<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>wennyaulia.com</title>
	<atom:link href="http://wennyaulia.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wennyaulia.com</link>
	<description>Blog-nya Wenny. Wenny Aulia.</description>
	<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 04:40:37 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Menerima Penolakan</title>
		<link>http://wennyaulia.com/menerima-penolakan.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/menerima-penolakan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 13:33:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=679</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Yet ah! why should they know their fate?
Since sorrow never comes too late,
And happiness too swiftly flies.
Thought would destroy their paradise.
No more; where ignorance is bliss,
&#8216;Tis folly to be wise.&#8221; ~ Thomas Gray

Have you ever been rejected on your appliance? Have you ever been ignored by the one you love? When you demanding something, has [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Yet ah! why should they know their fate?<br />
Since sorrow never comes too late,<br />
And happiness too swiftly flies.<br />
Thought would destroy their paradise.<br />
No more; where <strong>ignorance is bliss</strong>,<br />
&#8216;Tis folly to be wise.&#8221; ~ Thomas Gray<br />
</em><br />
Have you ever been rejected on your appliance? Have you ever been ignored by the one you love? When you demanding something, has your parents didn&#8217;t fulfil what you want?<br />
I did.<br />
Was it hurt?<br />
Of course.<span id="more-679"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Aplikasi yang susah payah saya isi, esai yang saya buat selama berminggu-minggu, persiapan presentasi yang saya buat sejak bermalam-malam sebelum waktu tampil tiba, semua itu terasa menyakitan ketika pada saatnya kemudian kata-kata yang saya terima adalah &#8220;anda masih dapat mendaftar lagi tahun depan,&#8221; &#8220;anda belum dapat lolos menjadi finalis,&#8221; dan sejenisnya. #sulebay</p>
<p style="text-align: justify;">Lima tahun yang lalu, saya belajar mati-matian demi diterima di Ujian Masuk sebuah fakultas dan universitas yang saya idamkan. Tidur selepas malam dan bangun sesaat sesudah adzan Subuh berkumandang, maghrib baru pulang les, beli dan fotokopi berjuta-juta contoh soal ujian, ngendon di kosan teman sampai malam untuk mengerjakan soal-soal itu, tanya sana sini. Sepertinya semua hal yang mampu saya kerjakan, saya kerjakan. Hanya untuk bisa diterima di tempat yang saya cita-citakan itu. Dan ya memang, akhirnya saya gagal.</p>
<p style="text-align: justify;">Nama saya ndak ada terpampang di website universitas. Saya? Ya cuma bisa menangis diem-diem. Saya malu gara-gara dulu saat persiapan ujian, saya sama sekali ndak mau bantu ibu di rumah, ndak mau disuruh ke tempat saudara, ndak mau ngurusi si <a href="http://jrengjreng. wordpress.com" target="_blank">precil</a>. Saya cuma mau berlatih mengerjakan soal. Saya malu pada ibu dan bapak saya. Arogan dan akhirnya gagal saya mencapai apa yang saya impikan semenjak saya umur lima tahun.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/06/dsc00177.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-682" title="sendok garpu punya Platinum" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/06/dsc00177-300x160.jpg" alt="sendok garpu punya Platinum" width="300" height="160" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ignorance is a bliss.</em></p>
<p style="text-align: justify;">I believe in that. God always has His own way to fulfil our needs.<br />
