<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wennyaulia.com</title>
	<atom:link href="http://wennyaulia.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wennyaulia.com</link>
	<description>Blog-nya Wenny. Wenny Aulia.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Jul 2011 07:32:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Oleh-oleh dari Malang</title>
		<link>http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jul 2011 07:05:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 9 Juli yang lalu, kebetulan salah satu sahabat saya menikah. Acaranya dilangsungkan di Malang. Kebetulannya lagi karena saya pusing dengan kerjaan, ambil sekalian cuti sehari di sana. Ini cerita selama di sana, berikut banyak gambar Hari 1 Tiket Jakarta-Malang moahal. Akhirnya, kami beli tiket Jakarta &#8211; Surabaya, lanjut travel ke Malang dengan naik Silver [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 9 Juli yang lalu, kebetulan salah satu sahabat saya menikah. Acaranya dilangsungkan di Malang. Kebetulannya lagi karena saya pusing dengan kerjaan, ambil sekalian cuti sehari di sana. Ini cerita selama di sana, berikut banyak gambar <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hari 1<br />
Tiket Jakarta-Malang moahal. Akhirnya, kami beli tiket Jakarta &#8211; Surabaya, lanjut travel ke Malang dengan naik Silver Travel Surabaya &#8211; Malang seharga 70rb, perjalanan hanya sekitar 1,5 jam karena udah lewat tengah malam <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
<span id="more-691"></span><br />
Hari 2<br />
Bangun pagi untuk ke akad, lalu siangnya ke terminal Arjosari untuk jemput teman. Dari sana, kami makan Bakso President yang ada di pinggir rel. Baksonya juara! uenuk banjet, kakak. Saya suka banget bakso uratnya, soalnya masih teng pringkil. Ga alus banget gitu <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /><br />
Saya abis Rp12.500,00 untuk bakso halus, bakso urat, pangsit, dan siomay, plus es buah.</p>
<p>Abis dari ngebakso, kami ke Toko Oen. Letak Toko Oen ini berada di jalan Basuki Rahmat dan bersebelahan dengan Gramedia. Toko Oen ini mirip Ragusa-nya Jakarta. Dia jual home made es krim jaman dulu yang tanpa pengawet. Menurut saya sih enakan ini dibanding Ragusa. Mungkin karena di sini rhum-nya kerasa banget. Oh iya, jangan tertipu gambar di menu. Aslinya ga segedhe yang dibayangkan =))<br />
Di sini saya abis sekitar 30rb untuk pesan Corn Ice Cream (lupa nama persisnya).</p>
<p>Menjelang sore hingga malam hari, kami balik ke penginapan untuk persiapan ke resepsi. Nah, abis dari resepsi, tepar semua. Padahal udah rencana ke Batu Night Spectacular <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Kami cuma ke Payung (?) buat duduk-duduk dan minum susu anget. Lumayan murah. Untuk jahe anget dan roti bakar, saya abis 7000. Sepanjang perjalanan, bisa diliat Malang dari atas cantik sekali dengan lampu-lampunya itu.</p>
<p>Hari 3<br />
Ke Jatim Park 2!! Yay <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Perjalanan dari Malang kota ke lokasi Jatim Park 2 sekitar 45 menit menggunakan mobil pribadi. Cukup beruntung sebetulnya, karena katanya kalau wiken Malang agak macet biasanya. Jatim Park 2 dan Batu Night Spectacular (BNS) sebetulnya berdekatan. Kalo dari BNS, naik sedikit, di kiri jalan sudah ada JP2 itu.<br />
Sesampainya di lokasi, kami kesulitan cari parkir. Antrinya panjang sementara waktu kami mepet karena teman-teman saya harus segera pulang. Akhirnya kami memutuskan untuk parkir di pinggir jalan dengan harga yang mahal, Rp10.000,00!<br />
Kami lalu beli tiket masuk ke Jatim Park 2 seharga Rp50.000, untuk paket Museum dan Batu Secret Zoo. Saran saya sih masuk ke Museum dulu karena kalau ke Batu Secret Zoo-nya dulu, ntar kadung capek lalu males ke Museum-nya <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Review sedikit, museumnya bagus. Lengkap, rapi, terawat. Tapi ya begitu saja. Mungkin karena agak buru-buru jadi kurang menikmati sih. Nah, Batu Secret Zoo ini yang menurut saya keren. Bersih, hewannya ga males-malesan, dan luass banjet. Bahkan, kami ampe desperate saking pusingnya nyari jalan keluar areal <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ) E tapi sebetulnya, kalo kelelahan, bisa pakai E-bike, yaitu sepeda elektronik yang bisa disewa (kalau ga salah) 10ribu/jam.</p>
<p>Abis dari Jatim Park 2, saya berpisah dengan teman-teman. Mereka kembali ke kota masing-masing, saya naik lagi ke Batu. Saya naik angkot warna ungu (kalau ga salah nomor 09) menuju Terminal Batu, bayar 3000 rupiah. Dari situ, saya dijemput sodara dan sebelum masuk rumah, mampir dulu ke alun-alun Kota Batu.</p>
<p>Alun-alunnya cantik. Banyak lampion-lampion besar dan ada bianglala juga. Alun-alun ini relatif baru sih, sekitar 3 bulan yang lalu diresmikannya. Dari alun-alun menuju rumah, melewati banyak penjual durian. Mata saya duah berbinar-binar. Tapi kata sodara saya, beli durian naik motor aja. Karena kalo naik mobil, apalagi plat luar kota, pasti harganya dikemplang.</p>
<p>Hari 4<br />
