<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>wennyaulia.com</title>
	<atom:link href="http://wennyaulia.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wennyaulia.com</link>
	<description>Blog-nya Wenny. Wenny Aulia.</description>
	<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 05:43:22 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>QOTD</title>
		<link>http://wennyaulia.com/qotd.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/qotd.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 05:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Gak Penting]]></category>

		<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=660</guid>
		<description><![CDATA[Our deepest fear is not that we are inadequate.
Our deepest fear is that we are powerful beyond measure.
We ask ourselves &#8216;who am I to be brilliant, gorgeous, talented and fabulous?&#8217;
Actualy, who are you not to be?
We were born to make manifest
the glory of God that is within us.
And as we let our own light shine,
We [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Our deepest fear is not that we are inadequate.<br />
Our deepest fear is that we are powerful beyond measure.<br />
We ask ourselves &#8216;who am I to be brilliant, gorgeous, talented and fabulous?&#8217;<br />
Actualy, who are you not to be?<br />
We were born to make manifest<br />
the glory of God that is within us.<br />
And as we let our own light shine,<br />
We unconsciously give other people permission to do the same.~akeelah and the bee</p></blockquote>
<p>Bapak, who always teach me how to live and stay alive, who always make me sure that I can do anything I want, get well soon yah. Love u a lot <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/qotd.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Biennale Anak 2009</title>
		<link>http://wennyaulia.com/biennale-anak-2009.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/biennale-anak-2009.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 05:41:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=653</guid>
		<description><![CDATA[Setelah ajang Biennale X pada tanggal 10 Desember 2009-10 Januari 2010 lalu, masyarakat Jogja kembali berkesempatan menikmati pameran seni budaya yang bertajuk Biennale Anak Jogja 2009. Sesuai dengan namanya, acara ini memang ditujukan untuk mengenalkan seni dan kreativitas pada anak-anak.
Berbagai acara digelar, seperti pameran lukisan, nonton bioskop gratis khusus anak, karnaval, seminar, dan juga talkshow. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah ajang Biennale X pada tanggal 10 Desember 2009-10 Januari 2010 lalu, masyarakat Jogja kembali berkesempatan menikmati pameran seni budaya yang bertajuk Biennale Anak Jogja 2009. Sesuai dengan namanya, acara ini memang ditujukan untuk mengenalkan seni dan kreativitas pada anak-anak.</p>
<p>Berbagai acara digelar, seperti pameran lukisan, nonton bioskop gratis khusus anak, karnaval, seminar, dan juga talkshow. Central point dari acara ini adalah Ceria Wonderland. Dari yang saya pahami, konsepnya mirip seperti Kidzania. Tiap anak yang ingin berpartisipasi diharuskan membawa barang bekas dari rumah untuk kemudian ditukar dengan uang dolanan (kalau tidak salah, di media-media ditulis uang dolanan bisa didapat dengan membeli pakai uang riil)<span id="more-653"></span>. Akan ada panitia yang menaksir nilai barang bekas tersebut jika ditukarkan dengan uang. Sesudah itu, si anak dapat masuk ke arena yang berisi toko-toko, workshop, flying fox (eh bener ada ini ga ya), taman pasir, dll. Jika si anak kehabisan uang, mereka dapat mencari uang dengan cara berpartisipasi aktif di workshop tersebut. FYI, orang dewasa tidak diijinkan masuk ke arena Ceria Wonderland.<br />
<a href="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/ruang-boneka.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-657" title="ruang boneka" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/ruang-boneka-300x224.jpg" alt="ruang boneka" width="300" height="224" /></a><br />
<a href="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/lukisan-anak.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-654" title="lukisan anak" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/lukisan-anak-300x224.jpg" alt="lukisan anak" width="300" height="224" /></a><br />
<a href="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/ceria-wonderland.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-656" title="ceria wonderland" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/ceria-wonderland-300x224.jpg" alt="ceria wonderland" width="300" height="224" /></a><br />
<a href="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/mewarna-dg-kuku.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-655" title="mewarna dengan kuku" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/mewarna-dg-kuku-300x225.jpg" alt="mewarna dengan kuku" width="300" height="225" /></a><br />
Mungkin karena baru pertama kali digelar, acara ini masih ada kekurangan di beberapa hal. Agenda acara di hari saya kesana kemarin tidak sama dengan yang ada di fesbuk. Biennale ini juga meliputi beragam acara. Sayangnya, panitia kurang &#8216;beredar&#8217; jadi bingung juga mau tanya ke mana.</p>
<p>Namun, di luar semua itu, saya mengapresiasi adanya acara ini. Ada tempat yang bisa dipergunakan untuk mengenalkan seni dan kreativitas pada anak sehingga tempat bermain anak tidak melulu mall. Yang belum ke sana, dateng aja. Sekedar tips, lebih baik parkir di luar TBY dan bawa barang bekas yang banyak untuk bermain di Ceria Wonderland <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/biennale-anak-2009.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ayah&#8230;</title>
		<link>http://wennyaulia.com/ayah.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/ayah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 15:59:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=648</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan sering merasa kangen sekali dengan sang Ibu
Lalu bagaimana dengan Ayah?

Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari kamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan sering merasa kangen sekali dengan sang Ibu</p>
<p style="text-align: left;">Lalu bagaimana dengan Ayah?<br />
<a href="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2009/11/father.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-649" title="father" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2009/11/father.gif" alt="father" width="296" height="296" /></a><br />
Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari kamu akan merasa kehilangan sekalinya beliau tidak menelepon,<br />
tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?<br />
<span id="more-648"></span><br />
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,<br />
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?</p>
<p>Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil, Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda<br />
Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu<br />
Kemudian Ibu bilang, &#8220;Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya.&#8221;<br />
Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka</p>
<p>Tapi sadarkah kamu?<br />
Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.</p>
<p>Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.<br />
Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas, &#8220;Boleh. Kita beli nanti. Tidak sekarang.&#8221;<br />
Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?</p>
<p>Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata, &#8220;Sudah dibilang! Kamu jangan minum es!&#8221;.</p>
<p>Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut<br />
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu</p>
<p>Ketika kamu sudah beranjak remaja, kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan &#8220;Tidak boleh!&#8221;<br />
Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?<br />
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang luar biasa berharga</p>
<p>Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu&#8230;</p>
<p>Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu<br />
Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,<br />
Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu<br />
Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?</p>
<p>Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia<br />
Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..<br />
Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?</p>
<p>Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.<br />
Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir</p>
<p>Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut<br />
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu<br />
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?</p>
<p>&#8220;Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah&#8221;</p>
<p>Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur<br />
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti</p>
<p>Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah</p>
<p>Disaat kamu butuh uang untuk membiayai kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.<br />
Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain<br />
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan,<br />
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah &#8220;Tidak. Tidak bisa.&#8221;</p>
<p>Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan, &#8220;Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu&#8221;<br />
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?</p>
<p>Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana,</p>
<p>Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.<br />
Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat &#8220;putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang&#8221;</p>
<p>Ketika kamu menjadi gadis dewasa<br />
Dan kamu pergi ke kota lain<br />
Ayah akan melepasmu di bandara</p>
<p>Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?<br />
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini-itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati</p>
<p>Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat</p>
<p>Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata &#8220;Jaga dirimu baik-baik ya sayang&#8221;</p>
<p>Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT&#8230;kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.</p>
<p>Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya<br />
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin</p>
<p>Karena Ayah tahu,<br />
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti untuk menjagamu</p>
<p>Dan,<br />
Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia<br />
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi ke belakang panggung sebentar, dan menangis?</p>
<p>Ayah menangis karena Ayah sangat berbahagia dan berdoa<br />
&#8220;Ya Allah telah kuselesaikan tugasku<br />
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik<br />
Bahagiakanlah ia bersama suaminya&#8221;</p>
<p>Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk<br />
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih<br />
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya</p>
<p>Ayah telah menyelesaikan tugasnya</p>
<p>Ayah, Bapak, Papa, atau Abah kita<br />
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat<br />
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis<br />
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu<br />
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa KAMU BISA</p>
<p><em>Tulisan ini didapat dari notes seorang teman, dengan saya ubah sedikit. <del datetime="2009-11-27T16:09:10+00:00">Hai, Can!</del><br />
