another loph stori
Dalam sebuah chatting-an (edited tanpa mengurangi esensinya)…
A: hmm…
B: mungkin aku keliatan gak ngejar dia
B: tapi jujur aku brusaha ampe pol-polan..emg bkn bwt dy saat ini..
B: tp bwt ke dpnnya
A: he? apa niy?
B: aku sadar sepenuhnya, aku sapa dia sapa
B: kalo modalku cm cinta, semuanya juga bisa
A: yap…yap…cinta ndak menjamin mas suprie bisa selalu saya kasih minum bensin 
B: skrg aku brusaha mati-matian meminimalisir risiko ketidakpastian di masa depan
A: beuh…kau pikir wanita adalah semacam investasi?
B: prinsipku, kl aku pny pendamping,,minimal aku harus bisa menggantikan posisi ayahnya,,
B: ayahnya **************** (jumlah bintang tidak menunjukkan profesi
),,orang gedhe lah,,minimal aku harus belajar ttg itu..
B: dan aku skrg lg dlm proses,,y dimulai dr ZZZZZ (nama bisnis dia)..kecil2an dulu, di samping aku jg pny XXXXX (nama bisnis dia yang lain lagi)
A: hm…
B: aku ikhlas berusaha mati-matian dlm 2 hal itu salah satunya y bwt dia
B: aku yakin dia baek bwt aku..tp aku jg harus bisa ngebuktiin kl aku jg baek bwt dia
B: shg kl pd suatu saat nanti kita jadi (amin)..dan ditanya ortunya hubungan kalian mo dikemanain insyaAllah aku dah siap jawab
…
Bagian yang saya bold adalah yang saya sukai.
Kalau hanya modal cinta semua juga bisa. Hmm, sama halnya masa depan saya nanti. Kalau cuma bermodal ijazah, udah banyak yang punya. Huhu…
Dan bener juga, selama ini yang saya tahu, orang sering berusaha mati-matian mendapatkan seseorang yang menurutnya pasangan terbaik bagi dia. Namun, jarang orang yang memperhatikan apakah dirinya juga dapat jadi yang terbaik bagi seseorang yang dia kejar itu.
Eniwei, B, menurut saya…ini menurut saya lowh. Kita ndak akan pernah bisa menggantikan posisi ayah ataupun ibunya siapapun. Malahan, saya pribadi ndak pernah berharap demikian karena itu berarti akan menghilangkan eksistensi orang tua di hati pasangan kita. Kalau saya, hanya berharap mendapat posisi yang ndak kalah penting di hati pasangan. Cuma sepojok kecil ndak papa, yang penting saya selalu ada di sana
*haiyah…ngomong opo to? ![]()
“Women are supposed to be deep—why? Because one can never get to the bottom with them. Women are not even shallow.”–Friedrich Nietzsche




May 26th, 2008 at 12:08 am
semoga kita mendapatkan yg terbaik buat kita dan dapat menjdai yg terbaik buat pasangan kita
komenku kok aneh ya
beneran masmoemet ga sihh ???May 26th, 2008 at 12:18 am
itu bukan chattingan saia kn mbok
May 26th, 2008 at 7:58 am
setuju…
May 26th, 2008 at 9:11 am
setuju… kalo pengen dapet yang terbaik tapi ngga mau mikir apakah dia yang terbaik buat pasangannya itu namanya egois…
jadi penasaran itu ceting ma sapa..
May 26th, 2008 at 9:26 am
itu maksudnya bukan menggantikan orang tua secara utuh, namun dia berusaha untuk dapat melakukan apa yang orang tuanya lakukan untuk dirinya (karena percaya kalo orang tua selalu melakukan yang terbaik buat anaknya). Dengan kata lain dia ingin menjadi yang terbaik bagi pasangannya, selain orangtuanya…
May 26th, 2008 at 9:28 am
kita tak perlu untuk menggantikan posisi siapapun
justru harus mampu jadi orang yg berbeda
moso mau aja disama-samain?
May 26th, 2008 at 9:29 am
kok tumben ya aku ada rasa gimanaaa gitu baca postingan ini….
kliatane agak-agak tersentuh gitu….
what happen with me?
May 26th, 2008 at 9:32 am
hetrik sekalian ah….
May 26th, 2008 at 10:26 am
cinta……….
memberi dan menerima…
May 26th, 2008 at 11:32 am
cinta ku untuk semua mahluk tuhan……..