Belakangan saya bersyukur belajar di tempat kemarin saya kuliah. Saya bisa hemat berjuta-juta rupiah karena di tempat yang saya idamkan semula itu biaya kuliahnya muahal. Saya punya banyak waktu untuk bermain karena jurusan saya cenderung santai, berkebalikan dengan tempat yang saya idamkan itu yang ada banyak sekali sesi praktikum. Lapangan pekerjaan bagi jurusan saya banyak sedangkan di tempat yang saya tuju semula itu, cuma tersedia satu profesi dan kalau mau sukses ya harus pinter banget atau mau ditempatkan di daerah. Yap, saya bersyukur. Tuhan memang memberi yang terbaik bagi saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih kental juga dalam ingatan saya bahwa dulu cukup sakit hati ditolak oleh salah satu bank pemerintah. Belakangan setelah diamat-amati, bank itu menomorsatukan fisik dan menomorsekiankan otak dan attitude. Ya sudah, cukup tau kualitas bank itu kedepannya <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> Lagi-lagi saya bersyukur apalagi setelah membanding-bandingkan, pendapatan yang diterima tidak begitu jauh berbeda. Hihihi <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan tahu yang terbaik bagi kita. Sayangnya, susah sekali bagi kita untuk membaca apa yang Dia tahu tentang kita. Seorang teman, empat kali gagal ikut tes di fakultas yang dia inginkan. Dia mengartikan itu sebagai petunjuk untuk mencoba lagi. Sedangkan saya, mengartikan itu sebagai petunjuk untuk mencoba tes tidak di fakultas itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu deh. Tugas manusia memang &#8220;hanya&#8221; berusaha, berdoa, dan berserah. Percaya bahwa Tuhan telah mendengar apa yang kita inginkan dan menyesuaikannya dengan apa yang sesungguhnya kita butuhkan. Oleh karena itu, ketika meminta, yang saya ucapkan adalah &#8220;bukakan jalan untukku&#8221; alih-alih &#8220;berikan aku petunjuk&#8221; karena menurut saya Tuhan telah memberi petunjuk dengan banyak cara, kita saja yang sering kurang peka membaca petunjuk itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/menerima-penolakan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SMI dan kegaulan</title>
		<link>http://wennyaulia.com/smi-dan-kegaulan.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/smi-dan-kegaulan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 05:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=675</guid>
		<description><![CDATA[
Jadi kalau SMI memilih pergi, itu salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue?
Menurut looo?
Kalau dalam mengambil kebijakan sudah sesuai prosedur tapi tetep disalahkan, kalau upayanya efisiensi justru mendapat jegalan, kalau berusaha &#8216;membersihkan&#8217; dianggap sebagai penentangan, kenapa juga harus tetap di negeri ini. Sementara di belahan dunia lain, dia akan lebih dihargai dan dihormati.
Yang dulu usul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://karikaturis.files.wordpress.com/2009/12/sri-mulyani1.jpg"><img class="aligncenter" src="http://karikaturis.files.wordpress.com/2009/12/sri-mulyani1.jpg" alt="" width="370" height="395" /></a><br />
<em>Jadi kalau SMI memilih pergi, itu salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue?</em></p>
<p>Menurut looo?<br />
Kalau dalam mengambil kebijakan sudah sesuai prosedur tapi tetep disalahkan, kalau upayanya efisiensi justru mendapat jegalan, kalau berusaha &#8216;membersihkan&#8217; dianggap sebagai penentangan, kenapa juga harus tetap di negeri ini. Sementara di belahan dunia lain, dia akan lebih dihargai dan dihormati.</p>
<p>Yang dulu usul SMI mundur, dia sudah akan mundur tuh sekarang. Sana gih diisi posisinya. E tapi ya itu kalau mampu lo ya. Secara getoh, kerja jadi Menteri Keuangan ga gampang. Ngurusin duit negara tu susah tauukk.</p>
<p>Eh saya sudah pantes jadi anak G4O3L dan labil belum sih? <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/smi-dan-kegaulan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ah Jakarta!</title>
		<link>http://wennyaulia.com/ah-jakarta.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/ah-jakarta.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 03:11:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=670</guid>
		<description><![CDATA[Satu hal yang mengganjal di benak saya mengenai kota ini adalah tentang toleransi. Berulang kali saya mendapati ibu hamil atau orang tua sulit mendapatkan tempat duduk di kendaraan umum, kecuali kenek bus yang meminta penumpang untuk memberikan tempat duduk pada ibu hamil atau orang tua tersebut. Banyak dari penumpang yang tahu tapi tidak mau tahu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Satu hal yang mengganjal di benak saya mengenai kota ini adalah tentang toleransi. Berulang kali saya mendapati ibu hamil atau orang tua sulit mendapatkan tempat duduk di kendaraan umum, kecuali kenek bus yang meminta penumpang untuk memberikan tempat duduk pada ibu hamil atau orang tua tersebut. Banyak dari penumpang yang tahu tapi tidak mau tahu. Atau tahu dan kemudian pura-pura tidak tahu. Walaupun tentu saja, tidak semua penumpang seperti itu.<br />