Mengingatkan saya pada masa yang insyaAllah tidak lama lagi tiba. Saat saya akhirnya harus pisah rumah dengan orang tua. Bapak..Ibu.. :((</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/ayah.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penelope</title>
		<link>http://wennyaulia.com/penelope.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/penelope.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 15:45:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=641</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;no matter how much I want to believe there&#8217;s one man who won&#8217;t run away&#8221;
Akibat kesalahan dari kakek kakek kakek buyutnya, Penelope Wilhern terpaksa menanggung kutukan menjadi bermuka babi. Ralph Wilhern memilih orang yang salah untuk dibuat patah hati. Luckily, Penelope menjadi anak perempuan pertama di keluarga Wilhern sejak masanya Ralph.Old money, blue blood, and [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://teenenglish.co.kr/data/movie/hr_Penelope_poster.jpg" alt="" width="302" height="438" /></p>
<blockquote><p>&#8220;no matter how much I want to believe there&#8217;s one man who won&#8217;t run away&#8221;</p></blockquote>
<p>Akibat kesalahan dari kakek kakek kakek buyutnya, Penelope Wilhern terpaksa menanggung kutukan menjadi bermuka babi. Ralph Wilhern memilih orang yang salah untuk dibuat patah hati. <em>Luckily</em>, Penelope menjadi anak perempuan pertama di keluarga Wilhern sejak masanya Ralph.<span id="more-641"></span><em>Old money, blue blood, and society sweethearts</em> menjadi gambaran dari keluarga Wilhern. Di tengah segala kesempurnaan itu, hidung Penelope menjadi suatu cacat besar bagi keluarga. Tak heran, sang ibu menjadi sangat protektif dan melarang P untuk keluar rumah sama sekali.</p>
<blockquote><p>&#8220;only one of your own kind to claims this daughter as their own &#8217;till death do they part&#8217; will the curse be broken.&#8221;</p></blockquote>
<p>Untuk melepas kutukan itu, P harus menikah dengan seorang laki-laki. Bukan hal yang mudah karena setiap laki-laki yang datang, selalu kemudian lari setelah melihat hidung besar P.</p>
<p>Film ini <em>fairy tale</em> sekali. Sepertinya bukan tipikal film yang akan mendapat penghargaan. Tapi apalah arti penghargaan. Bagi saya, Penelope mengajarkan untuk mensyukuri apa yang ada pada diri kita. Sekalipun itu kekurangan. <del datetime="2009-11-27T15:27:18+00:00">Jadi inget quote dari temen; berusaha mencintai dengan sempurna dia yang tidak sempurna.</del> Dan James McAvoy..God, ganteng sekali di film ini. Hahaha&#8230; Worth to watchlah. Dari skala 10, nilai total 7 <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/penelope.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Inggris dari Kacamata Saya</title>
		<link>http://wennyaulia.com/inggris-dari-kacamata-saya.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/inggris-dari-kacamata-saya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 07:46:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>

		<category><![CDATA[Kompetisi Blog EducationUK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=638</guid>
		<description><![CDATA[
Mungkin ada 1001 lebih alasan mengapa saya begitu ingin belajar ke Inggris. Pertama, mainly because they speak english, bahasa yang secara de facto diakui dan digunakan di lebih dari separuh penjuru dunia. Ada yang bilang logat mereka sulit dipahami. Scousers (Liverpool) bicara dengan dialek yang berbeda dibandingkan Cockneys (London) atau Brummies (Birmingham). Tapi ada juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/dcdead/3465742290/"><img src="http://img195.imageshack.us/img195/8748/34657422903b569c2c57.jpg" alt="Westminster Palace &#038; Big Ben" /></a></p>
<p>Mungkin ada 1001 lebih alasan mengapa saya begitu ingin belajar ke Inggris. Pertama, <em>mainly because they speak english</em>, bahasa yang secara <em>de facto</em> diakui dan digunakan di lebih dari separuh penjuru dunia. Ada yang bilang logat mereka sulit dipahami. Scousers (Liverpool) bicara dengan dialek yang berbeda dibandingkan Cockneys (London) atau Brummies (Birmingham). Tapi ada juga yang bilang aksen orang Inggris terdengar unik dan seksi. Saya yakin itu semua tak cuma memperkaya kemampuan berbahasa Inggris saya, tetapi juga memperkaya pengetahuan tentang budaya dan sosiologi orang Inggris.</p>
<p>Kedua, Inggris juga punya kota-kota yang menarik. London misalnya, adalah ibukota yang begitu <em>iconic</em>, multikultural, sekaligus <em>exciting</em> untuk dijelajahi. Bath, kota yang unik dan eksentrik, seperti kota di Eropa daratan yang &#8220;salah tempat&#8221; diletakkan di Inggris. York, kota yang dikelilingi benteng dengan arsitektur historis. Atau Edinburgh, kota tua yang penuh dengan benteng dan kastil gagah dan kontemporer. Yang tak kalah menarik tentunya <em>countryside</em> di highland Skotlandia yang penuh dengan obyek pemandangan alam menakjubkan.</p>
<p>Kalau soal mutu pendidikan, rasanya Inggris tak perlu dipertanyakan lagi. Oxford dan Cambridge adalah salah dua universitas tertua yang reputasinya diakui dunia. Universitas-universitas lain seperti Nottingham, Manchester, Newcastle, York, Warwick, Imperial College, dan sebagainya juga sudah jadi langganan papan atas di peringkat universitas terbaik dunia. Lulusan-lulusan Inggris juga terbukti memegang posisi penting di Indonesia, misalnya Juwono Sudarsono (mantan Menhan), Dino Patti Djalal (Jubir Presiden), atau Marty Natalegawa (Menlu).<span id="more-638"></span></p>
