April 17, 2009 at 11:54 am
filed under Heart
Beberapa minggu yang lalu, saya berkesempatan mengikuti tour Microsoft di Yogyakarta bersama Nonadita dan beberapa jelata lain. Tour Microsoft ini adalah dalam rangka menyaksikan penerapan teknologi Multipoint guna mendukung proses belajar mengajar siswa SD. Kunjungan itu sendiri sebenarnya direncanakan dilakukan ke empat SD, yaitu SD Ungaran, SD Muhammadiyah Sapen, SD Muhammadiyah Condongcatur, dan SD Serayu. Nah, kebetulan saya bisa ikut yang di SD Muhammadiyah Sapen (SD-ku!!! :D).
Saat datang ke lokasi, ternyata acara ngobrol-ngobrol antara Microsoft dan pihak SD sudah selesai. Karenanya, saya hanya bisa mengikuti sesi menyaksikan secara langsung penerapan Multipoint tersebut di kelas. Pertama datang, saya sama sekali ndak tahu apa itu Multipoint dan apa idenya. Namun, setelah melihat bagaimana mereka berpraktek, baru saya paham dan ternyata menarik juga. Definisi serius Multipoint sendiri adalah teknologi yang bertujuan memperkecil rasio antara siswa dan komputer plus membuat suasana belajar lebih menyenangkan. Dengan demikian, satu kelas hanya membutuhkan satu set komputer yang terhubung dengan (maksimal) 40 tetikus/mouse dan proyektor untuk menampilkan materi pelajaran ke layar/dinding (nyontek dari sini).
Tiap anak di dalam kelas tersebut mendapatkan mouse sendiri-sendiri. Tentu saja mouse ini saling terhubung. Kemudian di layar, oleh guru akan ditampilkan slide-slide yang berisi materi pengajaran maupun soal-soal kuis bagi murid-murid. Ketika sang guru memberikan kuis, tiap anak dapat langsung ikut berperan dan tidak akan bingung di mana pointer dari mouse-nya karena pointer-pointer mereka akan berbentuk icon lucu dan bisa disertai nama masing-masing anak. Uniknya, guru dapat mengontrol apakah akan semua anak yang bisa menggerakkan mouse-nya atau hanya anak tertentu saja.
Bagi guru sendiri, saya rasa Multiplepoint ini bukan hal yang sulit. Ini tidak berbeda jauh dengan pembuatan slide menggunakan Powerpoint karena pada dasarnya untuk membuat slide di Multiplepoint hanya perlu tambahan plugin di PowerPoint guru tersebut. Asalkan bisa PowerPoint, membuat materi untuk Multipoint akan menjadi mudah. Kelebihan lainnya, jika guru membuat kuis, di akhir slide akan langsung tertera nilai masing-masing anak berikut grafiknya sehingga guru tidak perlu mengontrol dari awal siapa menjawab benar dan siapa menjawab salah.
Kalau menurut saya sih penggunaan Multipoint ini akan lebih efektif bila dilakukan dalam kelompok kecil (5-10 anak) sehingga tidak akan terlihat terlalu semrawut. Sayangnya kalau akan dibuat kelompok kecil berarti akan dibutuhkan lebih banyak set komputer
Acara yang menyenangkan. Sayang, saya ndak kebagian plesdis. Dan walaupun ndak ada skrisut, ini bukan hoax kok *kalem*.
Ulasan yang lebih menarik dapat dilihat di sini atau situ. Resminya ada di sana.
wempi
ah wempi gak percaya, ini pasti hoax, wekekeke
phie
waaaaaa SD ungaran! SD ku mbiyen hihi
zenteguh
wah emang cocok nih jadi guru SD he..he..
Rossa
maaf mengganggu.
karna sya fikir pstingan nda bermutu,
selamat anda mendapat award..
liat di:
http://chaliciousgealgeol.wordpress.com/2009/04/18/sebuah-akhir-yang-tak-berawal/
(help.. kerjakan yayy.)
warm
wah jalan-jalan ama nonadita yg dapet beasiswa dari mocrosoft itu, keren kalian ini…
nice post dan themenya keren !
salam
almascatie
bagus nih.. gratisan ga untuk mengaplikasikannya di seluruh indonesia?
emfajar
wah berarti ga perlu banyak komputer dnk,, bisa irit biaya..
nafisblog
hati hati ama anak2 jaman sekarang!
Menik
semoga program microsoft ini bisa menambah cerdas anak bangsa
reallylife
ini bukan hoax khan??
ichanx
teknologi multipoint itu apa? *gak ngeh*