Belajar dari The Wizard of Oz
Siapa tak kenal kisah ini? The Wizard of Oz awalnya merupakan novel karya seorang Frank Baum yang dirilis tahun 1900. Dikisahkan, Dorothy adalah gadis yatim piatu asal Kansas yang dihempas oleh tornado dan kemudian terdampar di dunia fantasi. Konon novel ini dirilis persis sesudah US terlepas dari periode deflasi dan depresi (The Great Depression). Pada masa itu kemudian pemerintah US mematok sistem moneter berstandar emas, yaitu dolar dinilai berdasar jumlah emas.
Enam puluh empat tahun kemudian, Henry Littlefield menulis sebuah artikel yang menyebutkan karakter-karakter pada cerita TWOO dapat merepresentasikan keadaan US di masa akhir 1800an. Contohnya adalah pada bagian cerita bahwa tidak ada yang dapat membawa Dorothy kembali ke rumahnya. Tiba-tiba Dorothy mendapati sepatu peraknya memiliki kekuatan untuk membawanya kembali ke Kansas. Littlefield menginterpretasikan bagian ini sebagai gambaran bahwa emas tidak mampu sendirian menjadi solusi atas permasalahan umum warga kala itu. Diperlukan hal lain sebagai solusi, yaitu perak.
Pada masa depresi memang timbul kontroversi mengenai sistem moneter berbasis emas yang diterapkan pemerintah US. Kaum Populis menginginkan penggunaan perak sebagai pendamping emas untuk digunakan sebagai uang. Hal ini diyakini dapat meningkatkan suplai uang US, meningkatkan harga, dan mengurangi beban utang para petani.
Tulisan Littlefield tersebut, meski menimbulkan kontroversi, banyak dipakai di sekolah-sekolah US untuk memberikan gambaran pada murid-murid mengenai peristiwa The Great Depression yang membuat harga turun 22% selama 16 tahun dan menyebabkan utang besar-besaran terutama di kalangan petani. Saya menilai apa yang dilakukan Littlefield adalah untuk memudahkan para murid itu belajar sejarah mereka.
Jadi, mungkin tidak ya cara demikian dapat diterapkan di sistem pendidikan kita?
Sumber: bbc.co.uk






March 23rd, 2009 at 11:38 pm
aku taune tuh triwizard di pilem harry potter ‘the goblet of the fire’ hehehe …
March 24th, 2009 at 10:35 am
pengen nonton filmnya…
March 24th, 2009 at 12:24 pm
keknya engga kali ya wen.. wong banyak sejarah yang sekarang ga dimasukkan di buku2 sejarah pelajaran anak sekolah…
March 24th, 2009 at 2:30 pm
waw, keren banget Mr Littlefield itu
tapi disini kayanya ga ada orang yang kaya gitu wen
(wen sory comment lo ke gw ke delete, boleh mampir lagi ga?)
March 25th, 2009 at 7:35 pm
bisa sih.. asal kejujuran untuk mengungkap sejarah dikalangan para pemegang kekuasaan itu ada dulu mba, entah sejarah ekonomi ampe politik bahkan budaya.. semua butuh kejujuran dan penghargaan yang tinggi dari kita sendiri
March 26th, 2009 at 11:24 am
saya g’ kenal tu mba”
March 27th, 2009 at 5:33 am
bagaimana kalo ente yang memulainya ?
salam !
March 27th, 2009 at 2:48 pm
ini novele kereennn banget..wajib, bacanya…
March 27th, 2009 at 11:44 pm
itu foto berjajar apa mau antri mw nonton ya????
March 29th, 2009 at 4:55 pm
sejarah memang akan menjadi pengalaman dan bahan instropeksi
March 30th, 2009 at 1:02 pm
tuh poto ngantri mau ngopi ya..
kek bang almascatie aja hehehe…
March 31st, 2009 at 2:48 pm
wah.. ternyata kisah fantasi ituh, gambaran nyata ya?? hebring..hebring..
kalo indonesia, bisa ga ya?? hmm…
April 21st, 2009 at 12:43 pm
emang dorothy itu yang kebawa tornado ya?? kok kayanya kalo di film kartun ga ada tornadonya ya??