<p>Selain mutu pendidikannya sudah teruji, pelajar/mahasiswa di Inggris juga menikmati &#8220;<em>privilege</em>&#8221; lebih. Kita bisa mendapatkan <em>rail card</em> atau <em>bus card</em> yang jauh lebih murah daripada tarif umum. <em>Student discount</em> juga lazim diberikan oleh <em>retailer-retailer</em> ternama di Inggris. Kalau mau, pelajar/mahasiswa juga diperbolehkan mengambil pekerjaan <em>part time</em> hingga 40 jam per minggu tanpa dipotong pajak. Jadi, biarpun orang bilang studi di luar negeri (terutama di Inggris) itu mahal, sebetulnya tidak mahal-mahal amat &#8212; apalagi bila melihat begitu banyak yang bisa kita peroleh di sana.</p>
<p><object width="480" height="385"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/etUq95XKGiw&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/etUq95XKGiw&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"></embed></object></p>
<p>Tapi kalau boleh jujur, sesungguhnya yang pertama kali mengenalkan saya dengan Inggris adalah Mr. Bean. Mr. Bean adalah karakter &#8220;anak-anak&#8221; yang ada dalam tubuh orang dewasa. Biarpun terlihat lugu dan bodoh, Mr. Bean membuat saya mengenal begitu banyak hal tentang Inggris dari perspektif yang tidak biasa. Dari Mr. Bean saya punya gambaran tentang seperti apa itu kota London utara, seperti apa London National Gallery, bagaimana <em>english breakfast</em> disajikan, sampai soal <em>day saving time</em> (DST), yaitu dimana waktu dimajukan satu jam ketika <em>summer</em> dan dimundurkan juga satu jam ketika <em>winter</em> menjelang.</p>
<p>Dalam setiap episodenya, Mr. Bean digambarkan sebagai sosok yang aneh dan kurang rasional. Uniknya, ia selalu punya jalan keluar terhadap masalahnya sendiri &#8212; walaupun jalan keluar itu seringkali nyeleneh dan tak pernah kita pikirkan. Misalnya, ia memasang kunci gembok di pintu mobilnya dan mencopot setir untuk mencegah pencuri mengambil mobilnya. Atau, ketika Mr. Bean memanfaatkan sejumlah mercon yang diletakkan di dalam kaleng cat untuk mewarnai dinding apartemennya dengan cepat dan praktis. Ini mengajarkan saya bahwa satu masalah sesungguhnya bisa diselesaikan dengan banyak alternatif solusi.</p>
<p>Belakangan saya baru tahu bahwa Mr. Bean adalah hasil <em>project</em> Rowan Atkinson ketika masih menyelesaikan studinya di Oxford University &#8212; dan tentu saja bahwa Rowan Atkinson ternyata juga tidak sebodoh apa yang ia perankan. Sebaliknya, ternyata butuh talenta dan kemampuan yang luar biasa untuk menghidupkan karakter seorang Mr. Bean menjadi tontonan yang enak dinikmati. Memang benar, ia adalah tokoh yang terlihat remeh dan terlalu sederhana. Namun justru kesederhanaan itu yang membuat saya makin penasaran sekaligus tertarik untuk mendalami lebih jauh tentang Inggris.</p>
<p>Tentu saja Inggris bukan surga yang maha sempurna. Ada sebagian orang yang mengeluh bahwa cuaca di Inggris begitu <em>horrible</em>, banyak hujan dan jarang matahari memamerkan sinarnya. Sebagian orang yang lain mengeluhkan bahwa makanan di Inggris cenderung tawar dan kurang kaya citarasa. Tapi seperti kata pepatah, &#8220;<em>When in Rome, do what Romans do</em>.&#8221; Ketika nanti saya bisa ke Inggris, yang harus saya lakukan adalah membiasakan dan mengadaptasikan diri dengan apa yang orang-orang Inggris lakukan &#8212; termasuk soal cuaca dan makanan.</p>
<p>To sum up, I belief that everyone should have to experience life abroad on their own. It will definitely changes who you are and what you find important in your life. Thanks to Mr. Bean, my choice is now become obvious: <strong>England</strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/inggris-dari-kacamata-saya.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengkaji Lagi Tentang Kekayaan Intelektual</title>
		<link>http://wennyaulia.com/mengkaji-lagi-tentang-kekayaan-intelektual.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/mengkaji-lagi-tentang-kekayaan-intelektual.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 17:07:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[kekayaan intelektual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=630</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Increasingly, companies that are good at managing intellectual property will win. The ones that aren&#8217;t will lose.&#8221; &#8212; Richard Thoman, CEO of Xerox Corporation
World Intellectual Property Organization (WIPO) mendefinisikan kekayaan intelektual sebagai &#8220;the rights to literary, artistic and scientific works; performances of performing artists: phonograms, and broadcasts; inventions in all fields of human endeavour; scientific [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/prozac74/3665882917/"><img src="http://img39.imageshack.us/img39/6671/intellectualproperty.jpg" alt="Kekayaan Intelektual" /></a></p>
<blockquote><p>&#8220;Increasingly, companies that are good at managing intellectual property will win. The ones that aren&#8217;t will lose.&#8221; &#8212; Richard Thoman, CEO of Xerox Corporation</p></blockquote>
<p>World Intellectual Property Organization (WIPO) mendefinisikan kekayaan intelektual sebagai &#8220;<em>the rights to literary, artistic and scientific works; performances of performing artists: phonograms, and broadcasts; inventions in all fields of human endeavour; scientific discoveries; industrial designs; trademarks, servicemarks, and commercial names and designations; protection against unfair competition; and all other rights resulting from intellectual activity in the scientific, literary or artistic fields.</em>&#8221;</p>