Saya diajak ke Selecta. Selecta adalah tempat rekreasi di Kota Batu. Konsepnya mirip Tawangmangu di Jawa Tengah. Ada kebun bunga di tengah area rekreasi. Untuk harga tiketnya, saya lupa <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebetulnya masih ada banyak tempat wisata di seputaran Malang dan Batu. Masih ada agrowisata Kusuma (tempat kita bisa petik apel dan stroberi langsung dari kebonnya), air terjun Coban Talun, atau naik ke Panderman dan Arjuna. Mudah-mudahan ntar ada yang mau kasih sponsor buat maen ke sana lagi <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>

<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0467' title='DSC_0467'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0467-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0467" title="DSC_0467" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0447' title='DSC_0447'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0447-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0447" title="DSC_0447" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0434' title='DSC_0434'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0434-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0434" title="DSC_0434" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0411' title='DSC_0411'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0411-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0411" title="DSC_0411" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0405' title='DSC_0405'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0405-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0405" title="DSC_0405" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0388' title='DSC_0388'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0388-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0388" title="DSC_0388" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0387' title='DSC_0387'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0387-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0387" title="DSC_0387" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0375' title='DSC_0375'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0375-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0375" title="DSC_0375" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0366' title='DSC_0366'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0366-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0366" title="DSC_0366" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0347' title='DSC_0347'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0347-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0347" title="DSC_0347" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0330' title='DSC_0330'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0330-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0330" title="DSC_0330" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0317' title='DSC_0317'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0317-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0317" title="DSC_0317" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0293' title='DSC_0293'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0293-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0293" title="DSC_0293" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0262' title='DSC_0262'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0262-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0262" title="DSC_0262" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0226' title='DSC_0226'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0226-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0226" title="DSC_0226" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0211' title='DSC_0211'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0211-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0211" title="DSC_0211" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0202' title='DSC_0202'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0202-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0202" title="DSC_0202" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0196' title='DSC_0196'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0196-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0196" title="DSC_0196" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0192' title='DSC_0192'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0192-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0192" title="DSC_0192" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0190' title='DSC_0190'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0190-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0190" title="DSC_0190" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc01179' title='Corn Ice Cream'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC01179-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Corn Ice Cream" title="Corn Ice Cream" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0163' title='Ini rasanya biasa '><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0163-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Ini rasanya biasa" title="Ini rasanya biasa" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc01176' title='Menu'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC01176-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Menu" title="Menu" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc01173' title='Tampak luar'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC01173-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Tampak luar" title="Tampak luar" /></a>
