Monthly Archives: August 2015

#37 Ponder

kubuka jendela mobil yang kutumpangi
aku hirup udara sedalam mungkin
sambil berusaha menahan air mata agar tetap di tempatnya

tercium bau angin membawa hujan
dan kerinduan yang tak bisa aku apa-apakan

I know what I should do
I just don’t know how to control what I shouldn’t do

rain drops

“Aku cari kamu
Di setiap bayang kau tersenyum
Aku cari kamu
Kutemui kau berubah”
(Payung Teduh, Ku Cari Kamu)

#36 Burdened

DSC04000

What will you do when you have so many things whirl in your head and your bosom bursts with mixed feelings, you want to excrete dan put them out one by one, but the people that can understand and help you are also in their own problems?

Run away or ignore those burdens are strictly prohibited.

#35 Europe On Screen 2015 [latepost]

Tanggal 1 – 10 Mei 2015 lalu diselenggarakan Europe On Screen Film Festival di beberapa kota di Indonesia. Seperti tahun sebelumnya, kali ini saya juga menyempatkan datang dan menonton beberapa film. Bahkan sebetulnya saya sudah buat jadwal ambisius film-film yang akan saya tonton pada setiap harinya itu. hahaha.

Kenyataannya, film yang saya sempat tonton di ajang ini bisa dihitung cuma pakai satu tangan. Rata-rata bagus tapi ini yang paling berkesan.

  • The Hundred-Year-Old Man Who Climbed Out the Window and Disappeared

Betul, ini film yang diangkat dari novel yang terkenal itu. Karena belum baca novelnya, saya justru jadi tertarik nonton. Soalnya menurut saya novel yang difilmkan umumnya malah jadi ga sebagus dalam imajinasi saya pas baca. haha.
Well, Film ini bercerita tentang Allan Karlsson, seorang kakek yang tinggal di panti jompo. Pada ulang tahunnya yang ke-100 dia kabur dengan melompat jendela panti menuju terminal. Di terminal Karlsson bertemu preman yang menitipkan kopernya ke dia karena akan ke toilet. Selagi preman masih di toilet, bis yang akan dinaiki Karlsson datang. Dibawalah koper itu dan di sinilah petualangan kakek vs preman dimulai.

Lucu banget. Hahaha.

100 year old man

  • Song for Marion

Film ini bercerita tentang hubungan orang-orang tua. Tentang Arthur dan Marion, istrinya; Arthur yang berusaha menerima teman-teman Marion; kesabaran Marion menghadapi kekerasan hati Arthur; Elizabeth, guru paduan suara, yang penuh semangat sekaligus naif; dan bagaimana Arthur menerima kematian Marion. Jangan bayangkan pemainnya masih kinyis-kinyis. Kecuali Elizabeth, usia mereka sudah sangat senja.
Sweet banget. Saya suka semua tentang film ini. Pemain-pemainnya, plot ceritanya, tata ruang rumah (kecil tapi manis), pilihan bahasanya, dan tentu lagu-lagunya.

“Goodnight, my angel
Time to close your eyes
And save these questions for another day
I think I know what you’ve been asking me
I think you know what I’ve been trying to say
I promised I would never leave you
And you should always know
Wherever you may go
No matter where you are
I never will be far away” ~ Lullabye (Goodnight, My Angel)

song for marion