<p>Kekayaan intelektual begitu luas &#8212; bisa berupa paten, <em>copyright</em>, <em>trademark</em>, <em>registered design</em>, <em>trade secret</em>, <em>confidential agreement</em>, dan sebagainya. Semuanya sama-sama bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum bagi pemilik inovasi. Perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual (HKI) menjadi penting karena kita berada pada era <em>knowledge economy </em>yang didominasi oleh <em>intellectual capital </em>dan <em>intangible assets</em>. Oleh karena itu, bagaimana kemampuan mengelola <em>intellectual capital </em>dan <em>intangible assets </em>itulah yang menentukan maju tidaknya suatu negara di zaman ini.<span id="more-630"></span></p>
<p>Kita semua tahu bahwa tanpa adanya perlindungan atas HKI, penemuan-penemuan seperti mobil, komputer, atau ponsel yang biasa kita gunakan, mustahil tercipta. HKI tak cuma melindungi suatu karya intelektual, tetapi juga meng-<em>encourage </em>adanya inovasi-inovasi baru. HKI memungkinkan para inovator untuk meng-<em>appropriate </em>hasil jerih payahnya. HKI menjadi kian penting karena dengan semakin meleburnya batas-batas geografis dan berkembangnya teknologi informasi, risiko dan ancaman terhadap kekayaan intelektual semakin besar.</p>
<p>Joseph Schumpeter pernah mengatakan bahwa kapitalisme akan jatuh ke tangan kaum terpelajar (intelektual). Zaman &#8220;dulu&#8221;, mereka yang berkuasa adalah mereka yang punya kekayaan alam melimpah dan sumber daya manusia yang besar. Tapi saat sekarang sudah terjadi pergeseran dimana &#8220;<em>currency</em>&#8221; yang dipakai bukan lagi kekayaan alam, melainkan kekayaan intelektual. Makin besar kekayaan intelektual yang dimiliki, makin kuat pula <em>bargaining power </em>suatu negara. Dan selama tingkat inovasi di Indonesia masih rendah, maka Indonesia akan selalu bergantung pada negara-negara lain yang memiliki inovasi tinggi.</p>
<p>Tentu pemerintah mengemban tugas yang luar biasa penting untuk menstimulus inovasi-inovasi baru di Indonesia. Salah satu cara terbaik untuk itu adalah dengan memberikan perlindungan dan penghargaan terhadap HKI secara lebih baik. Amerika Serikat, misalnya (<em>so sorry but yes there are still so many things we can learn from them</em>). Di era 1970an, Amerika relatif tertinggal dalam hal perkembangan teknologi dan industri. Pemerintah saat itu kemudian mereformasi kebijakan <em>intellectual property rights </em>(IPR) mereka seperti misalnya memberikan kemudahan proses aplikasi, memperluas perlindungan IPR ke bidang-bidang baru, dan memberikan insentif terhadap aktivitas <em>research and development </em>(R&#038;D). Bandingkan hasilnya sekarang.</p>
<p>Tapi kita juga musti ingat bahwa peneliti/inovator yang handal, belum tentu juga manajer/entrepreneur yang jempolan. Oleh karena itu, peran pemerintah juga diperlukan dalam mengawinkan mereka dengan pemodal, membantu membuka jaringan pasar, hingga menciptakan iklim industri yang kondusif. Kasus pembajakan <em>software </em>misalnya. Daya beli kita memang lemah, tapi bukan berarti kita boleh membajak seenaknya. Harusnya <em>programmer </em>dalam negeri didorong untuk membuat <em>software </em>yang berguna, dibantu dalam permodalan, dibuatkan kampanye pemasaran yang cerdas, sampai saatnya dunia bisa berputar dengan <em>software </em>buatan sendiri.</p>
<p>Kita sering terbius dengan dogma bahwa tanah kita adalah surga yang kaya akan sumber daya alam. Tapi kita lupa bahwa kekayaan alam itu cuma pemberian yang bisa habis kapan saja. Sebaliknya, kekayaan intelektual adalah sesuatu yang <em>indefinite</em>, tak terbatas, dan bisa terus dieksplorasi tanpa takut kehabisan. Terakhir, sudah saatnya kita berpaling pada inovasi untuk menghasilkan karya intelektual baru. Dan itu harus dimulai dari menghargai hasil karya intelektual orang lain &#8212; sebelum mengharapkan orang lain untuk menghargai karya intelektual kita.</p>
<p><a target="_blank" href="http://teknopreneur.com/content/kompetisi-menulis-blog//"><img width="375" height="70" border="0" alt="Teknopreneur" src="http://www.teknopreneur.com/sites/default/files/banner.gif" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/mengkaji-lagi-tentang-kekayaan-intelektual.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Bank Syariah Tidak Mungkin Berkembang di Indonesia?</title>
		<link>http://wennyaulia.com/mengapa-bank-syariah-tidak-mungkin-berkembang-di-indonesia.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/mengapa-bank-syariah-tidak-mungkin-berkembang-di-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 18:02:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<category><![CDATA[bank]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=624</guid>
		<description><![CDATA[
Topik tentang perbankan syariah di Indonesia selalu menarik untuk dibahas. Indonesia adalah negeri dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, namun faktanya bukan bank syariah yang menguasai pasar. Penguasaan pasar bank syariah masih tak lebih dari 5% dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit. Ironisnya, di beberapa negara yang dianggap (maaf) &#8220;kafir&#8221; seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/k-wood/2259367328/"><img src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2009/09/islamic-banking.jpg" alt="Islamic Banking" /></a></p>
<p>Topik tentang perbankan syariah di Indonesia selalu menarik untuk dibahas. Indonesia adalah negeri dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, namun faktanya bukan bank syariah yang menguasai pasar. Penguasaan pasar bank syariah masih tak lebih dari 5% dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit. Ironisnya, di beberapa negara yang dianggap (maaf) &#8220;kafir&#8221; seperti Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Australia, atau Singapura, praktik perbankan syariah justru lebih berkembang pesat.</p>