<span id="more-670"></span><br />
<a href="http://arsavin.files.wordpress.com/2009/06/3143162p.jpg"><img class="aligncenter" src="http://arsavin.files.wordpress.com/2009/06/3143162p.jpg" alt="" width="420" height="255" /></a></p>
<p>Pernah suatu kali di dalam bus, saya memperoleh tempat duduk. Tak lama kemudian ada penumpang lain yang masuk. Seorang ibu tua. Saya pun berdiri dan mempersilakan si ibu duduk. Ibu itu entah bergumam apa. Mungkin berterima kasih. Saya hanya timpali dengan senyuman. Tidak lama berselang, seorang penumpang lain bertanya pada saya, &#8220;Baru ya mbak di Jakarta?&#8221; Saya balik bertanya, &#8220;Kenapa?&#8221; &#8220;Orang yang belum lama tinggal di kota ini yang biasanya berbuat seperti yang Mbak tadi lakukan.&#8221;</p>
<p>Saya hanya bisa tersenyum. Kota ini kota besar. Sekaligus kota penuh tipu. Di belakang gedung megah, banyak ditemui gubug reyot. Di antara puluhan orang berjalan dengan penampilan klimis, terdapat peminta-minta dengan pakaian lusuh. Yang tentu saja, entah itu pakaian lusuh sebenarnya atau &#8216;dibuat&#8217; lusuh. Tidak ketinggalan pula tukang-tukang ojek yang sering memanggil dengan sebutan &#8220;neng geulis.&#8221; Entah mereka jujur atau demi memperoleh penumpang untuk menjaga dapur mereka tetap mengebul. Ingat, ini kota penuh tipu.</p>
<p>Pada kali yang lain, saya menunduk dan tersenyum pada seorang bapak muda yang memberi saya tempat duduk di dalam bus. Serta merta, bapak tua di sebelah saya duduk menyapa saya dan bertanya, &#8220;Dari Jawa ya, Mbak?&#8221; Wiew, sebegitu Jawa-kah muka saya, pikir saya ketika itu. Seakan mampu membaca pikiran saya, tanpa di jawab si bapak tua meneruskan, &#8220;Jarang sekali saya lihat ada orang menunduk tanda hormat begitu di sini.&#8221;</p>
<p>Saya malu. Ini bukan hal besar tapi berulang kali kejadian macam itu saya alami. Saya heran. Kota sebesar ini tidak familiar dengan hal sekecil itu. Saya melakukannya begitu saja. Semata karena ingat kata ibu bapak saya. Jaga sikap, jaga ucapan, kamu sendirian di sana.</p>
<p>Eh tapi toh saya tidak sesuci itu. Pada suatu Jumat, dua bulan berselang, saya harus kembali ke Jakarta Barat. Saya merasa sangat kepayahan. Badan dan pikiran saya lelah. Tapi demi sebuah hubungan keluarga, saya memaksa diri menempuh perjalanan jauh itu. Dua puluh menit saya menunggu bus jurusan yang saya tuju. Dan hore, saya dapat tempat duduk! Lumayan, bisa satu jam tidur di perjalanan. Baru lima menit duduk dan saya belum juga tertidur, masuklah seorang bapak tua. Semua kursi sudah penuh. Saya bukannya memberi tempat duduk, saya justru berpura-pura tidur. Sesuatu yang dua bulan lalu saya hujat habis-habisan. Tuhan, ampuni aku. Aku sungguh lelah untuk beranjak bangun demi bapak itu. Saya hanya bisa berucap demikian.</p>
<p>Lagi-lagi saya tersadarkan. Men-judge seseorang karena satu perilakunya bukanlah sesuatu yang baik untuk dilakukan. Mustinya saya khusnudzon, mungkin penumpang-penumpang itu juga kelelahan sehingga enggan memberikan tempat duduk pada lansia dan ibu hamil. Dan saya telah termakan pikiran saya sendiri. Lagi.</p>
<p>Ah, Jakarta!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/ah-jakarta.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Oportunisme</title>
		<link>http://wennyaulia.com/oportunisme.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/oportunisme.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 18:15:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=664</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Aku mungkin bukan lagi seorang idealis, melainkan seorang realis yang pahit.” ~ Soe Hok Gie
Saya dulu idealis. Demi diterima di tempat saya bekerja sekarang, saya &#8216;menjual diri&#8217; dengan kata-kata mulia. Ingin membantu membangun negara. Saya dulu tidak bohong ketika berujar itu. Tapi sekarang, saya jadi tidak yakin sendiri dengan apa yang dulu saya ucapkan.

