#25 Jatuh Cinta (Yuk)

I think I love you so what am I so afraid of?
I’m afraid that I’m not sure of a love there is no cure for
Partridge Family ~ I Think I Love You

Sounds so familiar, no?

Some of us might be afraid of falling in love, either because cannot love your partner back equally or getting broken heart later.

What if, we can make ourselves fall in love easily to anyone? Will you still be afraid of falling in love (again)?

Sejak sekitar dua puluh tahun yang lalu, Arthur Aron, peneliti di bidang psikologi, melakukan eksperimen untuk menciptakan kedekatan interpersonal antara dua orang yang saling tidak mengenal sebelumnya. Di sebuah ruangan selama 45 menit, subjek-subjek eksperimen tersebut dipasangkan, diminta menceritakan tentang diri mereka masing-masing, dan melakukan semacam sharing game untuk menciptakan hubungan yang secara bertahap menjadi semakin intens. Hasilnya, dari eksperimen yang dilakukan, hubungan yang dibentuk dari aktivitas kurang dari sejam itu sama dekatnya dengan rata-rata hubungan yang sudah mereka miliki pada umumnya. Bahkan di antara pasangan baru itu konon ada yang sampai menikah.

Pertanyaan-pertanyaan yang harus diajukan memang menarik. Misalnya, pertanyaan pertama. Given the choice of anyone in the world, whom would
you want as a dinner guest?
Lalu ada lagi pertanyaan seperti Before making a telephone call, do you ever rehearse what you are going to say? Why?, When did you last sing to yourself? To someone else?, sampai Tell your partner something that you like about them already.

Selain pertanyaan kasuistik, juga ada pertanyaan tentang kebiasaan. Mulai dari Do you read a newspaper often and which do you prefer? Why? sampai How often do you get your hair cut? Where do you go? Have you ever had a really bad haircut experience?

Seru (dan lumayan bikin malu) yah 😀

Makin seru setelah baca di sini. Adalah Mandy Len Catron, pengajar di University of British Columbia, yang sudah mencoba mengikuti metode Aron, walaupun dengan situasi yang berbeda. Catron dan pasangannya saling melemparkan tiga puluh enam pertanyaan selama lebih dari 90 menit. Setelah itu, mereka memutuskan untuk saling tatap right-on-the-eyes selama 4 menit.

Geez, I can’t even stare at my partner’s eyes for more than couple secs 😆

Do they fall in love? She said yes although it is hard to credit the Aron’s study entirely. But she believes that the study has gave them a way into a deliberate relationship.

Ternyata, kedekatan sudah dibuktikan secara ilmiah memang dapat diciptakan. Kuncinya ada di keterbukaan dan kemauan saling berbagi. Seperti yang Aron bilang, “the best way for you to get close to your partner is for you to share with them and for them to share with you.”
Saya sih setuju dengan Aron. Kalau mas anang gimana?

Lalu mengalun lagu Foreigner
Let’s talk about love, I want to know what love is
The love that you feel inside, I want you to show me
And I’m feeling so much love, I want to feel what love is
No, you just can’t hide, I know you can show me

Baca di sini ya untuk aneka skala dan perhitungan yang digunakan. Saya lebih tertarik dengan metode eksperimennya. Hihi.

Leave a Reply