Iklan Partai
Kota di berbagai wilayah di Indonesia saat ini sedang banyak ditumbuhi pohon. Bukan pohon yang hijau itu. Melainkan pohon-pohon bambu berbendera bergambar berbagai partai. Memang unik bicara calon-calon legislatif pada periode ini. Mulai dari aksi kampanye (foto, puisi, slogan), iklan di TV, aliran kas di masyarakat yang cukup besar itu hingga calonnya itu sendiri yang beraneka latar belakang.

Sudah banyak yang berucap sekarang buanyak sekali pilihan caleg untuk dicontreng. Saking banyaknya, masyarakat bingung. Saking banyaknya juga, antar caleg dari partai yang sama harus saling beradu. Ah, lieur…
Yang belakangan merebak adalah kasus iklan PKS yang dinilai tidak etis. Iklan tersebut memanfaatkan momen panas antara kubu SBY dengan Mega. Dalam iklan tersebut ditunjukkan potongan-potongan berita media terkait sindiran-sindiran dari dua kubu itu.
Saya jadi ingat, suatu ketika pada awal kuliah. Pada kelas pengantar bisnis, ditayangkan berbagai iklan tipi yang dianggap kurang etis. Iklan tersebut merupakan iklan yang tayang di luar negeri. Yang saya ingat betul adalah iklan perseteruan Coca-cola dengan Pepsi (barangkali di YouTube masih ada). Di salah satu versi disebutkan, seorang anak kecil ingin membeli Pepsi melalui vending machine. Karena tangannya tidak bisa menjangkau kaleng Pepsi yang dibelinya, ia kemudian menggunakan kaleng Coca-Cola untuk dijadikan pijakan kaki. Jelas sekali terlihat logo Coca-Cola di kaleng pijakan itu. Lumayan frontal.
Melihat kasus iklan PKS, saya jadi ingat iklan Pepsi tersebut. Konon, di negara barat iklan semacam itu sudah biasa. Ada beberapa yang memang kemudian disidangkan. Akan tetapi, banyak yang dibiarkan saja. Menurut mereka mungkin kompetisi dengan cara demikian masih bisa dibilang sehat.
Lain halnya di Indonesia. Kubu Demokrat, Golkar, maupun PDI-Perjuangan merasa tidak terima dengan iklan tersebut. Mereka merasa terpojokkan dan menyayangkan sikap PKS. PKS sendiri menampik bahwa mereka bukannya mau ghibah (menggunjing) tentang keburukan orang lain karena toh masyarakat sudah tahu benar apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan masing-masing. PKS juga menyebutkan bahwa ia justru ingin mengajak agar semua rukun dan saling bersatu (ini ada di TVone kalau tidak salah).
PKS ini memang unik. Dibandingkan dengan beberapa partai lain, ia menggelontorkan biaya yang sedikit untuk belanja iklan di tipi. ‘Hanya’ sekitar Rp 2 M. Sementara Partai Gerindra, Demokrat, dan Golkar masing-masing mengeluarkan uang Rp 9 M; Rp 8,5 M; dan Rp 5 M untuk iklan di tipi. Sudah diamini banyak pihak bahwa menjadi ‘laku’ di masyarakat jaman sekarang susah. Butuh biaya yang besar karena pihak yang bermain sangat banyak di sana. Sudah menjadi red ocean, istilahnya.
Menurut Kotler (2006), iklan memiliki empat tujuan: informatif (memunculkan brand awareness dan pengetahuan terhadap produk), persuasif (mengajak orang untuk memiliki produk tersebut), reminder (menstimulasi pembelian ulang produk tersebut), dan penguatan (meyakinkan pada pembeli bahwa pilihan mereka untuk membeli produk yang diiklankan tersebut sudah tepat). Dalam menentukan budget iklan sendiri, salah satu hal penting yang harus diperhitungkan adalah banyaknya kompetitor. Semakin banyak kompetitor, semakin besar upaya yang harus dilakukan agar partainya terdengar di masyarakat. Hal ini sering juga berarti, uang untuk beriklan akan semakin besar.
