September 2, 2008 at 8:09 pm
filed under Miscellaneous
Marhaban ya Ramadhan
Alhamdulillah,,kita masih bisa dipertemukan dengan bulan Ramadhan.
Sedikit mencuplik dari apa yang seorang ustadz sampaikan beberapa waktu lalu, bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
Bulan Ramadhan dapat disebut sebagai bulan tarbiyah atau pembinaan. Biasanya orang menganggap bahwa Ramadhan merupakan bulan di mana keimanan dan ketakwaan kita diuji. Jika hawa nafsu bisa lebih diumbar di bulan biasa, di bulan Ramadhan ini kita diminta tidak hanya tidak makan dan minum tapi juga menahan hawa nafsu lainnya seperti marah, dengki, iri, dan lain sebagainya.
Pemikiran semacam itu, justru menjadikan berat melaksanakan puasa. Seperti ketika menghadapi ujian yang kita merasa terbebani, kita pun akan merasa terbebani saat melaksanakan ibadah puasa. Oleh karenanya, menurut saya, bulan Ramadhan ini justru merupakan bulan kita latihan menahan hawa nafsu.
Atmosfer selama Ramadhan umumnya terasa sangat agamis sehingga enak dimanfaatkan untuk banyak-banyak melaksanakan ibadah. Pada bulan ini kita dilatih menjadi terbiasa banyak beribadah sehingga pada sebelas bulan berikutnya memperbanyak ibadah menjadi suatu hal yang bisa dengan mudah sering kita lakukan.
2. Bulan Maghfirah
Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh ampunan. Seolah tangan Allah terbuka lebar-lebar untuk ampunan atas dosa-dosa yang kita lakukan. Bahkan orang yang sudah ada di dalam kubur pun mendapat ampunan dari-Nya, berupa dihentikan siksaannya selama bulan ini.
Pada bulan ini, Allah mudah mengabulkan permintaan kita. Seolah Allah menjadi semakin ringan tangan dalam memberikan apa-apa yang kita minta. Segala urusan menjadi lebih mudah, rejeki terasa lebih lapang.
Pada bulan ini Allah menurunkan rahmat yang ditunggu-tunggu oleh semua umat Islam. Rahmat yang lebih baik dari malam seribu bulan. Lailatul Qadr.
Mengingat Lailatul Qadr sering membuat saya malu sendiri. Betapa dari dulu kecil saya memperbanyak ibadah hanya pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Padahal jika kita mengingat QS. AL Qadr, di situ disebutkan bahwa turunnya Al Qur’an adalah saat di mana Lailatul Qadr itu turun. Dan turunnya Al Qur’an ada pada tanggal 17 Ramadhan; bukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Hal ini berarti Allah sangat jauh lebih pintar dibanding kita. Kapanpun Dia menginginkan, maka Lailatul Qadr itu akan Ia turunkan, entah pada awal, pertengahan, maupun akhir Ramadhan. Yang akhirnya memperoleh rahmat terbesar itupun belum tentu orang yang banyak beribadah pada 10 hari terakhir, atau orang yang saat Lailatul Qadr turun ia sedang beribadah, melainkan orang yang memang taqwanya sudah dianggap di atas rata-rata oleh Allah.
Lalu apa yang membuat saya malu? Ya, saya mengharapkan limpe-nya (ndak tau apa bahasa Indonesianya) Allah. Seolah saya hanya berpenampilan baik saat Allah akan melakukan sidak. Padahal Allah bukan manusia yang menilai bawahannya baik hanya jika ketika dilakukan sidak ia terlihat sedang melakukan tugasnya dengan baik. Allah jauh lebih jeli sehingga keseluruhan perilaku kita Ia sudah tahu. Dan saya yakin bahwa Lailatul Qadr telah benar-benar turun pada orang yang tepat. Hingga saya pun ndak berani berharap mendapatkan rahmat terbesar itu,,,karena saya tahu ibadah saya masih jauh dari baik
So, Marhaban ya Ramadhan. Semoga tahun depan kita masih dapat berjumpa lagi dengan bulan suci ini. Amiiinn…
cinker
mohon maf lahir batin……!
akaldanhati
smoga ramadhan ini jauh lebih baik dari tahun2 sebelumnya,
aRuL
mer berramadhan
Kang Yayan
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Salam kenal..
selamat menunaikan ibadah sahaum ramadhan. dan mari kita kembangkan keran2 silaturrahiem melalui dunia blog, silturahiem: intelektual, emosional dan spiritual..
salam………….
BanNyu
Met Puasa juga yah … telat nih udah dapet 2 hari baru ngucapin, tapi ndak pa2 tho ?
Mohon maaf lahir batin.
ika
met menjalankan ibadah puasa ya…
Robert Manurung
selamat menjalankan ibadah puasa
minta izin nitip link artikel mengenai bocah berusia 4 tahun, Mirahel, yang tahun ini berbuka puasa tanpa ditemani ayahnya, karena sang ayah dibunuh dan dimutilas oleh Ryan :
http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/09/03/mirahel-belum-tahu-bapaknya-dibunuh-oleh-ryan/
siHarri
maaf lahir bathin mbae
budimeeong
Selamat menunaikan ibadah puasa ya mba..mohon maaf lahir batin
tren di bandung
salam kenal. semoga ALLAH selalu memberikan Ramadhan yang luar biasa dari tahun ke tahun.
rangkaian isra miraj (visi: syukur dan optimis), ramadhan (kapabilitas: ilmu & ‘amal), qurban (akselerasi: berani dan berkorban) diakhiri dengan hijrah (eksistensi: merdeka dan mandiri) senantiasa setiap tahun kita lalui sebagai tarbiyahNYA.
dan setiap hari kita do’akan dalam berlindung kepada ALLAH dari kecewa dan gelisah, bodoh dan malas, pengecut dan tidak mau berkorban, kesulitan ekonomi dan dominasi manusia lain.
selayaknya seorang muslim akan membaik kondisinya dari tahun ke tahun. tapi kenyataannya…
http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/06/ruhiyah-dan-rupiah-di-ramadhan-penuh-berkah-2/
achfaisol
terima kasih sharing info/ilmunya…
selamat Berpuasa… semoga segala ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin…
mengapa kita masih didera malas beribadah, baik mahdhah maupun ghayru mahdhah…? untuk itu saya membuat tulisan tentang
“Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?”
silakan berkunjung ke:
http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html
semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…
salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/