Obama yang Malang

Beberapa waktu lalu ditetapkan Barrack Obama sebagai presiden US ke 44 menggantikan George w. Bush, sekaligus sebagai presiden kulit hitam pertama di sana. Karena Obama sempat tinggal di Indonesia, dan punya ‘muslim connection‘ dengan nama tengah Hussein-nya, banyak orang Indonesia mengharapkan peristiwa ini terjadi.
[Beberapa sumber menyebutkan dia bukan presiden kulit hitam pertama, melainkan yang ketiga. CMIIW. Yang pasti benar adalah bahwa ia merupakan presiden berdarah Afrika-Amerika pertama.]

Saya tidak tahu apakah harapan banyak orang Indonesia ini wajar atau berlebihan, yang menjadi catatan penting bagi saya adalah putusnya rantai rasialisme di US. Kulit hitam sudah lebih diakui keberadaannya. Tak hanya itu, Obama yang dianggap mewakili orang muda, ras kulit hitam, dan pembenci perang, telah memberikan sentimen positif di mata dunia. Bahkan seorang Mahmoud Ahmadinejad bersedia berunding dengan US terkait isu nuklir dunia.

Setelah terpilih menjadi presiden, di pundak Obama tertumpu banyak sekali harapan. Tidak hanya dari rakyat Amerika yang telah jenuh dengan delapan tahun pemerintahan Bush yang telah menjatuhkan banyak korban perang itu, melainkan juga harapan warga seluruh dunia. Krisis global bermula di Amerika. Amerika pulalah yang sebaiknya segera mulai mengakhiri.

US sendiri menghadapi defisit anggaran yang tahun depan diperkirakan nilainya akan melonjak menjadi sebesar US$ 988 miliar atau sekitar dua kali lipat dari seluruh perolehan ekonomi Indonesia. Di sisi lain, ancaman pengangguran sudah makin luas.

IT HAS been a sobering end to the week for Barack Obama. In his first two days after winning election he was greeted by a 10% plunge in the stockmarket. Then on Friday November 7th he got the news that unemployment had shot up to a 14-year high of 6.5% in October and non-farm employment had plunged by 240,000 from September.

Bukan pekerjaan mudah tentunya bagi Obama. Apalagi mengingat Obama adalah lulusan sekolah hukum, bukan sekolah bisnis. Salah satu hal yang mungkin akan dilakukan Obama adalah menarik pasukan dari Irak yang mana telah menghabiskan dana $15bn per bulan. Dana tersebut nantinya akan dialihkan untuk mendanai bidang kesehatan dan project lain yang dianggap lebih bermanfaat dalam menyelamatkan US dari krisis.

Mengenai rencana bidang ekonomi yang dia kampanyekan dulu, yaitu meningkatkan pajak perusahaan untuk kemudian didistribusikan pada golongan miskin sepertinya akan sulit direalisasikan dalam waktu dekat ini. Bagaimanapun juga, banyak perusahaan yang kesulitan bernapas akibat adanya krisis. General Motors belum lama mengumumkan kerugian operasi yang dideritanya pada kuarter ketiga tahun ini sebesar $4.2bn (£2.66bn). Ford juga sebelumnya telah mengumumkan kerugian sebesar $2.98bn pada periode yang sama. Belum lagi perusahaan-perusahaan lain yang harus merumahkan banyak karyawannya.

Meminjam istilah The Economist, Obama harus berhati-hati mengelola harapan-harapan tinggi yang bertumpu padanya dan mempersiapkan munculnya rasa kecewa pada para pendukungnya. Obama telah menunjukkan kecerdasan dan keberuntungan dalam menyusun tahap untuk pemulihan ekonomi yang kuat dan jangka panjang. Dan semoga ini akan berdampak baik bagi kita yang ada di Indonesia juga.

Yeah, selamat untuk Obama. Seandainya Martin Luther King masih hidup dan bisa menyaksikan peristiwa ini, dia mungkin akan bahagia karena mimpinya terwujud.

I have a dream that my four children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin but by the content of their character.

6 Responses to “Obama yang Malang”

  1. michaelsiregar Says:

    Indonesia bisa saja berharap akan adanya “sedikit” perbaikan hubungan diplomatic…tetapi Bangsa dan Pemerintahan Indonesia jangan lupa bahwa Perobahan dan perbaikan yang utama harus dilakukan sendiri….bukan orang lain dan bukan seorang Obama…..
    Salam dari jauh.

    wah…setuju banget
    saya pun pesimis perbaikan hubungan diplomatik akan terjadi dalam waktu dekat
    bagaimanapun juga obama diikat oleh sistem yang sudah lama melekat di sana :)

  2. Ardy Pratama Says:

    saya yakin skali Obama bsa mngrjakan tugasnya ssuai dngn rncanax. Trbkti stlah trpilih Obama lngsung brkoordinasi untk mmchkan prmslahan ekonomi yg sdang mlnda USA dan jga dunia…

  3. David Pangaribuan Says:

    Obama sudah terpilih dan bagaimanapun dialah yang menjadi terbaik untuk US. Beban permasalahan ekonomi yang saat ini melanda Keuangan Dunia dan US menjadi Fokus pertama dari Obama.

    Terpilihnya Obama juga saya kira, karena masyarakat US percaya dengan kemampuan dan perubahan yang dijanjikannya.

    Berharap saya kira boleh2 saja, memang kita yang harus mampu berdiri sendiri dan menentukan arah dan masa depan Indonesia.

    Salam

  4. DJoniE Says:

    Yang jelas sebelom Obama mikirin yg laen, dia bakal mikirin “warisan” dari pemerintahan Bush dulu..
    Jadi buat yg berharap banyak dari pemerintahan Obama ini harus sabar menunggu dalam waktu yg lama (banget)…

    Lagian Indonesia kan negara kita, kenapa kita ngarep sama presiden Amerika sih?
    Boleh berharap, tapi jangan kebanyakan lah…

  5. primadianto Says:

    Perbedaan orang hebat dan tidak hanya akan terlihat dalam keadaan sulit.

    hehe..

    kita lihat saja..

  6. Cisca Says:

    Yah…. perubahan & perbaikan tdk serta merta langsung bs kt lihat hasilnya. Perlu kesabaran, pemikiran yg matang, & tindakan nyata. Dan ini semua tentunya melalui proses yg teramat panjang. Kemungkinan br bs kt lihat d result 4-5 th ke depan.

    Yah…. semoga nantinya benar2 ada perbaikan, dan perdamaian dunia benar2 bs kt rasakan.
    Smg Obama bs memenuhi harapan bnyk org di dunia.
    Dan semoga Indonesia makin bs mandiri, maju sbg bangsa yg besar tanpa haru tergantung terus dgn negara lain.
    Just go ahead…..

Leave a Reply