May 26th, 2008 at 11:33 am
terutama para wanita 2 yang cantik…hehehhehhe…
May 26th, 2008 at 12:55 pm
wah hebaat
romantis
May 26th, 2008 at 1:43 pm
ini chatting sama calon pendamping ya mbak? kok namanya disamarkan
May 26th, 2008 at 3:16 pm
Warning !!! siapa tau cuman rayuan gombal.
May 26th, 2008 at 3:37 pm
wah..biasanya adrenalin terpacu saat mengejar, tapi kalo dah dapat langsung kendur kayak ulur-ulur hehehehe…
May 26th, 2008 at 3:40 pm
setuju juga..
*kabur*
May 26th, 2008 at 5:07 pm
ijinkan ILYAS AFSOH nambahi :
sebuah pribadi yang sempurna, tidaklah mungkin
tetapi
Cinta yang sempurna masih bisa dibangun
May 26th, 2008 at 6:26 pm
kalau boleh merujuk, meluncurlah ke : http://yoyosuryo.wordpress.com/2008/05/16/untuk-suami-dari-orang-biasa/
sampai bertemu di sana…., makasih !
May 26th, 2008 at 10:57 pm
itu chatting ma siapa mbak???
May 26th, 2008 at 11:01 pm
Nggak ikutan deh klo dah masalah cinta2an… Hehehehe
:D
May 27th, 2008 at 12:03 am
masalah cinta selalu buat kepala pusing….! au….ah gelap…!
May 27th, 2008 at 12:10 am
sepertinya ayahnya ga minta yg macem2. kok dia jadi pesimis gitu yah??
yg penting siap mnafkahi istri deh…
May 27th, 2008 at 1:44 am
hayoooh chat sm siapa?
May 27th, 2008 at 6:12 am
Iya dong harus saling memberi….. jangan cuma mau enaknya aja…. apalagi cewek zaman sekarang kan katanya zamannya emansipasi…. jadi jangan emansipasi yang enak2 aja…. yang nggak enak2 juga harus mau diterima….. alias jangan yang wajib traktir cuma si cowok, si cewek sekali2 juga harus mau mentraktir…… Itulah esensi saling memberikan yang terbaik
May 27th, 2008 at 8:17 am
^_^ Tenang saja, janji Allah pasti, orang-orang yang baik pasti akan dipasangkan dengan pasangan yang baik pula.
Salam kenal ^_^
May 27th, 2008 at 9:33 am
trima kasih..trima kasih
*.oppooo
May 27th, 2008 at 9:58 am
be ur selp aza
May 27th, 2008 at 11:23 am
jangan-jangan yang di kejar embak tuh…
/* siul-siul
May 27th, 2008 at 5:11 pm
“aku yakin dia baek bwt aku..tp aku jg harus bisa ngebuktiin kl aku jg baek bwt dia …”
saya juga suka sekali kalimat ini.
hemmmm …. saya harus berusaha
May 27th, 2008 at 6:08 pm
sering begitu, semua bisa karena cinta. habis itu bosan, saling menyakiti. lalu berusaha membuktikan bahwa kita baik buat dia, habis itu keluar bobroknya. kayak artis-artis itu, kawin cerai.
May 27th, 2008 at 7:05 pm
ga tau mau komen apa, pusing
May 27th, 2008 at 7:31 pm
sayah sama kayak bapak sayah….
*dipentung*
May 27th, 2008 at 10:40 pm
Itu, chatingan apa skenarionya wayang wong?
May 28th, 2008 at 12:22 am
kalo menurut aku tanggung jawab sih yang penting..
May 28th, 2008 at 6:55 am
setuuujuuuuh bgtz!…
ortu mah ga mungkin tergantikan…tp bikin suatu posisi baru di hati tuk someone specialnyah ituuuu yg berharga
May 28th, 2008 at 8:55 am
cinta itu buta, buta itu gelap, gelap itu enak *llloooooccchhhhhh*
kl menurutku cinta aja ga cukup..apalagi kl mau hubungan suami istri,, tapi banyak yg bilang cinta itu bisa mengalahkan segalanya.
kl udah pake cinta, *ai kucing pun jadi rasa coklat
May 28th, 2008 at 10:07 am
jarang orang yang memperhatikan apakah dirinya juga dapat jadi yang terbaik bagi seseorang yang dia kejar itu. >> hiks hiks kena banget nich tulisanya kak…
May 28th, 2008 at 1:23 pm
Wah …. masnya bisa baca artikel ini mbak ..
http://deconlabel.com/2008/05/21/memilih-pasangan-hidup-2-wanita-idaman/
http://deconlabel.com/2008/05/17/memilih-pasangan-hidup-pria-idaman/
so jadi kapan kawinnya ..?? *ngacir*
May 28th, 2008 at 5:52 pm
wuicth….
ternyata si wenny udah gede yak, dagh berpikir tentang perasaan..
cuit..cuit…
May 28th, 2008 at 7:15 pm
tenanglah… dikau sudah mendapat satu petak besar ruang di hatiku… bukan cuman ruang sempit di pojokan *wekekeke*
May 28th, 2008 at 8:07 pm
Menggugah. Bikin tergugah. Hmm… Hmm… Thanx!