Bukan, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Aku mungkin bukan lagi seorang idealis, melainkan seorang realis yang pahit.” ~ Soe Hok Gie</em></p>
<p>Saya dulu idealis. Demi diterima di tempat saya bekerja sekarang, saya &#8216;menjual diri&#8217; dengan kata-kata mulia. Ingin membantu membangun negara. Saya dulu tidak bohong ketika berujar itu. Tapi sekarang, saya jadi tidak yakin sendiri dengan apa yang dulu saya ucapkan.<br />
<span id="more-664"></span><br />
Bukan, saya bukannya menyesal dengan pilihan kerja saya. Biasa saja kok. Hanya saja, apa yang menjadi rutinitas saya di kantor rasa-rasanya masih jauh dari yang dulu saya bayangkan dapat saya lakukan.</p>
<p>Dan mengenai remunerasi dan korupsi, itu dua hal yang tidak berhubungan, menurut saya. Tapi saya jelas menolak kalau remunerasi dibatalkan. Mau bayar kosan pake apa? :((</p>
<p>Baru belakangan saya menyadari, mengapa saya sama sekali tidak menyesal dengan pilihan yang saya ambil. Saya memang tidak sepenuhnya ingin membantu membangun negara. Saya toh menginginkan sebuah kepastian dan pola hidup santai karena profesi yang sekarang menjanjikan dua hal itu (tentu saja bila perilaku saya ndak aneh-aneh).</p>
<p>Ah ya, saya memang bukan idealis. Saya bukan pula realis yang pahit karena idealisme saya hanya selapis. Ternyata saya hanya seorang oportunis.</p>
<p>Eniwei, selamat hari kartini <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/oportunisme.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ghost Writer Review: Spoiler Dimana-mana</title>
		<link>http://wennyaulia.com/ghost-writer-review-spoiler-dimana-mana.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/ghost-writer-review-spoiler-dimana-mana.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 14:07:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=663</guid>
		<description><![CDATA[Film itu seperti terapi bagi saya. Makanya, pindah ke kota ini membuat saya terpuaskan. Ndak perlu lagi ngantri tiket dari jam 9-padahal-bioskopnya-buka-jam-11.30 demi nonton film-film canggih itu.


Kali ini adalah Ghost Writer. Film yang bercerita tentang seorang penulis memoar dari seorang politikus bernama Adam Lang. Di sini, Ewan McGregor yang berperan sebagai penulis (the ghost) kedua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Film itu seperti terapi bagi saya. Makanya, pindah ke kota ini membuat saya terpuaskan. Ndak perlu lagi ngantri tiket dari jam 9-padahal-bioskopnya-buka-jam-11.30 demi nonton film-film canggih itu.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.thecinemasource.com/moviesdb/images/The_Ghost_Writer_Movie_Poster-Ewan_McGregor-Pierce_Brosnan.jpg" alt="null" width="300" height="444" /><br />
<span id="more-663"></span></p>
<p>Kali ini adalah Ghost Writer. Film yang bercerita tentang seorang penulis memoar dari seorang politikus bernama Adam Lang. Di sini, Ewan McGregor yang berperan sebagai penulis (<em>the ghost</em>) kedua dari memoar Adam Lang. Penulis pertamanya, Michalel McAra, ditemukan tewas di pulau tempat Adam Lang tinggal. Belakangan the ghost baru mengetahui bahwa Lang terlibat dengan CIA. Hal inilah yang menyebabkan karir politiknya melesat naik dalam waktu singkat dan rupanya orang dibelakang Lang yang menjadi penyebab kematian McAra.</p>
<p>Yang membuat film ini menarik adalah selain alur ceritanya yang jelas, komedi satir khas Inggris ada di sepanjang cerita. Dan tentu saja, Ewan McGregor nampak ganteng walau bernasib tragis di akhir cerita *ups*. Oiya, beredar rumor bahwa tokoh Adam Lang terinpirasi dari mantan PM Tony Blair.</p>
<p>Hihihi..jadi banyak spoiler ni :))</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/ghost-writer-review-spoiler-dimana-mana.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>QOTD</title>
		<link>http://wennyaulia.com/qotd.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/qotd.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 05:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Gak Penting]]></category>

		<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=660</guid>
		<description><![CDATA[Our deepest fear is not that we are inadequate.
Our deepest fear is that we are powerful beyond measure.
We ask ourselves &#8216;who am I to be brilliant, gorgeous, talented and fabulous?&#8217;
Actualy, who are you not to be?
We were born to make manifest
the glory of God that is within us.