<p>Padahal, angin yang bertiup seharusnya menguntungkan bagi bank syariah untuk mengembangkan layarnya. Tahun 2003 lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memfatwakan bunga bank sebagai riba. Arsitektur Perbankan Indonesia juga sudah memfasilitasi keberadaan bank syariah. Syarat modal minimum pendirian bank umum syariah juga lebih rendah daripada bank umum konvensional. Selain itu, sejumlah krisis dan resesi keuangan juga sudah menjadi bukti nyata bahwa bank syariah lebih kebal daripada bank konvensional. Tapi bank syariah bahkan belum mampu menguasai 10% saja dari pasar perbankan nasional.</p>
<p>Lantas, dimana letak permasalahannya?<span id="more-624"></span></p>
<p><strong>Perdebatan Konseptual</strong></p>
<p>Dalam hal perbankan syariah itu sendiri, masih terdapat banyak perdebatan mengenai mana yang <em>syariah-compliant</em> dan mana yang tidak. Misalnya, di Malaysia, skema <em>musyarakah</em> mewajibkan adanya jaminan kredit (<em>collateral</em>), sementara banyak juga yang tidak membenarkan adanya <em>collateral</em> (misal Bahrain dan Mesir). Di Indonesia, standar akuntansi (PSAK) 59 mensyaratkan perbankan syariah menganut <em>accrual basis</em>, namun pada praktiknya belumlah seragam. Ada yang melarang untuk mengakui pendapatan di masa depan yang belum pasti (<em>gharar</em>). Sebaliknya ada pula yang menganggap sepanjang parapihak sudah mengikat akad yang jelas, maka transaksi tersebut telah <em>compliant</em>.</p>
<p>Harus diakui bahwa banyak prinsip-prinsip dasar perbankan syariah yang masih belum mencapai kesepakatan. Para ulama saja mendefinisikan batasan &#8220;riba&#8221; dengan penafsiran yang berbeda. Kalau perbedaan itu tidak diselesaikan, bagaimana mereka bisa menentukan bahwa bank X atau produk Y telah &#8220;<em>syariah-compliant</em>&#8221; atau belum? Kalau perdebatan-perdebatan ini tidak segera dituntaskan, kapan bank syariah bisa berkembang? Tentu saja <em>ambiguity</em> yang muncul tersebut bisa menjadi faktor penghambat yang cukup signifikan.</p>
<p><strong>Persepsi Masyarakat Awam</strong></p>
<p>Di lapangan, masih ada stereotip bahwa bank syariah adalah eksklusif milik orang Islam. Penamaan istilah/produk yang berbau &#8220;arab&#8221; justru kontraproduktif bagi mereka yang non-muslim. Konsep bunga versus konsep bagi hasil juga belum sepenuhnya bisa dipahami &#8212; bahkan oleh orang Islam sendiri. Bagi non-muslim, bank syariah sering dipahami sebagai institusi agama dengan &#8220;adat-istiadat&#8221; yang tidak mereka ketahui sebelumnya (misalnya mengucap salam atau tidak berjabat tangan dengan yang berlawanan jenis) dan itu tidak bisa mereka pelajari dalam semalam. Pertanyaannya, sejauh mana bank syariah bisa &#8220;mentoleransi&#8221; mereka yang non-muslim?</p>
<p>Situasi ini makin diperparah dengan masih minimnya sumber daya manusia yang benar-benar mumpuni dalam hal perbankan syariah. Kita punya banyak ekonom dan ahli keuangan konvensional handal. Tapi berapa banyak yang paham betul soal ekonomi dan keuangan syariah? Sudahkah pendidikan terhadap ekonomi dan keuangan syariah masuk ke level sekolah menengah, sekolah kejuruan, atau universitas. Jika ya, sejauh mana penetrasinya? Apakah mereka yang saat ini menjadi profesional di bank syariah sudah memiliki latar belakang pendidikan dan/atau sertifikasi yang memadai di bidang perbankan syariah? Bagaimana dengan kompetensi mereka yang duduk di Dewan Syariah Nasional (DSN) dan Dewan Pengawas Syariah (DPS)?</p>
<p><strong>Pemberdayaan Masyarakat Bawah</strong></p>
<p>Perbankan syariah idealnya mengemban misi untuk mengangkat kaum bawah &#8212; ini bukan berarti bahwa bank syariah tidak boleh mencari laba yang halal. Sayangnya, kebanyakan bank syariah justru merupakan bank konvensional yang membuka unit/cabang syariah semata-mata untuk menggarap potensi pasar. Personel dari bank konvensional disulap menjadi staf yang lebih agamis. Produk syariah yang gencar dipasarkan juga produk-produk yang bersifat konsumtif seperti kredit kendaraan, KPR, dan sebagainya. Mereka yang oportunis inilah yang dikuatirkan akan melupakan misi untuk memberdayakan ekonomi kelas bawah. Apalagi, bila diperhatikan peningkatan NPL (<em>Non Performing Loan</em>) yang cukup tinggi beberapa tahun terakhir menunjukkan indikasi bahwa divisi <em>marketing</em> bank syariah lebih agresif daripada divisi <em>treasury</em>-nya. Dikuatirkan bank syariah justru menarik bagi &#8220;kalangan tertentu&#8221; yang sebenarnya berisiko finansial lebih tinggi.</p>
<p>Selain itu, tak sedikit yang berpendapat bahwa produk-produk seperti <em>murabahah</em>, <em>ijarah</em>, <em>sukuk</em>, dan sebagainya sejatinya hanyalah produk bank konvensional yang &#8220;diislamkan&#8221; agar sesuai aturan syariah. Kalau benar-benar mementingkan <em>welfare</em>, seharusnya pinjaman Rp 1 juta saat ini akan dibayar Rp 1 juta juga 5 tahun nanti, tanpa biaya provisi, administrasi, atau keuntungan bank. Nyatanya, mayoritas produk bank syariah masih patuh pada asas <em>time value of money</em> &#8212; kecuali <em>mudarabah/musyarakah</em> dan <em>qard al hasan</em>. Jika sudah demikian, tidak salah bila disimpulkan bahwa bank syariah belum mengemban tugasnya secara maksimal.</p>
<p><strong>Pasar Emosional vs. Pasar Rasional</strong></p>
<p>Seperti kita ketahui, prinsip syariah secara umum menolak riba dan menggunakan konsep perdagangan/jual-beli. Konsekuensi inherennya, mereka akan dikenakan pajak atas &#8220;transaksi&#8221; jual-beli tersebut. Dus, pajak berganda ini membuat bank syariah menjadi kurang menarik dan kurang kompetitif bagi pasar yang rasional. Pasar uang bank syariah juga belum efisien dan memiliki banyak instrumen, sehingga bank syariah &#8220;menjual&#8221; uangnya dengan <em>rate</em> yang lebih tinggi daripada bank konvensional. Wajar bila banyak masyarakat yang mengeluh bahwa bank syariah lebih &#8220;mahal&#8221; daripada bank konvensional.</p>
