belajar hidup

April 3, 2009 at 11:45 pm
filed under Heart

malam ini, seorang teman datang ke rumah dan memberi saya nasehat. yang membuat saya merenung. saya menuliskan ulang apa yang dia katakan murni untuk diri saya sendiri. harus dicatat. karena saya pelupa. jika ini bermanfaat buat yang lain, maka saya bersyukur atasnya.

hidup itu pilihan. kamu mau jadi orang yang diinjak-injak, mo jd mediocre, atau bahkan jadi yang di atas. itu terserah kamu.
hidup itu pilihan. kamu mau berteman dengan siapa, bercanda dengan candaan seperti apa, menghabiskan waktu dengan cara apa. itu juga terserah kamu.

bertemanlah dengan cara yang berkualitas. cari teman sebanyak-banyaknya. cari teman yang berkualitas.
bercandalah dengan berkualitas. bukan berarti gojeg kere itu dilarang. tapi tetep candaan berkualitas adalah candaan yang sekalipun menghibur akan tetap membuatmu maju.
habiskan waktu secara berkualitas. jangan menghabiskan waktu tiga jam sehari hanya untuk kongkow-kongkow geje.

hidupmu sehari cuma 24 jam. manfaatkan sebaik-baiknya karena menurutku sumber daya yang tidak bisa diperbaharui adalah waktu. kamu tidak akan bisa mengembalikan waktu yang sudah terbuang.
dolanlah. sisihkan waktumu dua jam sehari untuk bergaul dengan orang di pasar, terminal, parkiran. belajarlah dari mereka. sehingga nanti jika kamu berbicara, yang kamu bicarakan bisa di luar ekspektasi orang-orang itu.

dan,,,
menurutku orang yang paling kasihan adalah yang tidak punya idealisme, tidak punya prinsip, tidak punya keinginan untuk memilih, dan tidak punya tujuan. memiliki idealisme, prinsip, keinginan untuk memilih, dan memiliki tujuan itu ndak bayar. gratis. tinggal nanti bagaimana implementasinya saja. bodoh sekali kalau hal yang gratis saja kamu ndak punya. makanya kamu jangan jadi orang seperti itu, atau kamu akan jadi korban injak-injak orang lain nantinya.
jangan salahkan orang lain jika nanti beberapa puluh tahun lagi kita reuni dan kamu akan dapati temantemanmu sudah menjadi seseorang sementara kamu masih jadi kroco…

It’s true
Life will smile for you
It’s true
Life will smile for you

You thought you knew it all
But let me tell ya
You’re not the only one by far
Let’s knock down all the war
Take your first step and you will get there in time (Axwell & Sebastian Ingrosso vs. Salem Al Fakir - It’s True)

banyak benarnya dari yang ia katakan. tapi beberapa hal saya ndak ngerti. ah mungkin saya ndak ngerti karena memang saya belum menjalankan. lagian kenapa bahasa dia padet bgt sih. *kembali nge-plurk*

25 comments

RSS / trackback

respond

  1. zenteguh

    on April 4, 2009 at 12:58 am

    Life 4 learn..
    kayaknya memang harus gitu deh
    (lam kenal mbak)

    iyah,,tapi kalo ndak diingetin saya suka lupa :P

  2. zenteguh

    on April 4, 2009 at 1:00 am

    lho ternyata pertamax

    maap, saya jualnya solar :D

  3. almascatie

    on April 4, 2009 at 1:26 am

    *terharu*
    *tertohok*

    menghujam jantung ndak? :D

  4. abee

    on April 4, 2009 at 10:51 am

    beberapa hari yang lalu saya juga membaca postingan berjudul “hidup itu pilihan” dan memang benar adanya. inti dari semua itu adalah bagaimana kita menjalani hidup ini bermakna bagi kita sendiri juga orang lain di sekitar kita….

    memilih apakah akan rajin menyekripsi ato ndak juga termasuk ya? :(

  5. dafhy

    on April 4, 2009 at 11:44 am

    *baru merasa sadar* :(

    :D

  6. wempi

    on April 4, 2009 at 12:25 pm

    hidup adalah perbuatan :mrgreen:

    iklaaannnnnnnnnnnn *penthungpenthung*

  7. Sekolah Pramugari

    on April 4, 2009 at 5:58 pm

    Selamat Sore…
    Salam Kenal dari Balikpapan…
    Boleh bertukar link..? :)

    salam kenal juga

  8. boyin

    on April 5, 2009 at 9:03 am

    nah ngeplurk itu back to social life juga tuh..heee

    hahaha
    iya juga sih

    btw, saya mo komen di blog situh kok ndak bisa ya?

  9. kahfinyster

    on April 5, 2009 at 4:11 pm

    hheh,, judul nya bener2 bikin penasaran,, :mrgreen:

    padahal isinya cuma begitu doank yak :lol:

  10. annosmile

    on April 5, 2009 at 4:38 pm

    hidup untuk makan

    *loh*

    bukannya makan untuk hidup ya? :D

  11. bakhtiar

    on April 5, 2009 at 6:42 pm

    hidup itu untuk memahami hidup itu sendiri

    woopss,,,dalem deh kata-katanya :D

  12. Ersis Warmansyah Abbas

    on April 5, 2009 at 10:38 pm

    Lakoni, dan ambil pelajaran sembari melakoni. Salam

  13. Infinite Justice

    on April 6, 2009 at 12:16 am

    so deep… dan amat sangat bermakna, meski untuk melaksanakannya tentunya tidaklah semudah itu…

  14. ario saja

    on April 6, 2009 at 1:51 am

    ikut merenung juga ah….

  15. yusdi

    on April 6, 2009 at 9:42 am

    “Life is simple. Make a choice and don’t look back”

  16. emfajar

    on April 6, 2009 at 2:17 pm

    hidup untuk belajar saling memahami baik itu diri sendiri walaupun orang lain..

  17. Billy Koesoemadinata

    on April 6, 2009 at 2:45 pm

    selain dipelajari, hidup juga perlu dijalani dan dinikmati ;-)

  18. uthie

    on April 6, 2009 at 4:12 pm

    *GLEK*
    *tertohok*

  19. Rossa

    on April 6, 2009 at 8:16 pm

    belajar hidup?
    kalo saya sih, mencoba bertahan hidup.
    :)

  20. aurelia claresta

    on April 7, 2009 at 3:10 pm

    wow….
    makasih wen…
    aku juga jadi bisa mendapatkan faedahnya [faedah?? bahasanya ga banget y? cateeet]

    skali lagi
    terima kasih

  21. agung agriza

    on April 8, 2009 at 10:53 am

    bener2 pdet bahasanya ..
    tapi keren banget .. pasti ilmunya tinggi :)

  22. Irfan

    on April 8, 2009 at 7:59 pm

    hidup ini udah banyak ngasih pelajaran. pilihan kita mau belajar apa ga…

    salam.

  23. muhamaze

    on April 13, 2009 at 11:19 am

    hidup itu pilihan, pilihlah untuk jadi pemenang..

    moga2 ngeblog juga salah satu dari seni belajar hidup..

  24. kyra.curapix

    on April 13, 2009 at 2:47 pm

    kern2,,,,thanx ya ,,hehehhe mbak,,,,salam kenal

  25. phery

    on April 13, 2009 at 4:53 pm

    emang bener pilihan. Membaca blog ini juga jadi pilihan. Bersyukur bisa baca2 blog yang berkualitas yang bisa membuat lebih berkaca bahwa masih ada yang lebih tinggi dari yang tinggi