May 28th, 2008 at 8:22 pm
cinta hmm.. rumit neng…
May 28th, 2008 at 8:31 pm
well, begitulah. kita memang tak pernah bisa melepaskan segala embel-embel atribut yang melekat di pribadi kita. saya siapa, dia siapa. saya punya apa, dia punya apa. saya bisa apa, dia bisa apa. saya temannya siapa, dia temannya siapa. alangkah indahnya kalau semua atribut itu ditinggalkan dan saling mencintai apa adanya. tapi rasanya nggak mungkin ya? kita kan harus realistis
May 28th, 2008 at 9:10 pm
Tulisannya menarik.
May 28th, 2008 at 9:18 pm
Hmm… jalan-jalan kok temanya loph gini ? habis dari abee.. ke sini… nemu lagi. Hmm…
Bener, setuju. Kita gak bisa gantikan orang tua. Kalo niatnya gantikan, mundur aja dech. Atur lagi niatnya… bahaya soalnya…
May 29th, 2008 at 12:10 am
waduh… kalo mikirnya seperti yang bold, gak enak buat gw dong… secara gw mah sadar diri sangat tidak baik dan membawa pengaruh buruk buat orang lain… hihihi
May 29th, 2008 at 10:02 am
waahhh… jd pngen cpt2 nglamar pcr…
*siap2 mahar*
May 29th, 2008 at 10:25 am
“aku yakin dia baek bwt aku..tp aku jg harus bisa ngebuktiin kl aku jg baek bwt dia”
Nah waktunya membuktikan….
May 29th, 2008 at 10:55 am
aih…. sapa tuh yang lagi jatuh cinta…
sebenarnya gak mesti harus gantiin ini atau gantiin itu..
yang namanya cinta itu gak lebih dan gak kurang
pas bangget… ya itu memang sulit sih… tapi bukan berarti gak bisa dilakukan atau dikerjakan…
gak ada sesuatu di dunia ini yang didapatkan dengan mudah… perlu ada perjuangan dan rasa ikhlas menerima apapun resikonya…
salam untuk anda yang sedang menunaikan tugas yang mulia
May 29th, 2008 at 12:07 pm
gk mudeng saya
blm cukup umur bicara cinta
May 29th, 2008 at 1:26 pm
aku suka paragraf terakhir
May 29th, 2008 at 3:17 pm
ASS.
Sunnatullah laki-laki baik to wanita baik-baik
laki-laki muslim to wanita muslimah
laki-laki pemaksiat to wanita pemaksiat
jadi sebenarnya pasangan kita itu tidak akan jauh-jauh dari kita. artinya pasanagn kita mencerminkan kita.
jika ketemu di mal ya itulah kita…
jika ketemu di Masjid ya itulah kita..
jika ketemu di Pengajian ya itulah kita..
jika ketemu di pasar ya itulah kita…
jika ketemu di dunia blogging ya itulah kita……hehee
salam kenal mbak
May 29th, 2008 at 4:36 pm
“Cuma sepojok kecil ndak papa, yang penting saya selalu ada di sana”
Ahhh kalimat ini … Indah … tapi getir sangat ya …
Thanks Wen …
(Dukung Aji )
May 30th, 2008 at 7:55 am
BUZZZ!!!!
*YM mode on*
(benar-benar comment yang amat bermutu bukan?? ^^)
May 30th, 2008 at 7:14 pm
ah… Nietzsche memang jagonya!!!
hmmmm
ah oh ah oh
saya jadi teringat seseorang
June 5th, 2008 at 12:46 pm
Hhmm,,
Cinta..Cinta..dan Cinta..
jd binun..
Ya itulah Cinta…
June 16th, 2008 at 8:11 am
kalo aku selalu bawa cermin. jadi tiap kali bisa ngaca, siapa sih diri ini, sekalian macak…
he…he…he…..