And as we let our own light shine,
We [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Our deepest fear is not that we are inadequate.<br />
Our deepest fear is that we are powerful beyond measure.<br />
We ask ourselves &#8216;who am I to be brilliant, gorgeous, talented and fabulous?&#8217;<br />
Actualy, who are you not to be?<br />
We were born to make manifest<br />
the glory of God that is within us.<br />
And as we let our own light shine,<br />
We unconsciously give other people permission to do the same.~akeelah and the bee</p></blockquote>
<p>Bapak, who always teach me how to live and stay alive, who always make me sure that I can do anything I want, get well soon yah. Love u a lot <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/qotd.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Biennale Anak 2009</title>
		<link>http://wennyaulia.com/biennale-anak-2009.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/biennale-anak-2009.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 05:41:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=653</guid>
		<description><![CDATA[Setelah ajang Biennale X pada tanggal 10 Desember 2009-10 Januari 2010 lalu, masyarakat Jogja kembali berkesempatan menikmati pameran seni budaya yang bertajuk Biennale Anak Jogja 2009. Sesuai dengan namanya, acara ini memang ditujukan untuk mengenalkan seni dan kreativitas pada anak-anak.
Berbagai acara digelar, seperti pameran lukisan, nonton bioskop gratis khusus anak, karnaval, seminar, dan juga talkshow. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah ajang Biennale X pada tanggal 10 Desember 2009-10 Januari 2010 lalu, masyarakat Jogja kembali berkesempatan menikmati pameran seni budaya yang bertajuk Biennale Anak Jogja 2009. Sesuai dengan namanya, acara ini memang ditujukan untuk mengenalkan seni dan kreativitas pada anak-anak.</p>
<p>Berbagai acara digelar, seperti pameran lukisan, nonton bioskop gratis khusus anak, karnaval, seminar, dan juga talkshow. Central point dari acara ini adalah Ceria Wonderland. Dari yang saya pahami, konsepnya mirip seperti Kidzania. Tiap anak yang ingin berpartisipasi diharuskan membawa barang bekas dari rumah untuk kemudian ditukar dengan uang dolanan (kalau tidak salah, di media-media ditulis uang dolanan bisa didapat dengan membeli pakai uang riil)<span id="more-653"></span>. Akan ada panitia yang menaksir nilai barang bekas tersebut jika ditukarkan dengan uang. Sesudah itu, si anak dapat masuk ke arena yang berisi toko-toko, workshop, flying fox (eh bener ada ini ga ya), taman pasir, dll. Jika si anak kehabisan uang, mereka dapat mencari uang dengan cara berpartisipasi aktif di workshop tersebut. FYI, orang dewasa tidak diijinkan masuk ke arena Ceria Wonderland.<br />
<a href="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/ruang-boneka.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-657" title="ruang boneka" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/ruang-boneka-300x224.jpg" alt="ruang boneka" width="300" height="224" /></a><br />
<a href="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/lukisan-anak.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-654" title="lukisan anak" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/lukisan-anak-300x224.jpg" alt="lukisan anak" width="300" height="224" /></a><br />
<a href="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/ceria-wonderland.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-656" title="ceria wonderland" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/ceria-wonderland-300x224.jpg" alt="ceria wonderland" width="300" height="224" /></a><br />
<a href="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/mewarna-dg-kuku.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-655" title="mewarna dengan kuku" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/mewarna-dg-kuku-300x225.jpg" alt="mewarna dengan kuku" width="300" height="225" /></a><br />
Mungkin karena baru pertama kali digelar, acara ini masih ada kekurangan di beberapa hal. Agenda acara di hari saya kesana kemarin tidak sama dengan yang ada di fesbuk. Biennale ini juga meliputi beragam acara. Sayangnya, panitia kurang &#8216;beredar&#8217; jadi bingung juga mau tanya ke mana.</p>
<p>Namun, di luar semua itu, saya mengapresiasi adanya acara ini. Ada tempat yang bisa dipergunakan untuk mengenalkan seni dan kreativitas pada anak sehingga tempat bermain anak tidak melulu mall. Yang belum ke sana, dateng aja. Sekedar tips, lebih baik parkir di luar TBY dan bawa barang bekas yang banyak untuk bermain di Ceria Wonderland <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/biennale-anak-2009.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ayah&#8230;</title>
		<link>http://wennyaulia.com/ayah.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/ayah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 15:59:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=648</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan sering merasa kangen sekali dengan sang Ibu
Lalu bagaimana dengan Ayah?

Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari kamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan sering merasa kangen sekali dengan sang Ibu</p>
<p style="text-align: left;">Lalu bagaimana dengan Ayah?<br />
<a href="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2009/11/father.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-649" title="father" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2009/11/father.gif" alt="father" width="296" height="296" /></a><br />
Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari kamu akan merasa kehilangan sekalinya beliau tidak menelepon,<br />
tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?<br />
<span id="more-648"></span><br />
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,<br />
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?</p>
<p>Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil, Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda<br />
Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu<br />
Kemudian Ibu bilang, &#8220;Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya.&#8221;<br />
Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka</p>
<p>Tapi sadarkah kamu?<br />
Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.</p>
<p>Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.<br />
Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas, &#8220;Boleh. Kita beli nanti. Tidak sekarang.&#8221;<br />
Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?</p>
<p>Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata, &#8220;Sudah dibilang! Kamu jangan minum es!&#8221;.</p>
<p>Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut<br />
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu</p>
<p>Ketika kamu sudah beranjak remaja, kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan &#8220;Tidak boleh!&#8221;<br />
Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?<br />
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang luar biasa berharga</p>
<p>Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu&#8230;</p>
<p>Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu<br />
Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,<br />
Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu<br />
Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?</p>
<p>Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia<br />
Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..<br />
Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?</p>
<p>Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.<br />
Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir</p>
<p>Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut<br />
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu<br />
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?</p>
<p>&#8220;Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah&#8221;</p>
<p>Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur<br />
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti</p>
<p>Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah</p>
<p>Disaat kamu butuh uang untuk membiayai kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.<br />
Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain<br />
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan,<br />
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah &#8220;Tidak. Tidak bisa.&#8221;</p>
<p>Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan, &#8220;Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu&#8221;<br />
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?</p>
<p>Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana,</p>
<p>Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.<br />
Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat &#8220;putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang&#8221;</p>
<p>Ketika kamu menjadi gadis dewasa<br />
Dan kamu pergi ke kota lain<br />
Ayah akan melepasmu di bandara</p>
<p>Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?<br />
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini-itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati</p>
<p>Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat</p>
<p>Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata &#8220;Jaga dirimu baik-baik ya sayang&#8221;</p>
<p>Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT&#8230;kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.</p>
<p>Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya<br />
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin</p>
<p>Karena Ayah tahu,<br />
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti untuk menjagamu</p>
<p>Dan,<br />
Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia<br />
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi ke belakang panggung sebentar, dan menangis?</p>
<p>Ayah menangis karena Ayah sangat berbahagia dan berdoa<br />
&#8220;Ya Allah telah kuselesaikan tugasku<br />