<a href='http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/dsc_0153' title='DSC_0153'><img width="150" height="150" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0153-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0153" title="DSC_0153" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/oleh-oleh-dari-malang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>We are (still) friend</title>
		<link>http://wennyaulia.com/686.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/686.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 00:28:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=686</guid>
		<description><![CDATA[Keep smiling, keep shining Knowing you can always count on me, for sure That&#8217;s what friends are for For good times and bad times I&#8217;ll be on your side forever more That&#8217;s what friends are for (That&#8217;s what friends are for ~ Elton John) bahagiamu bahagiaku bahagiaku bahagiaku sedihmu sedihmu *eh hihihi. Pertemanan hampir selalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Keep smiling, keep shining</em><br />
<em>Knowing you can always count on me, for sure</em><br />
<em>That&#8217;s what friends are for</em><br />
<em>For good times and bad times</em><br />
<em>I&#8217;ll be on your side forever more</em><br />
<em>That&#8217;s what friends are for</em><br />
(That&#8217;s what friends are for ~ Elton John)<br />
<span id="more-686"></span><br />
bahagiamu bahagiaku<br />
bahagiaku bahagiaku<br />
sedihmu sedihmu<br />
*eh</p>
<p>hihihi.<br />
Pertemanan hampir selalu saya nilai lebih. Hampir seperti saudara gitu deh. Beruntungnya saya selalu punya teman dekat sedari SD (seenggaknya itu menurut saya sih <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Teman-teman dekat saya dari SD itu juga masih <em>keep in touch</em> sampai sekarang loh.</p>
<p>Sejauh ini, saya berteman (sepertinya) baik-baik saja. Sampai suatu ketika, seorang teman menjauh. Mendadak. Hari ini kami masih seharian komunikasi, besokannya dia menghilang. Ditelpun ga angkat, diajak chatting ga bales, disamper ga mau ktemu. Dan hal ini berlangsung seminggu lebih.</p>
<p>Saya sampai stres.</p>
<p><em>Ih segitunya.</em><br />
Iyah, segitunya. Saya juga bingung.<br />
<em>Kan masih banyak temen yang lain.</em><br />
Iyah, masih banyak. Tapi ilang satu ga berarti tumbuh seribu e.</p>
<p>Beberapa teman ternyata memperhatikan perubahan dia juga. Ketika mereka tanya, saya hanya bilang dia sedang sibuk, banyak kegiatan. Pura-puranya saya cuek. Padahal, selama beberapa malam saya ampe nangis. Kerja juga jadi ga fokus. Diajak ngobrol apalagi, makin ga nyambung <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Sampai suatu ketika, saya kirim pesan ke dia (sebut saja namanya Andi):<br />
Hai, Andi yang baru. Apa kabar? Andi yang lama kemana yah? Sibuk banget kayaknya dia. Uhm, kalau kamu ketemu dia, tolong sampaikan salamku yah. Tolong tanyain juga, apa dia ga kangen aku? Oiyah, salam kenal juga buat kamu. Mudah-mudahan kita bisa bertemu dan berteman baik <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebelum saya kirim, saya baca ulang dan langsung ngerasa kayak jadi anak kecil. Tapi bodo amat dah.</p>
<p>Syukurlah, besokannya dia mulai ngajak chatting duluan. Saya pun balas seolah-olah ga terjadi apa-apa kemarin-kemarin. Saya ajak ketemu, dia mau. Sampai sekarang, kami berusaha tidak ungkit masalah itu. Berteman itu adalah juga tentang <em>let them having their own time</em>, eh? <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://bit.ly/iWVngn"><img src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2011/05/Friendship_Star_by_roseonthegrey-300x300.jpg" alt="" title="Friendship" width="300" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-687" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/686.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menerima Penolakan</title>
		<link>http://wennyaulia.com/menerima-penolakan.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/menerima-penolakan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 13:33:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=679</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Yet ah! why should they know their fate? Since sorrow never comes too late, And happiness too swiftly flies. Thought would destroy their paradise. No more; where ignorance is bliss, &#8216;Tis folly to be wise.&#8221; ~ Thomas Gray Have you ever been rejected on your appliance? Have you ever been ignored by the one you [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Yet ah! why should they know their fate?<br />
Since sorrow never comes too late,<br />
And happiness too swiftly flies.<br />
Thought would destroy their paradise.<br />
No more; where <strong>ignorance is bliss</strong>,<br />
&#8216;Tis folly to be wise.&#8221; ~ Thomas Gray<br />
</em><br />
Have you ever been rejected on your appliance? Have you ever been ignored by the one you love? When you demanding something, has your parents didn&#8217;t fulfil what you want?<br />
I did.<br />
Was it hurt?<br />
