China telah menegaskan dirinya sebagai king of counterfeiters dengan cara membangun mall baru khusus barang-barang bermerk palsu. Uhm, merk palsu? Saya rasa kurang tepat disebut demikian karena merk-nya menurut saya sih asli. Asli dia yang buat. Hanya, memang [sengaja] mirip dengan merk lain yang lebih terkenal.
Mall yang dimaksud berada di Nanjing, timur Shanghai. Di sana katanya terdapat tenant yang menggunakan merk-merk serupa tapi tak sama dengan merk yang lebih dulu tenar. Seperti Mc Dnoald’s, Bucksstar Coffee, Pizza Huh, A&G, Dama, Adidos, Farrari, dan KLG.








Selain pernah saya unggah di sini, saya menemukan lagi beberapa merk mirip.



Saya tidak tahu bagaimana hukum berlaku untuk praktik bisnis macam ini.
Yang saya tahu, dulu (dan hingga sekarang pun ada), di Indonesia beberapa kali kasus serupa terjadi. ‘Perang’ antara Indofood dan Wingsfood untuk produk mie instan mereka, Pop Ice-Top Ice, ExtraJoss-EnerJoss, dsb. Di jogja sendiri ada yang namanya KuFC (
). Nah, strategi yang mereka lakukan ini disebut ‘me-too strategy’.
Alert: Penjelasan di bawah hanya untuk pemula. Untuk yang sudah ekspert mohon mengoreksi jika ada yang salah dan menambahi jika ada yang kurang ![]()
Sudah banyak yang tahu bahwa memasuki pasar dengan mengusung merk benar-benar baru adalah suatu hal yang sulit. Proses edukasi pasarnya membutuhkan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit. Karenanya, banyak perusahaan yang kemudian memilih menggunakan merk yang mirip dengan yang sudah ada dengan harapan
akan lebih mudah dikenal. Ya iyalah, merknya aja mirip. Kalau pasang iklan di tipi pun akan banyak yang lebih mudah mengenali karena bisa diasosiasikan dengan merk yang lebih dulu terkenal. Apalagi kalau tipografi mereka mirip. ![]()
menjaring konsumen yang ‘terkecoh’. Kadang konsumen tidak teliti dalam melihat merk. Asal bentuk logo dan tulisan sama, sering dianggap itu merk yang terkenal. Nah, di sini sih kita sebagai konsumen yang harus hati-hati jika ndak ingin merasa tertipu. Kalau beli ya di gerai resmi, lihat dengan teliti produknya. ![]()
atau bahkan sengaja menjadi ceruk bagi konsumen yang menginginkan gengsi. Seperti kita tahu, merk-merk yang biasa ditiru adalah merk mahal yang tidak semua kalangan bisa memperolehnya. Seperti KFC, misalnya. Untuk regular french friesnya ada yang seharga IDR 5,000. Sementara kalau kita makan lotek Bu Bagyo (lotek ini uenakk bgt!!), dengan porsi yang lebih buanyak harganya hanya Rp 6,500, sudah termasuk minum. Tapi apa iya orang mau tiap hari makan lotek? Pasti kita ingin ada variasi dan sesekali makan-makanan yang dimakan ‘orang kaya’. Nah, disitulah muncul ceruk pasar yang menurut beberapa kalangan potensial. Maka dibuatlah KuFC. ![]()
Lalu, bagaimana nasib perusahaan yang tertiru merknya? Kalau dulu di kelas pemasaran dikatakan bahwa selama market share-nya tidak tergerogoti terlalu banyak, perusahaan yang merk-nya ditiru seharusnya tidak perlu khawatir. Karena jika ia menuntut, justru merk duplikatnya akan makin terkenal dan ia nampak rapuh di mata para konsumen.
Untuk saya pribadi, saya enggan membangun merk aspal (asli tapi palsu) karena menurut saya usaha dengan cara seperti itu berada di area abu-abu. ![]()
Setiap orang yang memiliki usaha pasti menginginkan usahanya berkembang. Jika punya toko kelontong kecil ya pasti ingin toko itu kemudian menjadi semakin besar dan semakin luas. Jika memulai usaha dengan merk aspal, harus siap-siap dituntut oleh perusahaan besar yang ditiru merknya. Biaya yang akan dikeluarkan tentulah tidak sedikit. Jadi, keinginan membesarkan usaha akan terhalang kekhawatiran perusahaan besar akan menuntut. Ini menurut saya lho, yang masih mahasiswa dan belum pernah punya usaha sendiri yang besar. Di samping itu, saya pun jika suatu saat nanti punya usaha ndak suka kalau ada yang meniru dengan merk yang mirip. ![]()
Courtesy picture: mirror.co.uk
ahuahuhauhaaa… cina emang kreatif…. *ngakak liat merek2nya*
top abis mbuntut-nya hahhaha…. kreatip buat meniru..