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik<br />
Bahagiakanlah ia bersama suaminya&#8221;</p>
<p>Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk<br />
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih<br />
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya</p>
<p>Ayah telah menyelesaikan tugasnya</p>
<p>Ayah, Bapak, Papa, atau Abah kita<br />
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat<br />
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis<br />
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu<br />
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa KAMU BISA</p>
<p><em>Tulisan ini didapat dari notes seorang teman, dengan saya ubah sedikit. <del datetime="2009-11-27T16:09:10+00:00">Hai, Can!</del><br />
Mengingatkan saya pada masa yang insyaAllah tidak lama lagi tiba. Saat saya akhirnya harus pisah rumah dengan orang tua. Bapak..Ibu.. :((</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/ayah.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penelope</title>
		<link>http://wennyaulia.com/penelope.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/penelope.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 15:45:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=641</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;no matter how much I want to believe there&#8217;s one man who won&#8217;t run away&#8221;
Akibat kesalahan dari kakek kakek kakek buyutnya, Penelope Wilhern terpaksa menanggung kutukan menjadi bermuka babi. Ralph Wilhern memilih orang yang salah untuk dibuat patah hati. Luckily, Penelope menjadi anak perempuan pertama di keluarga Wilhern sejak masanya Ralph.Old money, blue blood, and [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://teenenglish.co.kr/data/movie/hr_Penelope_poster.jpg" alt="" width="302" height="438" /></p>
<blockquote><p>&#8220;no matter how much I want to believe there&#8217;s one man who won&#8217;t run away&#8221;</p></blockquote>
<p>Akibat kesalahan dari kakek kakek kakek buyutnya, Penelope Wilhern terpaksa menanggung kutukan menjadi bermuka babi. Ralph Wilhern memilih orang yang salah untuk dibuat patah hati. <em>Luckily</em>, Penelope menjadi anak perempuan pertama di keluarga Wilhern sejak masanya Ralph.<span id="more-641"></span><em>Old money, blue blood, and society sweethearts</em> menjadi gambaran dari keluarga Wilhern. Di tengah segala kesempurnaan itu, hidung Penelope menjadi suatu cacat besar bagi keluarga. Tak heran, sang ibu menjadi sangat protektif dan melarang P untuk keluar rumah sama sekali.</p>
<blockquote><p>&#8220;only one of your own kind to claims this daughter as their own &#8217;till death do they part&#8217; will the curse be broken.&#8221;</p></blockquote>
<p>Untuk melepas kutukan itu, P harus menikah dengan seorang laki-laki. Bukan hal yang mudah karena setiap laki-laki yang datang, selalu kemudian lari setelah melihat hidung besar P.</p>
<p>Film ini <em>fairy tale</em> sekali. Sepertinya bukan tipikal film yang akan mendapat penghargaan. Tapi apalah arti penghargaan. Bagi saya, Penelope mengajarkan untuk mensyukuri apa yang ada pada diri kita. Sekalipun itu kekurangan. <del datetime="2009-11-27T15:27:18+00:00">Jadi inget quote dari temen; berusaha mencintai dengan sempurna dia yang tidak sempurna.</del> Dan James McAvoy..God, ganteng sekali di film ini. Hahaha&#8230; Worth to watchlah. Dari skala 10, nilai total 7 <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/penelope.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Inggris dari Kacamata Saya</title>
		<link>http://wennyaulia.com/inggris-dari-kacamata-saya.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/inggris-dari-kacamata-saya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 07:46:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>

		<category><![CDATA[Kompetisi Blog EducationUK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=638</guid>
		<description><![CDATA[
Mungkin ada 1001 lebih alasan mengapa saya begitu ingin belajar ke Inggris. Pertama, mainly because they speak english, bahasa yang secara de facto diakui dan digunakan di lebih dari separuh penjuru dunia. Ada yang bilang logat mereka sulit dipahami. Scousers (Liverpool) bicara dengan dialek yang berbeda dibandingkan Cockneys (London) atau Brummies (Birmingham). Tapi ada juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/dcdead/3465742290/"><img src="http://img195.imageshack.us/img195/8748/34657422903b569c2c57.jpg" alt="Westminster Palace &#038; Big Ben" /></a></p>
<p>Mungkin ada 1001 lebih alasan mengapa saya begitu ingin belajar ke Inggris. Pertama, <em>mainly because they speak english</em>, bahasa yang secara <em>de facto</em> diakui dan digunakan di lebih dari separuh penjuru dunia. Ada yang bilang logat mereka sulit dipahami. Scousers (Liverpool) bicara dengan dialek yang berbeda dibandingkan Cockneys (London) atau Brummies (Birmingham). Tapi ada juga yang bilang aksen orang Inggris terdengar unik dan seksi. Saya yakin itu semua tak cuma memperkaya kemampuan berbahasa Inggris saya, tetapi juga memperkaya pengetahuan tentang budaya dan sosiologi orang Inggris.</p>
