Archive for the ‘Miscellaneous’ Category

Penelope

Friday, November 27th, 2009

“no matter how much I want to believe there’s one man who won’t run away”

Akibat kesalahan dari kakek kakek kakek buyutnya, Penelope Wilhern terpaksa menanggung kutukan menjadi bermuka babi. Ralph Wilhern memilih orang yang salah untuk dibuat patah hati. Luckily, Penelope menjadi anak perempuan pertama di keluarga Wilhern sejak masanya Ralph. (more…)

Inggris dari Kacamata Saya

Sunday, October 25th, 2009

Westminster Palace & Big Ben

Mungkin ada 1001 lebih alasan mengapa saya begitu ingin belajar ke Inggris. Pertama, mainly because they speak english, bahasa yang secara de facto diakui dan digunakan di lebih dari separuh penjuru dunia. Ada yang bilang logat mereka sulit dipahami. Scousers (Liverpool) bicara dengan dialek yang berbeda dibandingkan Cockneys (London) atau Brummies (Birmingham). Tapi ada juga yang bilang aksen orang Inggris terdengar unik dan seksi. Saya yakin itu semua tak cuma memperkaya kemampuan berbahasa Inggris saya, tetapi juga memperkaya pengetahuan tentang budaya dan sosiologi orang Inggris.

Kedua, Inggris juga punya kota-kota yang menarik. London misalnya, adalah ibukota yang begitu iconic, multikultural, sekaligus exciting untuk dijelajahi. Bath, kota yang unik dan eksentrik, seperti kota di Eropa daratan yang “salah tempat” diletakkan di Inggris. York, kota yang dikelilingi benteng dengan arsitektur historis. Atau Edinburgh, kota tua yang penuh dengan benteng dan kastil gagah dan kontemporer. Yang tak kalah menarik tentunya countryside di highland Skotlandia yang penuh dengan obyek pemandangan alam menakjubkan.

Kalau soal mutu pendidikan, rasanya Inggris tak perlu dipertanyakan lagi. Oxford dan Cambridge adalah salah dua universitas tertua yang reputasinya diakui dunia. Universitas-universitas lain seperti Nottingham, Manchester, Newcastle, York, Warwick, Imperial College, dan sebagainya juga sudah jadi langganan papan atas di peringkat universitas terbaik dunia. Lulusan-lulusan Inggris juga terbukti memegang posisi penting di Indonesia, misalnya Juwono Sudarsono (mantan Menhan), Dino Patti Djalal (Jubir Presiden), atau Marty Natalegawa (Menlu). (more…)

Lomba Desain Poster

Saturday, March 7th, 2009

Membantu menginfokan… :)

LATAR BELAKANG.

Pameran DEEP Indonesia 2009 adalah sebuah pameran internasional yang memamerkan perkembangan aktivitas selam, wisata petualangan dan olah raga air di Indonesia, yang akan diselenggarakan mulai tanggal 27-29 Maret 2009 di Hall A, Jakarta Convention Center.

DEEP Indonesia 2009 memiliki sasaran untuk mempromosikan industri wisata bahari melalui kegiatan selam, olah raga perairan dan wisata petualangan sekaligus mengajak masyarakat untuk mencintai laut dan sumber daya kelautan. Salah satu tujuan dari pameran DEEP Indonesia 2009 adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konservasi lingkungan hidup terutama lingkungan hidup kelautan dan sumber daya kelautan. Tujuan inilah yang menjadi dasar dari diselenggarakannya Lomba Desain Poster Digital oleh PT. Exhibition Network Indonesia, sebagai penyelenggara pameran bekerjasama dengan Coremap II, sebuah lembaga rehabilitas terumbu karang di bawah Departemen Kelautan & Perikanan. (more…)

The Next Zizou, katanya

Sunday, February 22nd, 2009

We would like to introduce Madin Mohammed the 6 year old soccer superstar. He is French Algerian just like Zinedine Zidane that has unbelievable ball skills and has been granted a football scholarship by the French Football Federation.–totalprosports.com (more…)

sembari menunggu

Saturday, February 21st, 2009

Alert. cuma posting ndak jelas

sembari nunggu si abang gugel krom mendonlot pilm yang saya damba-dambakan. tinggal tigapuluh menit lagi. ternyata mendonlot dari mediafire cepat juga. ndak nyampe tiga jam. dan saya pun bahagia. walo diliputi dosa. dosa karna telah membajak. ah… besar mana dosa membajak dengan dosa golput dan merokok. entahlah. toh keduanya dosa. besar kecil sama saja. neraka di sananya. (etapi saya mo golput ding :mrgreen:) (more…)

18 Februari itu….

Wednesday, February 18th, 2009

18 Februari 1745 ilmuwan Alessandro Volta lahir
18 Februari 1797 Trinidad diserahkan pada Inggris dibawah perintah Sir Ralph Abercromby
18 Februari 1814 terjadi peeprangan Battle of Montereau
18 Februari 1871 lahir Harry Brearley. Meski bukan pemegang paten, ia dipercaya sebagai penemu rustless steel yang kemudian dikenal sebagai stainless steel
18 Februari 1885 Adventures of Huckleberry Finn karya Mark Twain dipublikasikan untuk pertama kalinya [wew, baru sadar bahwa kisah itu udah uzur juga]
18 Februari 1929 Academy Award diselenggarakan untuk pertama kalinya (more…)

