Goal Seeker dan Goal Getter

December 23rd, 2008 § 21 comments

Robert H. Schuller pernah berkata “Goals are not only absolutely necessary to motivate us. They are essential to really keep us alive.” Fisikawan Albert Einstein pun bernah berujar, “If you want to live a happy life, tie it to a goal, not to people or things.” Saya juga mengamini betapa pentingnya tujuan (goal) dalam hidup kita ini.

Penghujung 2008 sudah tiba dan sebentar lagi kita akan melangkah ke 2009. Menggantikan kata resolusi yang belakangan sudah sering didengung-dengungkan orang, goal (tujuan) apa yang akan (atau ingin) kita capai?

Menurut Anthony Dio Martin (cari di gugel siapa dia), ada dua tipe orang yang berbeda dalam memandang tujuan mereka. Pertama adalah goal seeker. Mereka ini orang yang berusaha menemukan tujuan-tujuan hidup. Mempertimbangkan hal-hal baik dan buruk yang bisa dicita-citakan. Tipe orang yang sangat baik. Sayangnya, that’s it. Cuma sampai pada tahap menemukan saja mereka. Tipe yang kedua adalah goal getter. Orang yang berusaha mewujudkan apa yang menjadi tujuannya. Mereka akan berusaha mencari jalan-jalan tikus untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan. Mereka bukan hanya pemimpi, tapi juga pewujud mimpi.

cxf366

Tapi, apa iya tipe kedua lebih baik daripada tipe pertama?
IMHO, tidak juga. Seorang goal getter yang baik harus bermula dari goal seeker yang baik. Akan percuma berjibaku mencapai tujuan bila di akhir baru sadar bahwa tujuan yang selama ini dikejar ternyata belum mendapat pertimbangan yang matang.

Lagi-lagi IMHO, tahap pertama yang harus dilalui adalah menjadi goal seeker. Tahu apa yang benar-benar diinginkan dan mempertimbangkan sudah benar dan baikkah keinginannya itu. Tidak berhenti di situ, tahap berikutnya yang sebaiknya dicapai adalah menjadi goal getter. Ketika sudah tahu apa yang dibutuhkan dan diinginkan, cari jalan untuk mewujudkan tujuannya itu. Bukan hal mudah karena ketika menghadapi jalan buntu menuju goal getter biasanya akan muncul godaan untuk mencari goal baru yang [dikiranya] memiliki pathways yang lebih mudah.

Agak ngawang-ngawang ya?
Mari kita riilkan. Saya sebetulnya suka menulis. Apalagi belakangan ada banyak kejadian di sekitar kita yang sangat menarik dijadikan bahan postingan. Saya sangat ingin membahas berbagai hal itu di blog ini. Seperti saat ramai-ramainya proyek Tangguh dibicarakan. Uniknya kasus ini ingin saya unggah di sini. Karenanya, saya gugling untuk mencari bacaan seputar proyek Tangguh, siapa-siapa saja tim negosiatornya, bagaimana kemungkinan berhasil, dsb. Sayangnya, begitu jari ini menekan tuts-tuts komputer, saya bingung harus menulis dari mana. Kata teman, menulislah dari awal. Saya tahu itu. Yang saya tidak tahu, yang mana awalnya dan bagaimana mengawalinya. Sulitnya membahas proyek Tangguh, membuat saya berkeinginan menulis tentang pro kontra UU BHP karena saya pikir akan lebih mudah membahasnya. Tapi ternyata, saya gagal lagi menulis tentang itu. Tetap saja sulit dalam menemukan solusi yang mungkin bagi wacana ini. Makanya, banyak ide menulis yang akhirnya hanya tersimpan di otak dan tidak terealisir. Jadilah saya goal seeker, bukan [belum ding] jadi goal getter.

tsf201Kata Anthony lagi, inilah titik kritis di mana kalau goal seeker tidak mengalami transformasi menjadi seorang goal getter, waktu hidupnya akan terus-menerus dipakai untuk mencari goal yang baru. Akibatnya, setelah beberapa lama, entah beberapa bulan bahkan beberapa tahun, goal seeker tidak menghasilkan apa-apa sama sekali. Mereka kelihatan sibuk, tetapi pada dasarnya tidak menghasilkan apa pun (busy but not productive!).

Apa yang dibutuhkan seorang goal seeker untuk menjadi goal getter adalah momentum. Umumnya, excuse yang dibuat adalah ‘timing‘. Nunggu waktu yang tepat. Actually, waktu yang tepat itu bukan ditunggu tapi dicari. Seperti rejeki yang katanya ada di tangan Tuhan. Kalau tidak berusaha kita capai ya rejeki itu akan selalu ada di tangan Tuhan.

Jadi, moral of the post-nya adalah bermimpilah. Mimpilah setinggi-tinggi dan seluas-luasnya. Tapi jangan lupa buat pijakan yang tinggi pula. Agar semakin dekat kita dengan mimpi itu.

§ 21 Responses to Goal Seeker dan Goal Getter"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>