#24 Tentang BPJS

Sudah tau kan BPJS itu apa?
Sejak tahun 2014, produk Asuransi Kesehatan (untuk PNS) dan Jamsostek (untuk karyawan lainnya) melebur jadi BPJS. Kartu BPJS merupakan fasilitas kesehatan wajib yang minimal diperoleh oleh WNI atau non WNI yang sudah tinggal di Indonesia minimal 6 bulan.

Sudah pernah coba pakai?
Amit-amit jangan sampe gaes. *ketok ketok meja*
*meja beneran bukan meja band*
*joke kaum senior*

Alkisah, minggu lalu saya pakai BPJS. Ini kali kedua saya pakai kartu kesehatan tapi yang pertama masih berstatus Askes. Dua-duanya bikin capek nunggu broh. hahaha.

Dari pengalaman pakai BPJS itu, saya jadi pingin sharing
sedikit. Saya coba cek ke web BPJS untuk tau prosedur resminya. Sayangnya di sana tidak tertulis jelas prosedur penggunaan BPJS. Kalau cara pendaftaran sih ada.

Kurang lebih ini tahapan yang saya lalui minggu lalu:
1. Datang ke fasilitas kesehatan tingkat pertama
Fasilitas kesehatan tingkat pertama adalah fasilitas medis terdekat dengan domisili pemegang kartu yang tercantum di kartu BPJS. Fasilitas medis ini bisa berupa puskesmas, klinik, balai pengobatan, atau dokter keluarga. Bila penyakit yang diderita masih bisa ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama itu, tidak perlu ke RS.
Untuk kasus saya, saya ke dokter kantor yang kemudian memberi rujukan untuk check up sekalian ke RS.
2. Ke loket pendaftaran BPJS untuk minta Kartu Berobat/Kartu Anggota (untuk pendaftar pertama)
Seperti prosedur berobat di RS biasanya, kita harus terdaftar sebagai peserta kesehatan di RS tersebut.
Saya waktu itu sudah terdaftar di RS tapi kartunya ilang. Sayangnya petugas jaga loketnya pada bertampang spaneng gaes. Saya nanya di mana saya harus antri dijawab dengan mumbling. Akhirnya saya antri di loket BPJS untuk pasien lama. Selama satu jam. Berakhir dengan disuruh ke loket pasien baru lalu minta kartu berobat. Nunggunya sejam, dapet kartunya 20 detik. hahaha.
3. Ke Poliklinik yang dirujuk oleh fasilitas berobat primer
Di surat rujukan dari fasilitas berobat primer sudah tercantum poli mana yang harus dituju. Cari loket pendaftaran poli itu lalu daftar dengan memberikan surat rujukan, kartu askes, dan kartu berobat RS.
Kalau tidak salah, di sini nama kita diinput (atau dicari) dalam sistem informasi BPJS oleh suster.
4. Ke kasir
Setelah nama kita diinput (atau ketemu) dalam sistem BPJS, kita diminta ke kasir. Di kasir saya memperoleh struk berisi info diri, tindakan, dan fasilitas rawat jalan (tidak ada proses bayar membayar).
5. Balik lagi ke Poliklinik
Berbekal struk, kembali lagi ke loket pendaftaran poli dan menunggu nama dipanggil. Di sini kartu BPJS dan surat rujukan kita dikembalikan.
Di tahap ini kalau tidak salah pasien menunggu untuk dicarikan dokumen rekam medis. Pencariannya masih manual makanya waktu tunggunya bisa lama.
Selama menunggu, daripada bete, ngobrollah dengan orang sekitar. tapi jangan suster/petugas kecuali tampangnya bisa diajak ngobrol πŸ˜†
Teman saya nunggu kemarin adalah tentara asal Karanganyar yang ditempatkan di Papua. Dia sudah ijin berobat selama 8 bulan dari satuannya karena sakit di saraf sekitar sumsum tulang belakang. Hari itu, dokumen rekam medisnya selama 8 bulan rutin perawatan itu hilang pas banget dengan jadwal dia kontrol terakhir. Oleh rumah sakit dia dibuatkan rekam medis baru. Tapi dia sempat mengeluh karena berarti dia ga bisa lapor ke satuannya soal progres berobatnya.
6. Cek tensi
Kalau dokumen rekam medis sudah ada, pasien akan dipanggil untuk antri cek tensi.
7. Bertemu dokter
Setelah cek tensi, antri lagi untuk bertemu dokter. Perjuangan untuk bertemu dokter ternyata berat ya broh. Antrinya panjang πŸ˜†
8. Ke apotek
Nah, setelah bertemu dokter, biasanya akan diresepkan obat dan tindakan berikutnya yang diperlukan.
Dokumen yang diperlukan untuk menebus obat selain resep dokter adalah struk dari kasir dan fotokopi BPJS. Nah ini adalah antrian terakhir dari tahapan periksa ini.
Dari saya masukkan resep sampe akhirnya dipanggil ambil obat memakan waktu sekitar dua jam πŸ˜€

Tips:
1. Selalu sedia fotokopi KTP dan BPJS di dompet
2. Waktu mau menebus obat, masukkan resep ke apotek lalu ditinggal aja untuk beraktivitas lainnya. Diambil sore juga ga papa kok.
3. Bawa buku, laptop, hape fully charged atau apalah yang biasanya bisa bikin kalian ga bosan
4. Bersabarlah :kiss:

IMO, niat Pemerintah untuk memberikan fasilitas kesehatan bagi masyarakatnya sudah cukup baik. Meski begitu, masih buanyak PR persoalan teknis yang harus diselesaikan, termasuk bagaimana agar RS tidak terus-terusan harus nombok dengan sistem BPJS ini.

Web resmi BPJS dan RS selain berat juga kurang informatif. Tapi ada member kaskus yang mengklaim sebagai pegawai BPJS membuat thread dan melayani tanya jawab di Kaskus. Lebih membantu kok.

Tambahan catatan.
Ternyata kebijakan alur menggunakan BPJS berbeda untuk masing-masing RS. Sesama RS militer aja bisa beda. haha

IMG_1721.JPG

Leave a Reply