesehan favoritku. ternyata kamu mengajakku ke restoran mahal. penuh peluh kamu dendangkan lagu untukku. kamu bacakan syairsyair cinta bagiku. kau petik gitar yang ternyata hasil gadai kamera kesayanganmu. hanya untukku sayangku. hingga kemudian aku tidak bisa tidak menerimamu.

dengan kasihmu yang begitu besar sayang. kita mencoba sejalan. aku ingin menerimamu sebagaimana kamu bisa terima aku. aku ingin bisa mencintaimu sedalam kamu cintai aku. aku ingin bisa menyambutmu sebagaimana kamu selalu sambut aku.

menilik satu sama lain. kamu bilang aku selalu cemas. dan karenanya kamu merasa harus selalu ada untukku. untuk melindungiku. kamu benar sayang. aku memang selalu cemas. cemas akan diriku. cemas akan dirimu. cemas akan kita. meski aku tak pernah tahu mengapa cemas itu ada. kamu bilang jangan khawatir sayang. kita akan lalui ini. tapi rasa khawatir itu selalu hinggap di otakku. di hatiku. di setiap urat nadiku. hingga kemudian aku tahu mengapa aku cemas.

berbulan kemudian tahukah kamu sayang. pertengkaran pertama kita dulu. mengingatkanku pada sesuatu. uhm, seseorang. yang dulu pernah membuatku hilang daya. yang kemudian kamu datang untuk membangkitkanku. ketika itulah aku baru sadar. kamu begitu mirip dengannya. emosionalmu, keras kepalamu, posesifmu. padahal aku ini bukan siapa-siapa sayang. aku bukan sandra dewi berjilbab. aku bukan pula dian sastro yang mengenakan gamis. aku hanyalah aku. watakmu sebelas dubelas dengannya. karena itulah aku cemas.

1128266_doodled_heart

sayang kamu bilang aku misterius. menurutmu aku tertutup. kadang angkuh dan tak jarang menjadi susah ditebak. maafkan aku. buka ini inginku. aku tidak ingin hatiku terlalu berharap. aku tidak ingin aku menjadi begitu tergantung 

padamu. karena aku tidak ingin membuatmu merasa terikat sayang. karena aku tidak ingin merasakan lagi apa yang kurasakan. dulu. sebelum aku hilang daya.

aku pernah katakan padamu sayang. sesuatu yang berlebih biasanya untuk menutupi sesuatu. ingat film sherina yang 

 

kita tonton berulangulang itu? sadam dikarakterkan angkuh dan sikapnya terlalu pede. dan ternyata. dia tutupi dirinya yang anak mami. akan halnya cinta. besarnya cintamu menghidupkan sinyal merah dalam benakku. juga hatiku.

aku tahu sayang. kamu menutupi sesuatu.

tapi aku memutuskan untuk mengindahkan sinyal itu. aku bilang kamu berbeda. aku yakin kamu berbeda.

sayang ingat tidak dengan permainan kita. permainan favorit kita. tentang menu makan siang. kita berlomba mencari ide menu makan siang terbaik. seperti tom dan claire di maid of honor. tak usah malulah. memang dari sanalah ide awal permainan itu. tapi itu dulu sayangku.

 

 

sehari sesudah setahunan kita. baru aku sadar. baru aku tahu. baru aku melihatnya sendiri. kamu tidak berbeda. dengannya. yang pernah membuatku hilang daya. oh, aku salah. kamu berbeda. kamu melakukannya dengan lebih cantik. dinding yang aku bangun untuk menahan perasaanku padamu hancur begitu saja. aku sendiri yang menghancurkan. setelah aku tahu tak ada gunanya dinding yang aku bangun dengan segenap upaya itu. ternyata sakit yang aku rasa tetap sama. sama seperti dulu. saat aku sadar aku bukan satu-satunya.

kamu datang padaku. memohon kesempatan dan berjanji tak akan mengulang. maaf sayang. aku tidak bisa memberimu kesempatan kedua. bukan apa. aku hanya enggan sakit. enggan jatuh. untuk ketiga kalinya.

tidak. tidak sayangku. aku tidak marah. hanya merasa perih.
tidak. tidak sayangku. aku tidak mungkin tidak memaafkanmu. hanya tak mungkin lagi saja aku menjadi seseorang bagimu.
tidak. tidak sayangku. pedih ini aku akan kuat menanggungnya. aku akan temukan obatnya. asal kamu tak lagi ada di sini.

maka, pergilah sayangku.

The truth is hiding in your eyes
And it’s hanging on your tongue
Just boiling in my blood
But you think that I can’t see
What kind of man that you are
If you’re a man at all
Well, I will figure this one out
On my own
– decode . paramore

§ 42 Responses to perihal kita.dulu."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>