Kalo di indonesia bisa di somasi, kalo mirip pada pokoknya/prinsipnya.
China emang paling bisa ya? bahkan blackberry dan iPhone pun bisa dibuat amat sangat mirip
kreatif banget!!
tapi yang namanya kualitas kan gak bisa ditipu
hahahha.. china gitu loh.. makanya tuntutlah ilmu smpe ke negri china.. *loh*
btw.. lam kenal
Lama tak bersua
Kalo Mie Janda
Jadi Mie Jande kali ye
cinaaaaaaaaaaaaa..
barang elektronik murah meriah kan buatan cina
mreka emang paling pinter (pinter ngebohongin)
huhh*
Tapi kalo Cina buat yang original, kualitasnya bagus lo…
Tapi kalo yang serupa gitu.. kurang tau. Pizzanya gimana ya ?
wakaka kreatip tuh
wah buat ah blog baru …. LINDU kali yah, halah
Hahaha…
Kalo jaman saya sma dulu, adanya stiker plesetan, yang paling saya inget adalah Pizzu Hot.
Pizzu = Ibu (bahasa prokem Jogja)
cina memang sering niru produk lain……tapi beda kualitasnya
moga indonesia bisa membuat produk sendiri……dgn merk sendiri….
hahaha china emank top deh klo buat produk2 aspal kayak gini..
kebanyakan mereka pake metoda reverse engineering
Dari sisi paten, kalau tak sama persis tak masalah…seperti: Pizza huh…bukankan disini juga ada Izzi pizza dsb nya?
Kalau ajaran teman, jika ingin beli tas bagus, tapi bukan merk terkenal, sebaiknya malah yang tak terlihat merknya….
Hahaha .. saya sebenernya takjub dengan fenomena di China, terlepas dari caranya. Populasi penduduk yang terbesar menjadi awal bagi mereka untuk memproduksi barang murah (=tenaga murah), sehingga munculah gambar2 yang mba tampilkan ini.
Saya kadang berpikir, ini baru meniru produk.. bagaimana kalo nanti misalnya masing2 individu di China menghasilkan ide baru ..?
Tentu bukan perusahaan besar saja yang terusik hehe..
neo kapitalisme dari yang diusung karena produk yang murah emang luar biasa. salut buat china, sekarang aja sebagian besar produk dari china, bisa jadi nantinya bendera Indonesia ada tulisan “made in china”
keuntungan perusahaan bermerk hampir sama itu harganya relatif lebih murah tapi tampilan luar hampir sama…. pasti laris dooong. Contohnya KuFC sendiri
jangan2 ini dampak dari ajaran filsafat substansialisme Kang. gak penting merek. Yang penting barangnya. Murah dan bisa nggaya pula saat menggunakannya…hehehe
Ahhh… bener2 edan
tapi semua tergantung pembelinya sih
kl ada yg murah kenapa beli yg mahal
plagiat apa ga kreatif nih ??
Satu keunggulan dari produk-produk Cina adalah harga yang benar-benar miring tapi ya memang kita tidak akan bisa berharap banyak dengan itu karena dalam banyak kasus justru produk mereka hanya hangat sesaat.
Tapi kelihatannya ke depan Cina dengan potensi penduduknya yang besar akan dapat menjadi sebuah negara yang bisa terdepan dalam hal teknologi dan melahirkan produk-produk yang berkualitas
“memasuki pasar dengan mengusung merk benar-benar baru adalah suatu hal yang sulit”
bener banget, saya juga mengalaminya, secara saat ini saya berprofesi sebagai sales untuk produk baru
kmren jga ada yg blogger crta soal pnjual spatu yg ngtot soal merk spatu. Si Ibu pgn bliin spatu merk EAGLE, tpi ma si pnjual dksih yg merk EGEL.. Hehehehehe…
Menurut saya, di Indonesia lebih banyak counterfeiting yang merk-nya sama persis…
Siiipp, bagus juga prinsipnya bu, kayaknya buat merk dagang sendri dan ga niru2 memang lebih baik, ad kebanggaan tersendiri kalau berhasil.
Sukses bu, salam kenal….
Kalo yg merk aspal kualitasnya sama tapi harganya jauh lebih murah, buat apa beli merk kan wen =))
kl ad blog urlnya weniaulia.com itu masuk kategori yg sama bukan wen ?
heheh