Of course.<span id="more-679"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Aplikasi yang susah payah saya isi, esai yang saya buat selama berminggu-minggu, persiapan presentasi yang saya buat sejak bermalam-malam sebelum waktu tampil tiba, semua itu terasa menyakitan ketika pada saatnya kemudian kata-kata yang saya terima adalah &#8220;anda masih dapat mendaftar lagi tahun depan,&#8221; &#8220;anda belum dapat lolos menjadi finalis,&#8221; dan sejenisnya. #sulebay</p>
<p style="text-align: justify;">Lima tahun yang lalu, saya belajar mati-matian demi diterima di Ujian Masuk sebuah fakultas dan universitas yang saya idamkan. Tidur selepas malam dan bangun sesaat sesudah adzan Subuh berkumandang, maghrib baru pulang les, beli dan fotokopi berjuta-juta contoh soal ujian, ngendon di kosan teman sampai malam untuk mengerjakan soal-soal itu, tanya sana sini. Sepertinya semua hal yang mampu saya kerjakan, saya kerjakan. Hanya untuk bisa diterima di tempat yang saya cita-citakan itu. Dan ya memang, akhirnya saya gagal.</p>
<p style="text-align: justify;">Nama saya ndak ada terpampang di website universitas. Saya? Ya cuma bisa menangis diem-diem. Saya malu gara-gara dulu saat persiapan ujian, saya sama sekali ndak mau bantu ibu di rumah, ndak mau disuruh ke tempat saudara, ndak mau ngurusi si <a href="http://jrengjreng. wordpress.com" target="_blank">precil</a>. Saya cuma mau berlatih mengerjakan soal. Saya malu pada ibu dan bapak saya. Arogan dan akhirnya gagal saya mencapai apa yang saya impikan semenjak saya umur lima tahun.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/06/dsc00177.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-682" title="sendok garpu punya Platinum" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/06/dsc00177-300x160.jpg" alt="sendok garpu punya Platinum" width="300" height="160" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ignorance is a bliss.</em></p>
<p style="text-align: justify;">I believe in that. God always has His own way to fulfil our needs.<br />
Belakangan saya bersyukur belajar di tempat kemarin saya kuliah. Saya bisa hemat berjuta-juta rupiah karena di tempat yang saya idamkan semula itu biaya kuliahnya muahal. Saya punya banyak waktu untuk bermain karena jurusan saya cenderung santai, berkebalikan dengan tempat yang saya idamkan itu yang ada banyak sekali sesi praktikum. Lapangan pekerjaan bagi jurusan saya banyak sedangkan di tempat yang saya tuju semula itu, cuma tersedia satu profesi dan kalau mau sukses ya harus pinter banget atau mau ditempatkan di daerah. Yap, saya bersyukur. Tuhan memang memberi yang terbaik bagi saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih kental juga dalam ingatan saya bahwa dulu cukup sakit hati ditolak oleh salah satu bank pemerintah. Belakangan setelah diamat-amati, bank itu menomorsatukan fisik dan menomorsekiankan otak dan attitude. Ya sudah, cukup tau kualitas bank itu kedepannya <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Lagi-lagi saya bersyukur apalagi setelah membanding-bandingkan, pendapatan yang diterima tidak begitu jauh berbeda. Hihihi <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan tahu yang terbaik bagi kita. Sayangnya, susah sekali bagi kita untuk membaca apa yang Dia tahu tentang kita. Seorang teman, empat kali gagal ikut tes di fakultas yang dia inginkan. Dia mengartikan itu sebagai petunjuk untuk mencoba lagi. Sedangkan saya, mengartikan itu sebagai petunjuk untuk mencoba tes tidak di fakultas itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu deh. Tugas manusia memang &#8220;hanya&#8221; berusaha, berdoa, dan berserah. Percaya bahwa Tuhan telah mendengar apa yang kita inginkan dan menyesuaikannya dengan apa yang sesungguhnya kita butuhkan. Oleh karena itu, ketika meminta, yang saya ucapkan adalah &#8220;bukakan jalan untukku&#8221; alih-alih &#8220;berikan aku petunjuk&#8221; karena menurut saya Tuhan telah memberi petunjuk dengan banyak cara, kita saja yang sering kurang peka membaca petunjuk itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/menerima-penolakan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMI dan kegaulan</title>
		<link>http://wennyaulia.com/smi-dan-kegaulan.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/smi-dan-kegaulan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 05:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=675</guid>
		<description><![CDATA[Jadi kalau SMI memilih pergi, itu salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue? Menurut looo? Kalau dalam mengambil kebijakan sudah sesuai prosedur tapi tetep disalahkan, kalau upayanya efisiensi justru mendapat jegalan, kalau berusaha &#8216;membersihkan&#8217; dianggap sebagai penentangan, kenapa juga harus tetap di negeri ini. Sementara di belahan dunia lain, dia akan lebih dihargai dan dihormati. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://karikaturis.files.wordpress.com/2009/12/sri-mulyani1.jpg"><img class="aligncenter" src="http://karikaturis.files.wordpress.com/2009/12/sri-mulyani1.jpg" alt="" width="370" height="395" /></a><br />
<em>Jadi kalau SMI memilih pergi, itu salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue?</em></p>
<p>Menurut looo?<br />