Iklan Partai

Tuesday, February 17th, 2009

Kota di berbagai wilayah di Indonesia saat ini sedang banyak ditumbuhi pohon. Bukan pohon yang hijau itu. Melainkan pohon-pohon bambu berbendera bergambar berbagai partai. Memang unik bicara calon-calon legislatif pada periode ini. Mulai dari aksi kampanye (foto, puisi, slogan), iklan di TV, aliran kas di masyarakat yang cukup besar itu hingga calonnya itu sendiri yang beraneka latar belakang.

Sudah banyak yang berucap sekarang buanyak sekali pilihan caleg untuk dicontreng. Saking banyaknya, masyarakat bingung. Saking banyaknya juga, antar caleg dari partai yang sama harus saling beradu. Ah, lieur…

Yang belakangan merebak adalah kasus iklan PKS yang dinilai tidak etis. Iklan tersebut memanfaatkan momen panas antara kubu SBY dengan Mega. Dalam iklan tersebut ditunjukkan potongan-potongan berita media terkait sindiran-sindiran dari dua kubu itu.

(more…)

perihal kita.dulu.

Wednesday, January 28th, 2009

kenapa kamu begitu egois. itu tanyamu dulu. aku hanya diam. bukan apa. dalam hatikupun menanyakan hal yang sama. mengapa kamu begitu egois sayangku. tapi lidahku kelu. aku hanya mampu berucap. maaf. dan sesudah itu kau diamkan aku. akupun enggan untuk memulai lebih dulu.

tentu kamu ingat kisah kita dulu. saat kita begitu akrab. aku mengeluh kau tertawa. kau merasa marah aku mampu meredamnya. tentu kamu juga ingat. saat kita saling kasih. makan malam pertama kita dulu. aku kira kita akan ke warung lesehan favoritku. ternyata kamu mengajakku ke restoran mahal. penuh peluh kamu dendangkan lagu untukku. kamu bacakan syairsyair cinta bagiku. kau petik gitar yang ternyata hasil gadai kamera kesayanganmu. hanya untukku sayangku. hingga kemudian aku tidak bisa tidak menerimamu.
(more…)

agak aneh sedikit

Wednesday, January 28th, 2009

sapi jaman sekarang….

tiangnya nutupin jalan…

model rumah baru…

bahan bakar yang selalu dapat diperbaharui… (more…)

anak dan peradaban

Wednesday, January 21st, 2009

meminjam perkataan Dorothy Law Nolte.

jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki.
jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar menentang.
jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.
jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar jadi penyabar.
jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.
jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.
jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia akan terbiasa berpendirian.

tiba-tiba terlintas saja dalam pikiran. bagaimana dengan anak-anak gaza itu? atau anak manapunlah yang mereka hidup di lingkungan perang. anak aceh. anak timor timur. anak vietnam. anak manapun. mereka berhadapan dengan permusuhan. dan jauh dari terwujudnya toleransi. jika boleh memilih, mereka mungkin akan meminta dilahirkan di tengah keluarga yang harmonis dan bahagia. di tengah masyarakat yang damai sentausa. di tengah kehidupan bernegara yang serba tertib terjaga. ah…

mengamini perkataan Nolte, teori tabularasa menyebut anak-anak ibarat kertas putih berselaput lilin (entah mengapa musti berselaput lilin). mereka masih polos, putih, dan bersih. mau jadi apa kelak mereka akan sangat ditentukan oleh peradaban yang membentuknya.

teringat film ‘Pay It Forward’. kisah tentang seorang anak, yang bermula dari mendapat tugas sekolah dari gurunya, ingin melakukan sesuatu untuk mengubah dunia. maka ia mengusulkan satu program yang ia beri nama ‘pay it forward’. berbuat kebaikan yang bagi si pelaku cukup besar dan sulit kepada tiga orang. tiga orang ini kemudian meneruskan pada tiga orang lainnya. begitu seterusnya. ide yang nampak sederhana tapi ternyata memang berhasil. mungkinkah program demikian berjalan di indonesia?

kembali ke masalah dua teori di atas. soal perang yang sedang dan sudah terjadi, saya pribadi memilih untuk mengimani. karena saya yakin semua yang terjadi ini sudah atas ijin Tuhan. justru terbersit dambaan dalam hati saya untuk membangun peradaban yang baik bagi generasi mendatang. dengan mencontoh cara ‘pay it forward,’ mungkin. semata hanya untuk menciptakan lingkungan yang jauh dari cemoohan, dan penuh akan toleransi, dorongan, pujian, kasih sayang serta persahabatan. melukis kata perdamaian besar-besar di dalamnya. agar emosi dan egoisme terpatri jauh dari diri anak-anak. anak-anak manapun.

*habis menghadiri akikahan seorang anak yang bukan anak saya dan terharu dengan doa yang diucap bapaknya :mrgreen: