Liat di sini, situ, sono, sinu
Diperkirakan, paling lambat 1 Juni mendatang harga BBM bersubsidi resmi naik. Harga BBM jenis premium akan naik dari Rp4.500 menjadi Rp6.000 per liter, solar naik dari Rp4.300 menjadi Rp5.500 per liter, dan minyak tanah naik dari Rp2.000 menjadi Rp2.300 per liter.
Beuh…harus diet. Mas Supri juga harus diet (saatnya saya memperbanyak ke kampus naik motor teman
). Si Hengpong juga musti diet (saatnya make kartu punya teman
). Ya..ya…di saat seperti inilah guna teman..untuk dimanfaatkan
Eniwei, serius niy. Pemerintah memang sedang menghadapi dilema. Di satu sisi, jika subsidi untuk BBM tidak dikurangi (yang berarti kenaikan harga BBM), APBN akan semakin terbebani akibat harga minyak dunia yang mencapai 120 dollar per barrel. Kenaikan harga BBM akan memberi ruang fiskal yang cukup besar untuk APBN. Ruang tersebut kemudian akan dialokasikan untuk pemberian BLT, penambahan cadangan risiko, pengurangan defisit, dan tambahan subsidi beras untuk masyarakat miskin (raskin). Diharapkan, dari sini inflasi bisa ditekan pada 11,1 persen dan pertumbuhan ekonomi dijaga pada 6,4 persen, dengan rasio penduduk miskin menjadi 14,2 persen
Meski demikian, di sisi lain, kebijakan kenaikan BBM sangat tidak populer karena bagaimanapun juga memberatkan ekonomi rakyat yang jika diibaratkan “sudah jatuh, tertimpa-timpa”: sebelum BBM benar-benar naik, harga sembako akan tambah naik…padahal pendapatan rakyat belum tentu naik. Hal ini akan berakibat pada daya beli masyarakat menurun dan kemiskinan akan mungkin meningkat. Dari segi indutri, daya beli masyarakat yang menurun ini akan mengurangi permintaan terhadap barang yang diproduksi, akibatnya gerak sektor ini akan melambat. Padahal, dari sinilah umumnya pendapatan masyarakat itu muncul. Lingkaran setan ya… ![]()
Belum lagi, sebentar lagi tahun 2009. Kebijakan yang tidak populer ini tentu mungkin akan mengancam posisi duo SBY-JK di mata masyarakat Endonesa di tahun tersebut. Ya kalo ini sih, saya gak mau ikut ambil pusing
Dari penjelasan MenKeu, memang sepertinya kebijakan ini yang paling sesuai. Toh, memang seharusnya, IMHO, subsidi untuk BBM dikurangi. Tapi, untuk rakyat jelata macam saya…yang serba pas-pasan…duh Gusti…
Lalu musti gimana para rakyat jelata macam saya? Yah, tidak ada lain yang bisa dilakukan selain tetap giat belajar dan bekerja serta berdoa.
Ya Allah, berikanlah hambaMu ini jalan rejeki yang lapang dan thoyib agar saya bisa, dengan rizki dariMu, sedikit membantu hamba-hambaMu yang lain yang juga mengalami kesulitan. Amin…
jadi mikir masyarakat kecil nih
mang dah seharusnya subsidi minyak dicabut, dan dialihkan ke yang lebih penting.
subsidi minyak sebagian besar yng nikmatin orang2 berduit juga…
duh, siap2 angkot di bogor naek taripnyah
hikz… si kuning siap2 sering puasa nih..
@ bun2:
pantes g pernah dibonceng ayah nek motor…
lha wong naik angkot mulu..
Efek domino secara tidak langsung dari kenaikan BbM ini antara lain:
1. nasi pecelnya Mbok Sri naik
2. lombok, beras, tepung dan kawan-kawan semakin menggigit
3. mau jalan-jalan ama pacar pake kendaraan bermotor harus pikir-pikir dulu…
4. pagar kayu banyak yang hilang…
5. RSJ di seluruh Indonesia semakin tinggi jumlah pasiennya…
7. stock obat sakit kepala jadi langka
8. anggota aliran “kay pang” bertebaran di jalan-jalan
9. dukun banyak orderan
jadi kagum sama orang² jaman dulu, yg bisa²nya menemukan pepatah besar pasak dari pada tiang.
lha…, kalau pasaknya terlampau besar ?
?
wkakaakakak setuju sekali jeng
kalo saya sih selama masih mapu kebeli ya alhamdulilah aja..mau protes juga ga akan didengerin..berdoa aja semoga masih ada duit tuk beli bensin
bener sekali, imbas bbm naik pasti luar biasa thd daya beli masyarakat kecil…harga sembako naek, yang memberatkan masyarakat kecil..
mudah2an, negeri ini bisa bangkit..amin
Sudah saatnya, kita berpikir secara integral dan holistik. Perbedaan pendapat akan menunjukkan kualitasnya jika kita mampu berpikir secara menyeluruh dan menyatu.
Perbedaan pendapat yang dilandasi cara berpikir yang setengah2 dan parsial tidak akan banyak memberikan manfaat dan sulit melahirkan solusi yang tepat
Kalo kita membandingkan dengan Venezuela dengan harga BBM murahnya, maka yang terjadi adalah perkembangan pembangunan kita juga akan seperti Venezuela, Mau???