Kalau dalam mengambil kebijakan sudah sesuai prosedur tapi tetep disalahkan, kalau upayanya efisiensi justru mendapat jegalan, kalau berusaha &#8216;membersihkan&#8217; dianggap sebagai penentangan, kenapa juga harus tetap di negeri ini. Sementara di belahan dunia lain, dia akan lebih dihargai dan dihormati.</p>
<p>Yang dulu usul SMI mundur, dia sudah akan mundur tuh sekarang. Sana gih diisi posisinya. E tapi ya itu kalau mampu lo ya. Secara getoh, kerja jadi Menteri Keuangan ga gampang. Ngurusin duit negara tu susah tauukk.</p>
<p>Eh saya sudah pantes jadi anak G4O3L dan labil belum sih? <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/smi-dan-kegaulan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ah Jakarta!</title>
		<link>http://wennyaulia.com/ah-jakarta.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/ah-jakarta.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 03:11:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=670</guid>
		<description><![CDATA[Satu hal yang mengganjal di benak saya mengenai kota ini adalah tentang toleransi. Berulang kali saya mendapati ibu hamil atau orang tua sulit mendapatkan tempat duduk di kendaraan umum, kecuali kenek bus yang meminta penumpang untuk memberikan tempat duduk pada ibu hamil atau orang tua tersebut. Banyak dari penumpang yang tahu tapi tidak mau tahu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Satu hal yang mengganjal di benak saya mengenai kota ini adalah tentang toleransi. Berulang kali saya mendapati ibu hamil atau orang tua sulit mendapatkan tempat duduk di kendaraan umum, kecuali kenek bus yang meminta penumpang untuk memberikan tempat duduk pada ibu hamil atau orang tua tersebut. Banyak dari penumpang yang tahu tapi tidak mau tahu. Atau tahu dan kemudian pura-pura tidak tahu. Walaupun tentu saja, tidak semua penumpang seperti itu.<br />
<span id="more-670"></span><br />
<a href="http://arsavin.files.wordpress.com/2009/06/3143162p.jpg"><img class="aligncenter" src="http://arsavin.files.wordpress.com/2009/06/3143162p.jpg" alt="" width="420" height="255" /></a></p>
<p>Pernah suatu kali di dalam bus, saya memperoleh tempat duduk. Tak lama kemudian ada penumpang lain yang masuk. Seorang ibu tua. Saya pun berdiri dan mempersilakan si ibu duduk. Ibu itu entah bergumam apa. Mungkin berterima kasih. Saya hanya timpali dengan senyuman. Tidak lama berselang, seorang penumpang lain bertanya pada saya, &#8220;Baru ya mbak di Jakarta?&#8221; Saya balik bertanya, &#8220;Kenapa?&#8221; &#8220;Orang yang belum lama tinggal di kota ini yang biasanya berbuat seperti yang Mbak tadi lakukan.&#8221;</p>
<p>Saya hanya bisa tersenyum. Kota ini kota besar. Sekaligus kota penuh tipu. Di belakang gedung megah, banyak ditemui gubug reyot. Di antara puluhan orang berjalan dengan penampilan klimis, terdapat peminta-minta dengan pakaian lusuh. Yang tentu saja, entah itu pakaian lusuh sebenarnya atau &#8216;dibuat&#8217; lusuh. Tidak ketinggalan pula tukang-tukang ojek yang sering memanggil dengan sebutan &#8220;neng geulis.&#8221; Entah mereka jujur atau demi memperoleh penumpang untuk menjaga dapur mereka tetap mengebul. Ingat, ini kota penuh tipu.</p>
<p>Pada kali yang lain, saya menunduk dan tersenyum pada seorang bapak muda yang memberi saya tempat duduk di dalam bus. Serta merta, bapak tua di sebelah saya duduk menyapa saya dan bertanya, &#8220;Dari Jawa ya, Mbak?&#8221; Wiew, sebegitu Jawa-kah muka saya, pikir saya ketika itu. Seakan mampu membaca pikiran saya, tanpa di jawab si bapak tua meneruskan, &#8220;Jarang sekali saya lihat ada orang menunduk tanda hormat begitu di sini.&#8221;</p>
<p>Saya malu. Ini bukan hal besar tapi berulang kali kejadian macam itu saya alami. Saya heran. Kota sebesar ini tidak familiar dengan hal sekecil itu. Saya melakukannya begitu saja. Semata karena ingat kata ibu bapak saya. Jaga sikap, jaga ucapan, kamu sendirian di sana.</p>
<p>Eh tapi toh saya tidak sesuci itu. Pada suatu Jumat, dua bulan berselang, saya harus kembali ke Jakarta Barat. Saya merasa sangat kepayahan. Badan dan pikiran saya lelah. Tapi demi sebuah hubungan keluarga, saya memaksa diri menempuh perjalanan jauh itu. Dua puluh menit saya menunggu bus jurusan yang saya tuju. Dan hore, saya dapat tempat duduk! Lumayan, bisa satu jam tidur di perjalanan. Baru lima menit duduk dan saya belum juga tertidur, masuklah seorang bapak tua. Semua kursi sudah penuh. Saya bukannya memberi tempat duduk, saya justru berpura-pura tidur. Sesuatu yang dua bulan lalu saya hujat habis-habisan. Tuhan, ampuni aku. Aku sungguh lelah untuk beranjak bangun demi bapak itu. Saya hanya bisa berucap demikian.</p>
<p>Lagi-lagi saya tersadarkan. Men-judge seseorang karena satu perilakunya bukanlah sesuatu yang baik untuk dilakukan. Mustinya saya khusnudzon, mungkin penumpang-penumpang itu juga kelelahan sehingga enggan memberikan tempat duduk pada lansia dan ibu hamil. Dan saya telah termakan pikiran saya sendiri. Lagi.</p>
<p>Ah, Jakarta!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/ah-jakarta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Oportunisme</title>