<p>Kedua, Inggris juga punya kota-kota yang menarik. London misalnya, adalah ibukota yang begitu <em>iconic</em>, multikultural, sekaligus <em>exciting</em> untuk dijelajahi. Bath, kota yang unik dan eksentrik, seperti kota di Eropa daratan yang &#8220;salah tempat&#8221; diletakkan di Inggris. York, kota yang dikelilingi benteng dengan arsitektur historis. Atau Edinburgh, kota tua yang penuh dengan benteng dan kastil gagah dan kontemporer. Yang tak kalah menarik tentunya <em>countryside</em> di highland Skotlandia yang penuh dengan obyek pemandangan alam menakjubkan.</p>
<p>Kalau soal mutu pendidikan, rasanya Inggris tak perlu dipertanyakan lagi. Oxford dan Cambridge adalah salah dua universitas tertua yang reputasinya diakui dunia. Universitas-universitas lain seperti Nottingham, Manchester, Newcastle, York, Warwick, Imperial College, dan sebagainya juga sudah jadi langganan papan atas di peringkat universitas terbaik dunia. Lulusan-lulusan Inggris juga terbukti memegang posisi penting di Indonesia, misalnya Juwono Sudarsono (mantan Menhan), Dino Patti Djalal (Jubir Presiden), atau Marty Natalegawa (Menlu).<span id="more-638"></span></p>
<p>Selain mutu pendidikannya sudah teruji, pelajar/mahasiswa di Inggris juga menikmati &#8220;<em>privilege</em>&#8221; lebih. Kita bisa mendapatkan <em>rail card</em> atau <em>bus card</em> yang jauh lebih murah daripada tarif umum. <em>Student discount</em> juga lazim diberikan oleh <em>retailer-retailer</em> ternama di Inggris. Kalau mau, pelajar/mahasiswa juga diperbolehkan mengambil pekerjaan <em>part time</em> hingga 40 jam per minggu tanpa dipotong pajak. Jadi, biarpun orang bilang studi di luar negeri (terutama di Inggris) itu mahal, sebetulnya tidak mahal-mahal amat &#8212; apalagi bila melihat begitu banyak yang bisa kita peroleh di sana.</p>
<p><object width="480" height="385"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/etUq95XKGiw&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/etUq95XKGiw&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"></embed></object></p>
<p>Tapi kalau boleh jujur, sesungguhnya yang pertama kali mengenalkan saya dengan Inggris adalah Mr. Bean. Mr. Bean adalah karakter &#8220;anak-anak&#8221; yang ada dalam tubuh orang dewasa. Biarpun terlihat lugu dan bodoh, Mr. Bean membuat saya mengenal begitu banyak hal tentang Inggris dari perspektif yang tidak biasa. Dari Mr. Bean saya punya gambaran tentang seperti apa itu kota London utara, seperti apa London National Gallery, bagaimana <em>english breakfast</em> disajikan, sampai soal <em>day saving time</em> (DST), yaitu dimana waktu dimajukan satu jam ketika <em>summer</em> dan dimundurkan juga satu jam ketika <em>winter</em> menjelang.</p>
<p>Dalam setiap episodenya, Mr. Bean digambarkan sebagai sosok yang aneh dan kurang rasional. Uniknya, ia selalu punya jalan keluar terhadap masalahnya sendiri &#8212; walaupun jalan keluar itu seringkali nyeleneh dan tak pernah kita pikirkan. Misalnya, ia memasang kunci gembok di pintu mobilnya dan mencopot setir untuk mencegah pencuri mengambil mobilnya. Atau, ketika Mr. Bean memanfaatkan sejumlah mercon yang diletakkan di dalam kaleng cat untuk mewarnai dinding apartemennya dengan cepat dan praktis. Ini mengajarkan saya bahwa satu masalah sesungguhnya bisa diselesaikan dengan banyak alternatif solusi.</p>
<p>Belakangan saya baru tahu bahwa Mr. Bean adalah hasil <em>project</em> Rowan Atkinson ketika masih menyelesaikan studinya di Oxford University &#8212; dan tentu saja bahwa Rowan Atkinson ternyata juga tidak sebodoh apa yang ia perankan. Sebaliknya, ternyata butuh talenta dan kemampuan yang luar biasa untuk menghidupkan karakter seorang Mr. Bean menjadi tontonan yang enak dinikmati. Memang benar, ia adalah tokoh yang terlihat remeh dan terlalu sederhana. Namun justru kesederhanaan itu yang membuat saya makin penasaran sekaligus tertarik untuk mendalami lebih jauh tentang Inggris.</p>
<p>Tentu saja Inggris bukan surga yang maha sempurna. Ada sebagian orang yang mengeluh bahwa cuaca di Inggris begitu <em>horrible</em>, banyak hujan dan jarang matahari memamerkan sinarnya. Sebagian orang yang lain mengeluhkan bahwa makanan di Inggris cenderung tawar dan kurang kaya citarasa. Tapi seperti kata pepatah, &#8220;<em>When in Rome, do what Romans do</em>.&#8221; Ketika nanti saya bisa ke Inggris, yang harus saya lakukan adalah membiasakan dan mengadaptasikan diri dengan apa yang orang-orang Inggris lakukan &#8212; termasuk soal cuaca dan makanan.</p>
<p>To sum up, I belief that everyone should have to experience life abroad on their own. It will definitely changes who you are and what you find important in your life. Thanks to Mr. Bean, my choice is now become obvious: <strong>England</strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/inggris-dari-kacamata-saya.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
