Keutamaan Ramadhan

September 2nd, 2008 § 11 comments

Marhaban ya Ramadhan

Alhamdulillah,,kita masih bisa dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

 

Sedikit mencuplik dari apa yang seorang ustadz sampaikan beberapa waktu lalu, bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan, di antaranya:


1. Bulan Tarbiyah

Bulan Ramadhan dapat disebut sebagai bulan tarbiyah atau pembinaan. Biasanya orang menganggap bahwa Ramadhan merupakan bulan di mana keimanan dan ketakwaan kita diuji. Jika hawa nafsu bisa lebih diumbar di bulan biasa, di bulan Ramadhan ini kita diminta tidak hanya tidak makan dan minum tapi juga menahan hawa nafsu lainnya seperti marah, dengki, iri, dan lain sebagainya.

Pemikiran semacam itu, justru menjadikan berat melaksanakan puasa. Seperti ketika menghadapi ujian yang kita merasa terbebani, kita pun akan merasa terbebani saat melaksanakan ibadah puasa. Oleh karenanya, menurut saya, bulan Ramadhan ini justru merupakan bulan kita latihan menahan hawa nafsu.

Atmosfer selama Ramadhan umumnya terasa sangat agamis sehingga enak dimanfaatkan untuk banyak-banyak melaksanakan ibadah. Pada bulan ini kita dilatih menjadi terbiasa banyak beribadah sehingga pada sebelas bulan berikutnya memperbanyak ibadah menjadi suatu hal yang bisa dengan mudah sering kita lakukan.

2. Bulan Maghfirah

Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh ampunan. Seolah tangan Allah terbuka lebar-lebar untuk ampunan atas dosa-dosa yang kita lakukan. Bahkan orang yang sudah ada di dalam kubur pun mendapat ampunan dari-Nya, berupa dihentikan siksaannya selama bulan ini.

3. Bulan di mana doa dikabulkan

Pada bulan ini, Allah mudah mengabulkan permintaan kita. Seolah Allah menjadi semakin ringan tangan dalam memberikan apa-apa yang kita minta. Segala urusan menjadi lebih mudah, rejeki terasa lebih lapang.

4. Bulan penuh rahmat

Pada bulan ini Allah menurunkan rahmat yang ditunggu-tunggu oleh semua umat Islam. Rahmat yang lebih baik dari malam seribu bulan. Lailatul Qadr.

Mengingat Lailatul Qadr sering membuat saya malu sendiri. Betapa dari dulu kecil saya memperbanyak ibadah hanya pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Padahal jika kita mengingat QS. AL Qadr, di situ disebutkan bahwa turunnya Al Qur’an adalah saat di mana Lailatul Qadr itu turun. Dan turunnya Al Qur’an ada pada tanggal 17 Ramadhan; bukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Hal ini berarti Allah sangat jauh lebih pintar dibanding kita. Kapanpun Dia menginginkan, maka Lailatul Qadr itu akan Ia turunkan, entah pada awal, pertengahan, maupun akhir Ramadhan. Yang akhirnya memperoleh rahmat terbesar itupun belum tentu orang yang banyak beribadah pada 10 hari terakhir, atau orang yang saat Lailatul Qadr turun ia sedang beribadah, melainkan orang yang memang taqwanya sudah dianggap di atas rata-rata oleh Allah.

Lalu apa yang membuat saya malu? Ya, saya mengharapkan limpe-nya (ndak tau apa bahasa Indonesianya) Allah. Seolah saya hanya berpenampilan baik saat Allah akan melakukan sidak. Padahal Allah bukan manusia yang menilai bawahannya baik hanya jika ketika dilakukan sidak ia terlihat sedang melakukan tugasnya dengan baik. Allah jauh lebih jeli sehingga keseluruhan perilaku kita Ia sudah tahu. Dan saya yakin bahwa Lailatul Qadr telah benar-benar turun pada orang yang tepat. Hingga saya pun ndak berani berharap mendapatkan rahmat terbesar itu,,,karena saya tahu ibadah saya masih jauh dari baik

 

So, Marhaban ya Ramadhan. Semoga tahun depan kita masih dapat berjumpa lagi dengan bulan suci ini. Amiiinn…

§ 11 Responses to Keutamaan Ramadhan"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>