Memainkan musik jazz dengan simpel dan spontan di tengah-tengah interaksi sosial masyarakat, di tengah-tengah pemukiman dan di sela-sela penduduk berkegiatan sehari-hari. Begitulah konsep yang diusung Ngayogjazz yang sudah digelar pada 2007 dan akan digelar lagi tahun 2008 ini. Semua orang yang hadir akan dilibatkan dalam berbagai permainan jazz yang cair dan penuh improvisasi. Banyak permainan yang tak terduga akibat interaksi antar pemain alat musik maupun dengan “pemain-pemain” yang secara konvensional disebut penonton. Kejadian begini terjadi ketika permainan musik jazz muncul di benua Amerika. Jazz memang tidak muncul berupa pertunjukan, tetapi berupa permainan bersama.
Ngayogjazz mengundang untuk bermain, tidak sekedar menonton. Mr. Warwick, warga asal Australia yang memproduksi kerajinan tangan dengan warga Desa Tembi, sebuah desa yang asri di Bantul Yogyakarta, akan menjadi tuan rumah kali ini. Dengan konsepnya dan pemakaian venue sebuah desa aseli Bantul ini membuat Ngayogjazz menjadi festival jazz yang unik dibanding festival jazz yang pernah ada. Permainan akan digelar di lima titik penjuru desa Tembi yang bisa dinikmati secara berurutan sambil menikmati kesejukan alam pedesaan. Ini memang perwujudan dari tagline Ngayogjazz 2008 yang berbunyi : Nja-Jazz Desa Milang Kori, pelesetan dari peribahasa jawa “Njajah desa milang kori”, yang berarti mengembaraan ke berbagai tempat.
Para seniman musik ternama akan hadir menyemarakkan permainan. Mereka antara lain Rieka Roeslan, Eliana Dewi, Koko Harsoe & friends (Bali), Zefa (Bandung), Komunitas Mata Hati (Surabaya), Living Room (Jogja) dan Das Smoothly (Jogja) serta tiga perempuan pelanggan tetap NgayogJazz, siapa lagi kalau bukan Trie Utami, Iga Mawarni dan Syaharani yang memboyong grupnya Queenfireworks.
Warga Desa Tembi tentu saja tak ketinggalan. Di sela-sela kegiatan mereka bertani, berkerajinan dan berdagang mereka akan menimpali Ngayogjazz 2008 ini dengan berbagai kesenian tradisional seperti gejog lesung, hadrah dan cokekani. Warga Desa Tembi juga akan membuka pasar tiban yang diberi nama Pasar Jazz yang menyediakan berbagai masakan desa dan mengundang beberapa penjaja souvenir khas Jogja untuk mengasyikkan pasar.
Event yang digagas dan disuguhkan oleh sang penggemas (tidak salah ketik) berbagai alat musik, Djaduk Ferianto bersama KUA ETNIKA, WARTAJAZZ.COM, Paningron, NoVindra/beyond the stage, Hattakawa –lingkage, dan enCikpeaCe&seCure ini juga menyediakan bingkisan kepada 2000 hadirin pertama pada gelaran yang selalu bisa dihadiri dengan gratis ini.
Desa Tembi yang asri, warga yang ramah, jazz yang kita mainkan dengan asyik, pasar yang seru, para pemusik piawai, semua menanti kita pada Hari Minggu, 23 November 2008, mulai jam 14 siang hingga tengah malam.
Sumber: wartajazz.com
Jadi, sampai bertemu di Tembi tanggal 10 hari lagi. Oke2?
I Like Jazz
enak yah… mendengarkan jazz easy listening
apalagi bareng wenny aulia
Di Kampusku Sebentar Lagi ada JGTC, Jazz goes to Campus ….
jazz… wah bisa lupa pulang kalo nonton yg satu ini.. Desa Tembi..di manakah?? Yogya jg?
Ayo Mbak Nonton … Tiketnya Murah Lho ….
uwhh.. i love jazz… lets go jazzy dude…
cita-cita dari dulu pengen nonton konser musik jazz, kapan yaah?
btw ‘ngayog’ itu dari kata ‘goyang’ bukan sih? hehehe
waaaaaaaaaa dimana-mana jazz….
saya lebih suka dangdut akajakakakakakak
jazz itu musiknya orang pintar boy… =P
aduh, sayang ak ngga ngerti apa itu musik jazz ..
n syangnya lagi saya nggak tau indannya jazz itu apa .
tp kalo honda jazz saya tau dan pengen beuutt
sambil tiduran ah….
Saya tidak terlalu suka dengan music jazz, tapi bila lama saya mendengarnya masih dapat dapat menikmatinya. Asal jangan Jazz berat ..ini udah pasti belum dapat menikmatinya.
Ntar jangan lupa buat laporan kegiatannya ya Mbak, pasti kegiatan tersebut sangat unik dan kental dengan suasana alam,
salam
saya suka musik jazz
wah ngejazz, dari kecil udah dicekokin sama jazz n keroncong. walau ga bisa main jazz coz nadanya serba miring tapi asik banget. apalagi alunan nada swing atw main stream, sayang banget di kota gw ga pernah ada konser begituan. Underground mulu
tanggal 23? walah … minggu ya? wuih keren tuch!!
I love Jazz!
wah.. keren nih,
di benhil juga ada cafenya nih, kalau ga salah..
Jazz, kaya tompi ya???
I like Tompi……
jadi pengen dengerin mbak wenny nyanyi jazz..
Wen, model konsernya itu seperti apa sih?
Muter2 kaya orang ngamen? Atau penonton bisa ikutan main musik di panggung? Bingung.
ouw di desa Tembi tho. Lmyn jauh ya.
Ada doorprize honda jazz gk ya? Khan lmyn tuh.
*ngarep*
Salam….
maklum wong ndeso agak kurang ama Jaass
musiknya ruet deh
perdamaean aja deh….:)
Mbak Wenny, Dengan Kerendahan hati saya Persembahan Award Buat Mbak di Blog Saya … Selamat …
saya kurang ngerti sama jazz.. terlalu eklusif buat saya..
mo nonton?
ngikutt?!!!
jadi pada nonton gak neh…
*daku masih ngantuk dengan sukses*