<p>Pada perbankan konvensional, jaminan yang diminta selalu lebih tinggi daripada kredit yang diberikan. Dengan demikian, bank konvensional bisa menekan biaya <em>overhead</em>. Sebaliknya, bank syariah biasanya memiliki biaya <em>overhead</em> yang lebih tinggi karena mereka harus mengedukasi nasabahnya. Pasar yang rasional tentu akan memilih bank konvensional daripada bank syariah. Celakanya, di Indonesia, pasar yang rasional masih jauh lebih besar daripada pasar yang emosional &#8212; bahkan tak sedikit orang Islam yang masuk ke pasar rasional.</p>
<p><center>* * *</center></p>
<p>Dari uraian di atas, bukan berarti perbankan syariah di Indonesia tidak berprospek dan tidak potensial. Perbankan syariah adalah bentuk perbankan yang murni, berkeadilan, beretika, sekaligus demokratis. Tapi semua itu tidak bisa terwujud apabila bank-bank syariah tidak melakukan perbaikan. Masalah-masalah seperti perbedaan dalam penafsiran konsep, peningkatan SDM internal, inovasi produk dan layanan, sampai pengembanan misi pemberdayaan sosial perlu dibenahi agar tak melulu didominasi kepentingan jangka pendek dan tren pasar.</p>
<p>Tanpa adanya insentif dari pemerintah, saat ini tentu masih sulit bagi bank syariah untuk bersaing &#8220;head-to-head&#8221; dengan bank konvensional. Oleh karena itu, tantangan yang harus dihadapai bank syariah adalah bagaimana &#8220;mengubah&#8221; pasar yang rasional menjadi pasar yang emosional. Selama bank syariah belum bisa menjawab masalah itu, maka terlalu naif bila mengharapkan bank syariah bisa berkembang pesat di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/mengapa-bank-syariah-tidak-mungkin-berkembang-di-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penghambat dalam Kinerja</title>
		<link>http://wennyaulia.com/penghambat-dalam-kinerja.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/penghambat-dalam-kinerja.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 16:30:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Gak Penting]]></category>

		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=622</guid>
		<description><![CDATA[As written here, there are several challenges faced by top management:
1.  Poor Planning (67%). There are frequent changes in priorities and assignments, and things are not well thought out in advance.
2.  Difficult People (63%). People are unresponsive, uncooperative, or just plain hard to work with.
3.  Lack of Teamwork (61%).  People with [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>As written <a href="http://professorford.wordpress.com/2009/06/28/top-management-challenges-are-we-being-victims/">here</a>, there are several challenges faced by top management:</p>
<blockquote><p>1.  Poor Planning (67%). There are frequent changes in priorities and assignments, and things are not well thought out in advance.<br />
2.  Difficult People (63%). People are unresponsive, uncooperative, or just plain hard to work with.<br />
3.  Lack of Teamwork (61%).  People with whom I need to collaborate or coordinate my work do not communicate with me or others as needed.<span id="more-622"></span><br />
4.  Poor Quality Work (44%).  The work I get from others is incomplete, inaccurate, inappropriate, or simply wrong.<br />
5.  Work Overload (40%).  I have more to do than I can get done in the time available and telling people I am full, unavailable, or can’t do it doesn’t seem to matter.<br />
6.  Insufficient Support or Resources (40%).  I do not have and do not get the support or resources I need to get my work done.<br />
7.  Lateness (39%).  I get things late from other people.<br />
8.  Other (25%).  Any challenge not covered by the above. [People said such things as “poor communication”, “lack of accountability”, “poor management”, and “seniority issues”.]</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:RyOqswUNXk630M:http://btwd.bayareabikes.org/userfiles/bicycle-to-work.jpg" alt="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:RyOqswUNXk630M:http://btwd.bayareabikes.org/userfiles/bicycle-to-work.jpg" width="222" height="148" /><br />
Saya memang belum bekerja kantoran. Meski demikian, dari beberapa kali berhubungan dengan orang-orang, saya merasa paling kesulitan ketika bertemu dengan `difficult people`. Orang yang keras, tidak bertanggung jawab, pemalas, tidak punya greget untuk memajukan apa yang sedang dilakukan saat ini, hidup lagi. Sekali dua kali biasanya saya membiarkan. Makin lama kok dia tidak juga sadar, saya akan mengingatkan. Jika masih tidak sadar juga, saya memilih untuk mengerjakan sendiri saja apa yang seharusnya dia kerjakan tapi belum dikerjakan.</p>
<p>Kenapa begitu? Karena saya mau maju. Dan saya tidak suka ada yang menghambat saya maju. Lebih baik dia saya tinggalkan saja.</p>
<p>Ya ya ya, buat yang membaca dan merasa pernah digitukan oleh saya, saya minta maaf. Nganu, saya milih untuk tidak peduli saja, daripada jika saya peduli saya malah anyel sendiri <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Eh eh, kalau kalian gimana?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/penghambat-dalam-kinerja.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Burung Merak</title>
		<link>http://wennyaulia.com/selamat-jalan-burung-merak.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/selamat-jalan-burung-merak.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 17:10:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Kabar malam ini yang mengusik saya hingga menggerakkan tangan ini untuk login kembali di blog. WS Rendra wafat.
Tak menyangka. Budayawan besar itu. Dua hari setelah kematian Mbah Surip. Innalillahi wa inna ilaihi rooji&#8217;un. Segalanya adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kita akan kembali.