		<link>http://wennyaulia.com/oportunisme.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/oportunisme.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 18:15:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=664</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Aku mungkin bukan lagi seorang idealis, melainkan seorang realis yang pahit.” ~ Soe Hok Gie Saya dulu idealis. Demi diterima di tempat saya bekerja sekarang, saya &#8216;menjual diri&#8217; dengan kata-kata mulia. Ingin membantu membangun negara. Saya dulu tidak bohong ketika berujar itu. Tapi sekarang, saya jadi tidak yakin sendiri dengan apa yang dulu saya ucapkan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Aku mungkin bukan lagi seorang idealis, melainkan seorang realis yang pahit.” ~ Soe Hok Gie</em></p>
<p>Saya dulu idealis. Demi diterima di tempat saya bekerja sekarang, saya &#8216;menjual diri&#8217; dengan kata-kata mulia. Ingin membantu membangun negara. Saya dulu tidak bohong ketika berujar itu. Tapi sekarang, saya jadi tidak yakin sendiri dengan apa yang dulu saya ucapkan.<br />
<span id="more-664"></span><br />
Bukan, saya bukannya menyesal dengan pilihan kerja saya. Biasa saja kok. Hanya saja, apa yang menjadi rutinitas saya di kantor rasa-rasanya masih jauh dari yang dulu saya bayangkan dapat saya lakukan.</p>
<p>Dan mengenai remunerasi dan korupsi, itu dua hal yang tidak berhubungan, menurut saya. Tapi saya jelas menolak kalau remunerasi dibatalkan. Mau bayar kosan pake apa? <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (</p>
<p>Baru belakangan saya menyadari, mengapa saya sama sekali tidak menyesal dengan pilihan yang saya ambil. Saya memang tidak sepenuhnya ingin membantu membangun negara. Saya toh menginginkan sebuah kepastian dan pola hidup santai karena profesi yang sekarang menjanjikan dua hal itu (tentu saja bila perilaku saya ndak aneh-aneh).</p>
<p>Ah ya, saya memang bukan idealis. Saya bukan pula realis yang pahit karena idealisme saya hanya selapis. Ternyata saya hanya seorang oportunis.</p>
<p>Eniwei, selamat hari kartini <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/oportunisme.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ghost Writer Review: Spoiler Dimana-mana</title>
		<link>http://wennyaulia.com/ghost-writer-review-spoiler-dimana-mana.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/ghost-writer-review-spoiler-dimana-mana.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 14:07:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=663</guid>
		<description><![CDATA[Film itu seperti terapi bagi saya. Makanya, pindah ke kota ini membuat saya terpuaskan. Ndak perlu lagi ngantri tiket dari jam 9-padahal-bioskopnya-buka-jam-11.30 demi nonton film-film canggih itu. Kali ini adalah Ghost Writer. Film yang bercerita tentang seorang penulis memoar dari seorang politikus bernama Adam Lang. Di sini, Ewan McGregor yang berperan sebagai penulis (the ghost) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Film itu seperti terapi bagi saya. Makanya, pindah ke kota ini membuat saya terpuaskan. Ndak perlu lagi ngantri tiket dari jam 9-padahal-bioskopnya-buka-jam-11.30 demi nonton film-film canggih itu.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.thecinemasource.com/moviesdb/images/The_Ghost_Writer_Movie_Poster-Ewan_McGregor-Pierce_Brosnan.jpg" alt="null" width="300" height="444" /><br />
<span id="more-663"></span></p>
<p>Kali ini adalah Ghost Writer. Film yang bercerita tentang seorang penulis memoar dari seorang politikus bernama Adam Lang. Di sini, Ewan McGregor yang berperan sebagai penulis (<em>the ghost</em>) kedua dari memoar Adam Lang. Penulis pertamanya, Michalel McAra, ditemukan tewas di pulau tempat Adam Lang tinggal. Belakangan the ghost baru mengetahui bahwa Lang terlibat dengan CIA. Hal inilah yang menyebabkan karir politiknya melesat naik dalam waktu singkat dan rupanya orang dibelakang Lang yang menjadi penyebab kematian McAra.</p>
<p>Yang membuat film ini menarik adalah selain alur ceritanya yang jelas, komedi satir khas Inggris ada di sepanjang cerita. Dan tentu saja, Ewan McGregor nampak ganteng walau bernasib tragis di akhir cerita *ups*. Oiya, beredar rumor bahwa tokoh Adam Lang terinpirasi dari mantan PM Tony Blair.</p>
<p>Hihihi..jadi banyak spoiler ni <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/ghost-writer-review-spoiler-dimana-mana.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>QOTD</title>
		<link>http://wennyaulia.com/qotd.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/qotd.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 05:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gak Penting]]></category>
		<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=660</guid>
		<description><![CDATA[Our deepest fear is not that we are inadequate. Our deepest fear is that we are powerful beyond measure. We ask ourselves &#8216;who am I to be brilliant, gorgeous, talented and fabulous?&#8217; Actualy, who are you not to be? We were born to make manifest the glory of God that is within us. And as [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Our deepest fear is not that we are inadequate.<br />
Our deepest fear is that we are powerful beyond measure.<br />
We ask ourselves &#8216;who am I to be brilliant, gorgeous, talented and fabulous?&#8217;<br />
Actualy, who are you not to be?<br />
We were born to make manifest<br />
the glory of God that is within us.<br />
And as we let our own light shine,<br />
We unconsciously give other people permission to do the same.~akeelah and the bee</p></blockquote>
