cinta itu

April 5th, 2008 § 5 comments

Ada seorang serdadu yang baru saja tiba
dari perang, dan hari itu juga serdadu
itu menelpon orang tuanya yang tinggal
di San Fransisco.

“Ayah, Ibu, sebentar lagi saya akan
pulang. Tapi saya mempunyai satu
permintaan. Saya punya seorang teman
yang akan saya bawa turut bersama dengan
saya.”

“Boleh saja. Kami akan senang sekali
bertemu dengannya.”

“Tapi ada hal penting yang ingin saya
ceritakan tentangnya. Dia mengalami luka
parah saat perang. Tanpa sengaja ia
telah menginjak ranjau yang menyebabkan
satu tangan dan kakinya hilang. Sekarang
ia tak tahu harus ke mana, saya ingin ia
bersama kita.”

“Kami turut menyesal tentang temanmu
itu. Mungkin kita bisa carikan tempat
lain di mana ia bisa tinggal.”

“Tidak Ayah, saya ingin ia bersama
dengan kita.!”

“Nak, kamu tak tahu apa yang kamu minta.
Orang dengan kondisi cacat seperti itu
akan menjadi beban untuk kita. Kita
punya kehidupan sendiri dan kita tak
mungkin membiarkan orang seperti itu
mengganggu kehidupan kita. Kami pikir
lebih baik kamu pulang dan lupakan orang
itu. Dia pasti akan menemukan jalan
hidupnya sendiri.”

Setelah mendengar jawaban ini,
teleponpun ditutup oleh anaknya. Hingga
beberapa hari lamanya kedua orang tua
ini tidak mendapat kabar lagi dari
anaknya. Namun suatu hari mereka justru
mendapat telepon dari kepolisian San
Fransisco. Anak mereka ditemukan
meninggal dunia setelah jatuh dari
gedung. Diperkirakan, bunuh diri. Dengan
perasaan sedih mereka bergegas menuju
rumah sakit yang ditunjukkan polisi.
Mereka diminta untuk mengenali jenazah
anaknya. Ya, mereka memang mengenali
wajah anaknya, tetapi yang membuat
mereka amat terpukul, ternyata anaknya
hanya mempunyai satu kaki dan satu tangan.

——–
Cinta selalu membutuhkan pengakuan dan
penerimaan terhadap orang lain yang
ditinjau dari dua sisi.

Pertama
Sisi menerima orang lain apa adanya

Kedua
Sisi menerima bagian-bagian yang tidak
dimiliki orang tersebut.

Itu yang bikin Mas Andika. Dia posting ini di bulletin FS [udah diedit dengan mengurangi beberapa bait :D ]
Ya benar…kadang saya hanya ingat untuk menerima orang lain apa adanya, tapi lupa untuk menerima bagian-bagian yang tidak dimiliki orang tersebut.

Saya jadi diingetin lagi agar bersikap lebih nrimo. Apalagi saya orang Jogja [loh? ada hubungannya gt? :mrgreen: ]

§ 5 Responses to cinta itu"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>