Saya bukan seniman. Bukan pula penyair. Saya hanya tahu, WS Rendra sangat layak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kabar malam ini yang mengusik saya hingga menggerakkan tangan ini untuk login kembali di blog. WS Rendra wafat.</p>
<p>Tak menyangka. Budayawan besar itu. Dua hari setelah kematian Mbah Surip. Innalillahi wa inna ilaihi rooji&#8217;un. Segalanya adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kita akan kembali.</p>
<p>Saya bukan seniman. Bukan pula penyair. Saya hanya tahu, WS Rendra sangat layak diperhitungkan. Kursor bergerak. Susunan huruf `WS Rendra` tercetak. Yap,,saya gugling dan <a href="http://penyair.wordpress.com/2008/05/23/makna-sebuah-titipan-ws-rendra/">menemukan</a> satu sajak bagus dari beliau.<span id="more-619"></span></p>
<blockquote><p><strong>Makna Sebuah Titipan</strong></p>
<p>Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa :<br />
sesungguhnya ini hanya titipan,<br />
bahwa mobilku hanya titipan Allah<br />
bahwa rumahku hanya titipan Nya,<br />
bahwa hartaku hanya titipan Nya,<br />
bahwa putraku hanya titipan Nya,</p>
<p>tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,<br />
mengapa Dia menitipkan padaku?<br />
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?<br />
Dan kalau bukan milikku,<br />
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?</p>
<p>Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?<br />
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu<br />
diminta kembali oleh-Nya?</p>
<p>Ketika diminta kembali,<br />
kusebut itu sebagai musibah<br />
kusebut itu sebagai ujian,<br />
kusebut itu sebagai petaka,<br />
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan<br />
bahwa itu adalah derita.</p>
<p>Ketika aku berdoa,<br />
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,<br />
aku ingin lebih banyak harta,<br />
ingin lebih banyak mobil,<br />
lebih banyak popularitas,<br />
dan kutolak sakit,<br />
kutolak kemiskinan,<br />
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.</p>
<p>Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:<br />
aku rajin beribadah,<br />
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,<br />
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.<br />
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,<br />
dan bukan kekasih.<br />
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,<br />
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,</p>
<p>Gusti, padahal tiap hari kuucapkan,<br />
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…<br />
“ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”</p></blockquote>
<p><em>*Mendadak teringat surat Ar-Rahman.</em></p>
<p>Terima kasih dan selamat jalan, Willy. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.</p>
<p><em>Hidup yang disyukuri adalah hidup yang diolah<br />
hidup yang diperkembangkan<br />
dan hidup yang dipertahankan</em> - Sajak Seorang Tua Tentang Bandung Lautan Api</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/selamat-jalan-burung-merak.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Suramadu: Malangnya Nasibmu</title>
		<link>http://wennyaulia.com/suramadu-malangnya-nasibmu.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/suramadu-malangnya-nasibmu.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 17:47:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=616</guid>
		<description><![CDATA[Jangan salahkan petinggi negara ketika dianggap tak becus menghadapi permasalahan endonesa. Jangan salahkan orang di dapuk pemerintahan ketika masalah-masalah tak hentinya membelit endonesa. mari kita berkaca saja.
ugh, maaf malah jadi menggurui. ini sebenarnya soal malunya saya melihat berita ini. konon, jembatan yang diperkirakan akan sanggup bertahan sekitar 100 tahun dan jembatan yang baru seminggu lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan salahkan petinggi negara ketika dianggap tak becus menghadapi permasalahan endonesa. Jangan salahkan orang di dapuk pemerintahan ketika masalah-masalah tak hentinya membelit endonesa. mari kita berkaca saja.</p>
<p>ugh, maaf malah jadi menggurui. ini sebenarnya soal malunya saya melihat <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2009/06/16/18012722%20/kebangetan.baut.dan.lampu.jembatan.suramadu.pun.dicuri">berita ini</a>. konon, jembatan yang diperkirakan akan sanggup bertahan sekitar 100 tahun dan jembatan yang baru seminggu lalu diresmikan, sudah dipreteli. empat puluh enam lampu bentang utama hilang. mur penyangga pagar besi juga telah lenyap. dan soal goresan pisau? ah,,sudahlah.<span id="more-616"></span></p>
<p><img class="aligncenter" title="jembatan suramadu" src="http://www.suramadu.com/images/phocagallery/MainBridge/thumbs/phoca_thumb_m_mainbridge2.jpg" alt="" width="123" height="123" /></p>
<p>mencuri kaca spion mobil adalah hal lumrah. menggasak helm mahal juga hal biasa. bukannya saya mengatakan bahwa hal itu baik dan benar ya. tapi mempreteli jembatan? di bawah jembatan itu air lho, bukan kasur. dipikirkan yuk masalah keamanan pengguna. berapa sih harga dari apa yang sudah diambil itu? saya tidak mengesampingkan nilai materi barang-barang yang telah dipreteli, hanya saja mari dipikirkan soal keselamatan sodara-sodara kita yang akan menggunakan jembatan itu. mencari rejeki bisa dilakukan dengan cara lain kan? <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>terlepas dari siapapun pelakunya dan mengapa dia melakukan itu, jembatan itu adalah milik bersama. makanya, mari kita jaga sama-sama. saya malu membaca berita itu karena berarti apa yang dulu ditanamkan pada saya semasa sekolah mengenai bangsa endonesa adalah bangsa yang berbudi luhur, sepertinya sudah kurang relevan sekarang. ups, budi saya memang belum luhur. saya hanya meyakini bahwa ada balasan untuk semua perilaku saya, baik itu yang benar maupun yang salah. dan tidak menutup kemungkinan dampak yang diperoleh bisa lebih parah lagi.</p>
<p>jembatan, jalan, bahkan rambu lalu lintas adalah sarana umum milik kita bersama. pemerintah wajib memperhatikan dan mengawasi penggunaan. akan tetapi, kitalah yang seharusnya memelihara keutuhannya <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/suramadu-malangnya-nasibmu.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