Namun kenyataannya, dana kampanye terbatas. Ongkos produksi dan tayang iklan tidak bisa dibayar dengan daun. Akibatnya, dengan dana yang terbatas itulah para partai akan berupaya agar iklan yang dibuat se-efisien dan se-‘eye-catching’ mungkin. Nah, membuat iklan kontroversial bisa jadi salah satu caranya. Dengan iklan yang kontroversi, banyak pihak akan tertarik untuk melihat dan membahasnya. Maka, tujuan iklan agar informatif bisa tercapai. Belum lagi bila pihak yang disindir merasa tidak terima lalu di sana sini ia mengungkap kekecewaan terhadap iklan tersebut. Satu keuntungan tambahan bagi partai beriklan kontroversial, tentunya, karena ia akan memperoleh iklan gratis yang bahkan dilakukan oleh oposisi. Di sini, secara tidak langsung tujuan iklan sebagai reminder bagi partai beriklan kontroversi dapat tercapai.
Pertanyaannya, apakah iklan PKS tersebut boleh dilakukan? Secara hukum, saya tidak tahu peraturannya. Secara etika, IMHO, seharusnya iklan kontroversi bisa diganti dengan iklan lain yang lebih santun. Sebaik apapun tujuan iklan dia, akan ada pihak-pihak yang sakit hati. Di sisi lain, pihak yang satunya akan lebih baik bila tetap tenang. Itung-itung tidak memberikan iklan gratis bagi pihak lain. Dus, akan lebih mulia bila semua pihak dapat menjaga hati satu sama lain sehingga suasana tidak mengeruh dan tidak ada kesempatan bagi pihak luar untuk campur tangan urusan dalam negeri kita.
Omong-omong, dari berita yang saya lihat tempo hari, ada caleg yang berkunjung ke makam kyai di Jawa Timur demi berdoa agar menang dalam pemilihan kali ini. Ya,,ya,,,asal jangan kampanye di makam saja.
Gambar dicolong dari www.amanaf.net




February 17th, 2009 at 8:18 am
yah, eye-catchy dan fenomenal, memang pastinya berisiko terhadap sebuah tudingan ghibah.. tapi, yah, yang namanya politik emang banyak kepentingan..
yang jadi pertanyaan sekarang, mungkinkah sebuah PKS menjadi partai yang solid dan memenangi pemilu? kita lihat..
February 17th, 2009 at 10:04 am
eh? berdoa di makam?
bukan jadi musyrik itu jatuhnya?
February 17th, 2009 at 1:41 pm
“Namun kenyataannya, dana kampanye terbatas. Ongkos produksi dan tayang iklan tidak bisa dibayar dengan daun.” –> iya mbak…yang sekarang bisa dibayar pake daun kan biaya komunikasi salah satu penyedia layanan telpon selular…mungkin ini bisa dijadiin sarana kampanye juga…hemat…lha wong bayarnya pake daun… hehehehehehehe
eh, iya, salam kenal yah mba
February 17th, 2009 at 5:04 pm
poli tikus
February 17th, 2009 at 6:16 pm
Pada dasarnya yg tdk diperbolehkan adalah menjelek2kan partai tertentu. Menampilkan klipingan berita2 partai lain itu tdk ada hukumnya dan itu sah2 saja. Jd scara hukum PKS tdk dpt d perkarakan atau d jatuhi sanksi, krn itu bkn kejahatan maupun pelanggaran. Namun bgmanapun, apa yg d lakukan PKS adalah hal yg d luar etika, persaingan yg tdk sportif. Tujuannya pasti ada yg tentu saja dharapkan mnguntungkan mreka, mungkin salah satunya “ini adalah partai yg kerjanya ribut ngerebut kekuasaan melulu”. Blakangan ada alasan mreka utk “mempersatukan” itu hanyalah alasan baru yg d munculkan karna adanya protes2.
February 18th, 2009 at 2:16 am
alah, enyong ora paham politik mbekayu….. :ngapak mode max:
February 18th, 2009 at 7:12 am
Saya jg rada aneh liat pks… komentar dari ketuanya kadang rada gimana githu
February 18th, 2009 at 8:12 am
Walaupun sudah banyak iklan-iklan partai di tv, tapi sampai saat ini aku masih belum bisa menentukan partai apa yang akan saya pilih nanti mbak.
