March 13, 2008 at 10:03 pm
filed under Manajemen, Miscellaneous, Opini
Lagi-lagi saya mau cerita tentang kelas Negosiasi.
Tugas kali ini adalah nonton film berjudul Erin Brokovich dan kemudian menganalisis trik-trik negosiasi yang dipakai dalam film tersebut, termasuk penggunaan pihak ketiga.
Saya gak akan bahas analisis itu di sini. Soalnya saya malu…ilmu saya masih dangkal
Saya hanya akan cerita tentang film ini.
Ini film bagus menurut saya. Film yang udah cukup lama; beredar di Indonesia sekitar tahun 2000. Di film yang diangkat dari kisah nyata ini, Julia Roberts berperan sebagai tokoh utama, yaitu Erin Brikovich. Sedangkan Erin sendiri (Erin yang asli) memainkan peran figuran sebagai waitress.
Erin merupakan seorang ibu dari tiga orang anak yang masing-masing berusia delapan dan enam tahun serta sepuluh bulan. Hidupnya berantakan karena ia seorang pengangguran dan telah bercerai dengan dua suami terdahulunya. Ketika melamar di sana-sini pun ia ditolak karena penampilannya seminim keahliannya.
Kemudian, setelah dilakukan berbagai upaya, Erin pun mendapatkan pekerjaan di sebuah biro hukum kecil, Masry&Co. Di biro yang dipimpin oleh Ed Masry ini, Erin bertugas membereskan berkas-berkas yang terkait klien yang sedang ditangani.
Inti film bermula saat Ed memberi tugas Erin untuk membereskan berkas pro bono real
estate. Perusahaan bernama Pacific Gas & Electric Co. berkeinginan membeli rumah milik Donna Jensen yang letaknya di sekitar wilayah industri mereka seharga $66,500. Dalam berkas tersebut juga dicantumkan data penyakit yang diderita Donna berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan dokter perusahaan PG & E.
Singkat cerita, dari hasil investigasi oleh Erin, diketahui bahwa kasus ini bukan sekedar mengenai real estate. Lebih dari itu, P G & E diduga telah melanggar aturan pemerintah dengan menggunakan kromium dalam operasinya yang mana ini akan mempengaruhi kualitas air di wilayah sekitar perusahaan, termasuk di Hinkley, tempat Jensen tinggal. Kromium itu pulalah yang kemudian diduga menjadi penyebab penyakit-penyakit yang diderita Jensen serta banyak mantan warga Hinkley lainnya.
Film ini kemudian banyak bercerita mengenai upaya-upaya Erin dengan dibantu Ed untuk memperjuangkan hak-hak warga Hinkley guna memperoleh ganti rugi tanah dan biaya-biaya pengobatan atas penyakit yang mereka derita.
Sangat menarik bagi saya, mengamati bagaimana seseorang bisa bangkit dari keterpurukannya. Dari yang semula kesulitan membayar tagihan telepon hingga memperoleh cek sebesar $2,000,000. Dari yang semula dianggap tidak punya keahlian apa-apa, ternyata setelah digali ia memiliki kemampuan mengingat yang luar biasa serta bagaimana ia bisa begitu berempati dengan kehidupan orang lain… *tidak seperti saya yang totally cuek
O iya, ungkapan yang saya suka di film ini adalah “
Secara umum, lagi-lagi saya bilang ini film yang menarik. Inspiring. Nonton film ini saya jadi inget film Pursuit of Happiness. Sama-sama menunjukkan pada saya bagaimana seseorang itu berjuang untuk bisa hidup demi dirinya sendiri dan anaknya hingga akhirnya kesuksesan bisa ia raih.
*huks…ibu…bapak….
Oke,
Film berikutnya yang harus ditonton karena harus dianalisis juga adalah The Negotiator. Mbuh ni film apa. Pastinya bukan film tentang masak to ya…
*jayus…dilempar truk wae
djunaedird
Saya juga pernah nonton. Memang asyik dan berbobot
hanggadamai
kok diriku blom nonton filmnya yah
hanggadamai
iya dong
kan up to date
almascatie
kok sayah tertarik nonton ni pilem yah? tapi bukan dianalisis lho
*salam kenal*
almascatie
Pursuit yang maen sapa?
tehaha
saya belum nonton nih..
jadi penasaran…..
hanggadamai
numpang lewat
Cabe Rawit
Iya, sangat inspiring… seperti sintantron Cinta Laura…
*difecut*
Asek itu dosennya… belajar dengan media film, terus disuruh dianalisa.
Ane mau numpang OOT: Yang benar Negosiasi atau negoisasi?
trijokobs
berarti harus segera pulang..
nunggu di RCTI ahhh..
kali aja ntar malem diputer
Effendi
Jahh… Udah liat Thank You For Smoking kan?
alle
baru tau malah ada film itu,..
oh iya klo persuit ak dah nonton,.. terharu sayah
DJoniE
Waktu nonton “Prusuit of Happiness” itu diriku teringat bapak di kampung…. Paling terharu pas adegan di kereta bawah tanah…. Udah nggak punya rumah, jadi harus tinggal di WC stasiun… Huhuhuhuhu…
Gyl
Hmm… sepertinya bagus ya wen ? Masuk daftar yang ingin ditonton kayaknya…
Kayaknya nyari film yang berkaitan dengan negosiasi ya wen ?
Film lain yg bagus itu :
“Pursuit of Happyness” ( pakai “Y” lo judulnya… ) itu juga bagus. Ceritanya tidak tipikal hidup “ideal”… O ya, juga film “Interstate 60″.. itu lumayan juga.
“Thank You for Smoking”.. itu kalo mau nonton yang berkaitan dengan negosiasi wen. Bagaimana seorang pengacara menjadi pengacara perusahaan rokok… menarik lo. Banyak teknik bicara yg bisa dipelajari…
ilham
i luv da movie much! anyone wanna join her courage?
DM
Jadi penasaran…
anonymous
leh tahan ia cite die ….but………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………I…………………………………………………………………………………………..HATE…………………………………………………………………………………………….THAT……………………………………………………………………………………………..MOVIE………………………………………………………………………………………….VERY……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………MUCH…………………because…..i’m still a CHILD……..BYE……………..
arurua
woww…
geee..thanks sis
hehehehe
coz of you i can get through of my task from my teacher..
hehehe
skali lagi maturnuwun…
rahma
tugas kuliah negosiasi ya.. kok tugas kuliahnya sama.. ehehehe. jangan2 dosennya sama juga? hehe..
film erin dan besok tugasny film the negotiator