Mengapa???
Lha……, belanja negara banyak terkuras hanya untuk kebutuhan pemenuhan subsidi BBM.
Bagaimana untuk memajukan pendidikan yang tertinggal dg Malaysia yang harga BBMnya di atas 10.000 (padahal Malaysia net exporter, Indonesia sudah menjadi net importer). Malaysia mampu meningkatan kualias pendidikannya karena mampu membiayai pendidikan dg jauh lebih baik dan membuat para guru mampu meningkatkan profesionalismenya karena punya biaya yang cukup untuk itu.
Lihatlah indikator kemajuan dari negara2 yang sukses menjadi negara maju, pengelolaan belanja negara yang produktif akan mampu menjadi leverage (pengungkit) bagi peningkatan pembangunan negara secara signifikan
Jadi sebagai mahasiswa atau rakyat jangat beripikir serakah….
Maunya segalanya dituruti…..
BBM Murah….
Pendidikan murah bahkan gratis….
Rakyat tidak mampu mendapatkan jaminan standar (kesehatan, dll)…..
Bebas penyakit….
Bebas gizi buruk …..
Jalan tidak berlubang……
Trus, pikirlah dg jernih…. Darimana negara mampu membiayai seluruh keinginan itu???. Maka negara perlu uang (pendapatan)
Sehingga APBN harus mencerminkan rencana strategi pemerintah untuk mengalokasikan pendapatan dan belanja yang produktif
Kalo Anda tidak mengerti makna belanja produktif, jangan banyak berkomentar tentang kenaikan BBM yang akhirnya menyesatkan cara berpikir banyak orang…..
Belanja disebut produktif jika belanja mampu menghasilkan dan meningkatkan manfaat yang berlipat2 dan terukur jelas, sebagaimana yang sudah dicapai oleh negara2 yang terbukti sudah maju
Anda ingin negara kita maju, tapi perilaku APBN kita anda paksa seperti perilaku APBN negara terbelakang, gimana bisa???….
Tidak setuju kenaikan BBM karena memicu inflasi tinggi (akhirnya meyusahkan rakyat) ????
Itulah konsekuensi dari sebuah pilihan. Tetapi apakah permasalahan itu kemudian menyebabkan kita salah memilih kebijakan yang akhirnya bahkan akan menyengsaran rakyat selama berabad2. mengapa???
Lah iya, wong pendidikan ya akan begini2 saja, jaminan pada oang tidak mampu ya sekedarnya, penyakit menjangkit dimana2, kematian ibu melahirkan sangat tinggi, akses kesehatan bagi orang miskin susah didapat, gizi buruk terjadi dimana2, dan lain-lain. Kita ngap bisa berbuat banyak karena nggak punya banyak uang bro….
Inflasi tinggi itu (kalo tidak terjadi secara beruntun dan dalam waktu yang singkat) maka tidak akan banyak menimbulkan persoalan (tidak terlalu merisaukan). Permasalahan (kerisauan) hanya terjadi di awal saja, asalkan pemerintah juga mampu me-manage inflasi itu dg baik.
Setelah inflasi tinggi, asalkan tidak ada faktor pemicu inflasi yang lainnya termasuk unsur ketidakpastan ekonomi (bisa disebabkan ketidakpastian keamanan, seperti demo yang anarkis), maka inflasi akan teredam dg sendirinya apalagi kalo dikombinasikan dg kebijakan pemerintah untuk meredam inflasi.
Mekanisme pasar juga akan bergerak dg sendirinya mengikuti besaran inflasi.
Pedagang di pasar juga akan menaikkan harga jualnya, sehingga pendapatannya naik….
Gaji pegawai negari sudah sejak dulu di awal pemerintahan ini dinaikkan hingga 100%, misal untuk freshworker dari 750 rb menjadi 1,5 juta…
Memang masih ada permasalahan dg penduduk berpendapatan tetap, tapi itulah masalah yang masih harus kita hadapi….
Tetapi perlu dicatat juga bahwa Perusahaan juga akan menaikkan harga jual produknya sehingga ada konsekuensi nantinya upah buruh juga harus dinaikkan…..
Hal ini membuktikan bahwa pendapatan tetap pun akhirnya akan dapat disesuaikan dan melakukan penyesuaian, tetapi memang lebih butuh waktu….
Intinya adalah untuk setiap kejadian inflasi maka mekanisme pasar akan bergerak dan mampu mengkondisikan perekonomian kembali pada posisi kesetimbangan pada akhirnya….
Yang dirasakan sekarang adalah kesusahan akibat inflasi yang tinggi itu, maka bersabarlah. Rasa sakit Itu adalah konsekuensi dari pilihan terbaik ini untuk menghindarkan kita dari kesengsaraan yang bisa saja berlangsung dan berlanjut selama berabad2 yang akan datang, yang akan kita sesali sebagaimana kita menyesali misalnya mengapa kita tertinggal dari Malaysia sampai saat ini
Jadi jangan sampai Anda semakin menyusahkan rakyat yang sudah susah dengan demo yang anarkis….
Cukup itu dulu dari saya ya……