February 18th, 2009 at 9:58 am
ya.. bener itu, saking banyaknya saya juga malah bingung sendiri, apalagi tiap partai ada calegnya yang parahnya tidak kenal semua
February 18th, 2009 at 10:20 am
hawa persaingan makin memanas… dan semakin ngga sehat
February 18th, 2009 at 2:41 pm
Semakin dekat waktu pencontrengan, semakin panas juga persaingan antar parpol. Potensi konflik pun dikhawatirkan meruncing di pemilu 2009 ini. Tapi, tapi semoga aja nggak parah ya… Kita berharap semuanya berjalan lancar…
February 18th, 2009 at 5:49 pm
untuk PKS, menurut saya mereka hanya melanggar secara etika, tetapi tidak secara hukum.. pada akhirnya yang seperti itu bakal hilang dengan sendirinya. tp salut buat kreativitor pks yang bikin iklan se***** itu
untuk caleg yang bekunjung ke makam, saya doakan tidak berhasil di pemilu nanti. karena sudah tegolong syirik (baca : menyekutukan Allah) karena kalau kita memilih dia berarti kita akan dibawa syirik oleh wakil rakyat kita di DPR
oiya, sekalian mw ajakin kenalan nih mas wenny,,
salam kenal ya…
February 18th, 2009 at 6:16 pm
untung bokers masi kecil jadi gak arus mirin,,,
mau milih siapa nanti,,
salam kenal,,,
diarapin kunjungan baliknya ya,,,
February 18th, 2009 at 6:17 pm
eh ntu maksudnya mikir,,
sorry mbak,,
oya jangan lupa ya,,,
February 18th, 2009 at 7:09 pm
Fenomena byknya iklan² partai politik dalam mecari dukungan rakyat mmg beraneka ragam..tp justru bagi say yg otaknya g bisa memahami politik negeri ini malah makin bingung… g jelas visinya, g jelas realitanya, dan yg jelas malah kebohongannya…. mudah²an pemenang pemilu kali ini bisa mewujudkan haraapan rakyat di negri ini..amin..
February 18th, 2009 at 8:36 pm
iya yah mbak……… sampe saking banyaknya jalanan jadi penuh n rame ama poto-potonya para caleg yang bergaya ala model smua……..
February 18th, 2009 at 8:59 pm
untung saya blm 17 thn,
jd gak perlu mikirin hal yg beginian.
jd pucing..!
tp seru deh liat para petinggi negara adu bacot lewat partai mereka.
serasa nonton bola.
hha*
February 19th, 2009 at 4:18 am
Datang ke makam seorang kyai lalu berdoa belum tentu perbuatan syirik. Yang menjadi syirik adalah jika seandainya dia memohon kepada selain Allah dalam doanya. Kalau hanya bertawassul dalam berdoa dengan kesalehan almarhum kyai tersebut masih banyak para ulama yang memperbolehkan.
Untuk PKS kali ini, terlalu banyak kontroversi. Sangat berbeda jauh dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Dengan biaya produksi yang minim mengharap mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya kah?
February 19th, 2009 at 8:34 pm
Persaingan untuk merebut suara rakyat semakin ketat, partai melakukan berbagai cara untuk meraih dukungan,dari cara yang cerdas sampe cara yang kontroversi bahkan cara kotorpun kerap dilakukan, tinggal kita sebagai pemilih yang harus cerdas dlm menentukan pilihan.
February 26th, 2009 at 2:44 pm
bagi saya, iklan PKS edisi tsb adalah iklan yang cerdas.
Yang blunder adalah iklan versi pahlawan yang menampilkan Soeharto.
February 27th, 2009 at 8:54 pm
Kebanyakan iklan malah bingung pilih yg mana…..
Oya, salam kenal ya….
March 8th, 2009 at 2:47 pm
Wah belum ngeliat iklannya sih.Tapi aku pikir sh2 aja.selagi dalam batas - batas yang wajar .kan ada hukum kalo keberatan lapor aja .Iakan beres gitulhooh.Salam kenal ya