Moga-moga belum basi ngebahas Adam Air (lagi).
Dari hasil investigasi KNKT, diketahui penyebab hilangnya pesawat Adam Air dengan nomor penerbangan KI 574 jurusan Jakarta-Manado di perairan Majene, Sulawesi Barat, pada 1 Januari 2007 lalu, salah satunya adalah sistem navigasi yang rusak. Menurut KNKT, pilot sempat melaporkan kerusakan tersebut sebelum penerbangan itu dilakukan. Meski demikian, ternyata oleh manajemen Adam Air tidak dilakukan penggantian.
Kerusakan pada sistem navigasi atau innertial reference system (IRS) ini kemudian menyebabkan sistem kendali pesawat secara otomatis, mati. Alih-alih menggunakan sistem kendali secara manual, konsentrasi kedua pilot justru tertuju pada mengatasi kerusakan IRS tersebut. Para pilot tidak merasakan badan pesawat yang miring ke kanan sejauh 35 derajat. Setelah ada suara peringatan bahaya karena pesawat sudah melewati kemiringan 60 derajat, baru mereka tersadar.
Semestinya, menurut KNKT, terjadi task sharing dalam penerbangan antara pilot dan co-pilot. Ketika IRS mati, salah satu bertugas menangani kerusakan, dan satunya lagi mengendalikan pesawat secara manual. Celakanya, posisi navigator justru mereka pindahkan ke posisi atitude sehingga ketika pesawat miring 35 derajat, mereka tidak merasakannya.
KNKT kemudian memastikan bahwa kecelakaan ini akibat human error.
Kira-kira siapa human yang dimaksud di sini ya? Pilot-kah? Co-pilotkah?
Tapi apa semata itu kesalahan mereka?
Masalahnya, saya kemaren sore liat berita di MetroTV yang membahas masalah ini. Kata orang KNKT itu (saya gak sempet catat namanya), dalam posisi miring 60 derajat semestinya pilot masih bisa menangani dan mengembalikan posisi pesawat ke arah normal. Hanya saja, untuk bisa melakukan itu, pilot harus dilatih sedemikian rupa dan tampaknya pelatihan itu tidak ada di maskapai milik Adam Suherman.
Omong-omong soal Adam Suherman, dia tampak sangat jauh lebih tua sekarang, menurut saya, dibanding beberapa waktu lalu saat Adam Air masih jaya-jayanya. Kasihan juga dia…
Eniwei, saya yang bukan siapa-siapa ini berharap dengan ditutupnya ijin operasi Adam Air tidak menjadi lampu hijau bagi maskapai Low Cost Carrier lainnya untuk kemudian seenaknya menelantarkan penumpangnya dengan waktu penerbangan yang sering didelay (pengalaman pribadi
).
Berita terkait:
http://en.wikinews.org/wiki/Final_report_blames_instrument_failure_for_Adam_Air_Flight_574_disaster
http://www.liputan6.com/daerah/?id=152983
soal keamanan, soal standarisasi keselamatan penumpang, saya curiga, jangan-jangan semua maskapai di negeri ini nggak jauh beda sama si adam air, dan sekarang mereka buru-buru baru memikirkan soal ini ketika masalah Adam air mencuat, huh!
saya kira adam istrinya inul
eh tapi sebeneranya adam air termasuk langganan tiap kali saya mudik.
Emang parah kasus Adam Air ini. Keselamatan penumpang selalu di nomor duakan.
Och saya kira nabi Adam. hehe
untung saya tidak pernah naik pesawat. hehe
Salam kenal
TB
disetiap musibah selalu ada berkah, mudah2an maskapai kita cepat memperbaiki diri jangan sampai maskapi asing menguasai penerbangan domestik
Profesionalisme,
Jangankan Montor Mabur yang bawa nyawa manusia, bikin nasi goreng aja kalau Gk ProPesional ra enak..
Suatu saat nanti kalau saya punya Sampingan, Apa aja sing penting Halal,
moga-moga bisa profesional. (plg – plg yo nasi goreng.. hehe)
inih bukang adamnyah inul khan?
*dijitak nyang punyak blog*
Saya juga heran koq. Knapa ya sekarang ini banyak terjadi kecelakaan pada alat transportasi, baik darat, laut, maupun udara. Apakah karena alat transportasi tersebut sudah tidak layak beroperasi lagi?
nge link ah.. ikhlas lho..
mudah-mudahan jadi peringatan buat maskapai penerbangan lain
supaya ga asal murah tapi ga aman
kalo saya pling takut yang namanya naik pesawat terbang indonesia
ngeri ih, termasuk naik si Adam.
brarti september kemaren saya naek adam adalah yang pertama dan terakhir kalinya
Mudah2an dunia penerbangan indonesia jd lbh baik lagi
*was2 krn suami di luar pulau*
minggu kemarin, cempluk ke jakarta n harus rela nunggu keterlambatan pesawat air asia..
moga2 aja berharap ada perubahan..
Indonesia kan banyak paranormal tuh, kok ba bisa nyari’in yah. Dulu kata ki Joko Bodo (kalau ga salah) ada diantara tanah dan pohon. Sekarang Adam Air udah menjadi kenangan. Beruntunglah orang2 yang pernah naik Adam Air dengan selamat. Saya blom pernah naik pesawat tuh, eh pernah ding waktu ke PT. DI (Dirgantara Indonesia), tapi yang masih rangka he he…
Kemanan harusnya jadi Nomer satu. tidak boleh tidak!
katanya er esya kaya angkot ya ?
kaya lagunya Letto ” kau datang dan pergiiiii, oh begitu sajaaaaaa ”
dukung aja moga adam bisa memperbaiki pelayanan ato kalo ga bisa ya….
waduh si mbak kasihan sama direktur adam air..??
semoga saja dia bisa belajar dari kesalahan besarnya ini..
Pengumumannya menunggu Adam Air di beku kan …
Kok ya pas betul ya …
kok tidak dari dulu diumumkan hasil temuan ini …
Ah sutra lah … aku ndak ngerti
Halo Kak Wenny … apa kabar
waduh, naik pesawat aja belum pernah, ini malah udah ada perusahaan penerbangan yang ditutup
Ibu saya termasuk korban bubarnya adam air nih… Mo njenguk anaknya yang lagi luntang-lantung gak ada duit, eh malah tiketnya dipulangin… Yah, gak jadi dapet tambahan duit deh
mungkin ini jadi pembelajaran buat maskapai2 lain ya buat ningkatin kualitas pelayanan na dan terutama sih keamanannya..
kalo inget kecelakaan adam air, yg kebayang itu kek film final destination I gitu.. serem banget..
hihi, pas liat judulnya saya kira nama orang. ternyata adam air toh…
kok ngomongin si adam mulu
knpa gak ngomongin diriku
Kayaknya ada yang nyebut2 namaku deeeh.. whatzup guys???
duuh miris bgt yah..
berharap bgt deh ada perbaikan untuk maskapai kita
waduh susah juga neh, masalahnya namaku adam juga
what a pity of me…
semoga kita dapet kesempatan naik pesawat yang lebih bagus lagi
numpang mmpir ya, kulo nuwun…………punten,
rame jga ya d sini, gantian mmpir donk…
salam .