<p>Bapak, who always teach me how to live and stay alive, who always make me sure that I can do anything I want, get well soon yah. Love u a lot <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/qotd.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biennale Anak 2009</title>
		<link>http://wennyaulia.com/biennale-anak-2009.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/biennale-anak-2009.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 05:41:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=653</guid>
		<description><![CDATA[Setelah ajang Biennale X pada tanggal 10 Desember 2009-10 Januari 2010 lalu, masyarakat Jogja kembali berkesempatan menikmati pameran seni budaya yang bertajuk Biennale Anak Jogja 2009. Sesuai dengan namanya, acara ini memang ditujukan untuk mengenalkan seni dan kreativitas pada anak-anak. Berbagai acara digelar, seperti pameran lukisan, nonton bioskop gratis khusus anak, karnaval, seminar, dan juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah ajang Biennale X pada tanggal 10 Desember 2009-10 Januari 2010 lalu, masyarakat Jogja kembali berkesempatan menikmati pameran seni budaya yang bertajuk Biennale Anak Jogja 2009. Sesuai dengan namanya, acara ini memang ditujukan untuk mengenalkan seni dan kreativitas pada anak-anak.</p>
<p>Berbagai acara digelar, seperti pameran lukisan, nonton bioskop gratis khusus anak, karnaval, seminar, dan juga talkshow. Central point dari acara ini adalah Ceria Wonderland. Dari yang saya pahami, konsepnya mirip seperti Kidzania. Tiap anak yang ingin berpartisipasi diharuskan membawa barang bekas dari rumah untuk kemudian ditukar dengan uang dolanan (kalau tidak salah, di media-media ditulis uang dolanan bisa didapat dengan membeli pakai uang riil)<span id="more-653"></span>. Akan ada panitia yang menaksir nilai barang bekas tersebut jika ditukarkan dengan uang. Sesudah itu, si anak dapat masuk ke arena yang berisi toko-toko, workshop, flying fox (eh bener ada ini ga ya), taman pasir, dll. Jika si anak kehabisan uang, mereka dapat mencari uang dengan cara berpartisipasi aktif di workshop tersebut. FYI, orang dewasa tidak diijinkan masuk ke arena Ceria Wonderland.<br />
<a href="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/ruang-boneka.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-657" title="ruang boneka" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/ruang-boneka-300x224.jpg" alt="ruang boneka" width="300" height="224" /></a><br />
<a href="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/lukisan-anak.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-654" title="lukisan anak" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/lukisan-anak-300x224.jpg" alt="lukisan anak" width="300" height="224" /></a><br />
<a href="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/ceria-wonderland.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-656" title="ceria wonderland" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/ceria-wonderland-300x224.jpg" alt="ceria wonderland" width="300" height="224" /></a><br />
<a href="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/mewarna-dg-kuku.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-655" title="mewarna dengan kuku" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2010/01/mewarna-dg-kuku-300x225.jpg" alt="mewarna dengan kuku" width="300" height="225" /></a><br />
Mungkin karena baru pertama kali digelar, acara ini masih ada kekurangan di beberapa hal. Agenda acara di hari saya kesana kemarin tidak sama dengan yang ada di fesbuk. Biennale ini juga meliputi beragam acara. Sayangnya, panitia kurang &#8216;beredar&#8217; jadi bingung juga mau tanya ke mana.</p>
<p>Namun, di luar semua itu, saya mengapresiasi adanya acara ini. Ada tempat yang bisa dipergunakan untuk mengenalkan seni dan kreativitas pada anak sehingga tempat bermain anak tidak melulu mall. Yang belum ke sana, dateng aja. Sekedar tips, lebih baik parkir di luar TBY dan bawa barang bekas yang banyak untuk bermain di Ceria Wonderland <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/biennale-anak-2009.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayah&#8230;</title>
		<link>http://wennyaulia.com/ayah.html</link>
		<comments>http://wennyaulia.com/ayah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 15:59:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wennyaulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wennyaulia.com/?p=648</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan sering merasa kangen sekali dengan sang Ibu Lalu bagaimana dengan Ayah? Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan sering merasa kangen sekali dengan sang Ibu</p>
<p style="text-align: left;">Lalu bagaimana dengan Ayah?<br />
<a href="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2009/11/father.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-649" title="father" src="http://wennyaulia.com/wp-content/uploads/2009/11/father.gif" alt="father" width="296" height="296" /></a><br />
Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari kamu akan merasa kehilangan sekalinya beliau tidak menelepon,<br />
tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?<br />
<span id="more-648"></span><br />
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,<br />
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?</p>
<p>Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil, Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda<br />
Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu<br />
Kemudian Ibu bilang, &#8220;Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya.&#8221;<br />
Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka</p>
<p>Tapi sadarkah kamu?<br />
Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.</p>
<p>Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.<br />
Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas, &#8220;Boleh. Kita beli nanti. Tidak sekarang.&#8221;<br />
Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?</p>
<p>Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata, &#8220;Sudah dibilang! Kamu jangan minum es!&#8221;.</p>
<p>Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut<br />
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu</p>
<p>Ketika kamu sudah beranjak remaja, kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan &#8220;Tidak boleh!&#8221;<br />
Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?<br />
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang luar biasa berharga</p>
<p>Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu&#8230;</p>
<p>Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu<br />
Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,<br />
Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu<br />
Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?</p>
<p>Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia<br />
Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..<br />
Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?</p>
<p>Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.<br />
Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir</p>
<p>Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut<br />
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu<br />
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?</p>
<p>&#8220;Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah&#8221;</p>
<p>Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur<br />
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti</p>
<p>Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah</p>
<p>Disaat kamu butuh uang untuk membiayai kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.<br />
Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain<br />
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan,<br />
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah &#8220;Tidak. Tidak bisa.&#8221;</p>
<p>Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan, &#8220;Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu&#8221;<br />
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?</p>
<p>Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana,</p>
<p>Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.<br />
Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat &#8220;putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang&#8221;</p>
<p>Ketika kamu menjadi gadis dewasa<br />
Dan kamu pergi ke kota lain<br />
Ayah akan melepasmu di bandara</p>
<p>Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?<br />
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini-itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati</p>
<p>Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat</p>
<p>Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata &#8220;Jaga dirimu baik-baik ya sayang&#8221;</p>
<p>Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT&#8230;kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.</p>
<p>Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya<br />
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin</p>
<p>Karena Ayah tahu,<br />
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti untuk menjagamu</p>
<p>Dan,<br />
Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia<br />
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi ke belakang panggung sebentar, dan menangis?</p>
<p>Ayah menangis karena Ayah sangat berbahagia dan berdoa<br />
&#8220;Ya Allah telah kuselesaikan tugasku<br />
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik<br />
Bahagiakanlah ia bersama suaminya&#8221;</p>
<p>Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk<br />
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih<br />
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya</p>
<p>Ayah telah menyelesaikan tugasnya</p>
<p>Ayah, Bapak, Papa, atau Abah kita<br />
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat<br />
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis<br />
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu<br />
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa KAMU BISA</p>
<p><em>Tulisan ini didapat dari notes seorang teman, dengan saya ubah sedikit. <del datetime="2009-11-27T16:09:10+00:00">Hai, Can!</del><br />
Mengingatkan saya pada masa yang insyaAllah tidak lama lagi tiba. Saat saya akhirnya harus pisah rumah dengan orang tua. Bapak..Ibu.. <img src='http://wennyaulia.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wennyaulia.com/ayah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

