Archive for June, 2009

Suramadu: Malangnya Nasibmu

Thursday, June 18th, 2009

Jangan salahkan petinggi negara ketika dianggap tak becus menghadapi permasalahan endonesa. Jangan salahkan orang di dapuk pemerintahan ketika masalah-masalah tak hentinya membelit endonesa. mari kita berkaca saja.

ugh, maaf malah jadi menggurui. ini sebenarnya soal malunya saya melihat berita ini. konon, jembatan yang diperkirakan akan sanggup bertahan sekitar 100 tahun dan jembatan yang baru seminggu lalu diresmikan, sudah dipreteli. empat puluh enam lampu bentang utama hilang. mur penyangga pagar besi juga telah lenyap. dan soal goresan pisau? ah,,sudahlah. (more…)

Vanity URL Facebook

Monday, June 15th, 2009

Menyoal vanity URL Facebook yang barangkali agak basi dibicarakan sekarang, ternyata terdapat beberapa vanity URL yang menarik, jayus, dan agak weird :D (more…)

Mengenal Beda Lisensi dan Franchise

Thursday, June 11th, 2009

Sejarah lisensi
Pada awal dimana industri berkembang, yang lebih dulu maju adalah industri manufaktur. Industri yang murni memproduksi barang; bukan jasa. Dalam perkembangannya, industri ini kemudian bekerja sama dengan industri lain sehingga menghasilkan yang kemudian dinamakan lisensi (license). Licensor (penerbit lisensi) memberikan lisensi kepada perusahaan lain (licensee) untuk digunakan dalam proses pemasaran, trademark, paten, rahasia dagang, atau hal bernilai lainnya dengan imbalan berupa fee ataupun royalti (Kotler, 2008). (more…)

Pegawe Resto nan Lebay

Wednesday, June 3rd, 2009

Sedang membahas masalah ini dengan teman-teman, seorang teman menimpali dengan bercerita mengenai pengalaman tidak menyenangkannya di sebuah restoran.

Sebut saja R. Apalah arti R. Toh hanya satu huruf dari sekian panjang namanya. Suatu malam, R bersama dengan N (sebut saja begitu) mendatangi sebuah restoran untuk makan malam. Pada umumnya restoran, ada pegawai yang menjaga di pintu dan siap menyambut tamu yang datang. Di restoran ini, pegawai-pegawai yang ada tidak segera bangkit dan menyambut bahkan saat mereka melihat R dan N datang. Satu persepsi buruk mengenai tempat ini.

Bukan menu di resto itu

Bukan menu di resto itu

Ketika R dan N sedang mencari-cari tempat duduk pewe, datang seorang pegawai laki-laki, “hellloooooo, mau dinner ya dek?” (tolong bayangkan pegawai itu berbicara dengan nada lebay). Jujur, ketika R bercerita soal ini, saya ngakak. Bagaimana tidak, geli sekali membayangkan seorang pegawai dengan begitu ekstrimnya menyapa calon konsumen. Dan panggilan “dek”? Oh no… (lmao). Dua persepsi buruk. (more…)

Susahnya Berbisnis Jasa

Tuesday, June 2nd, 2009

Setelah sebelumnya marak diberitakan di ranah perblogeran, kasus Ibu Prita yang harus mendekam di penjara akibat kritikan yang ia layangkan, akhirnya diangkat ke layar televisi. Lalu apa sebenarnya yang dapat dipelajari dari kasus ini?

Konsep Bisnis Jasa
Kotler (2009) menjabarkan empat karakteristik jasa yang membedakannya dengan produk, yaitu: intangiblity (tidak berwujud), inseparability (tidak dapat dipisahkan antara proses produksi dan konsumsi), perishability (tidak tahan lama, tidak dapat disimpan), dan variability (jasa yang disampaikan kepada konsumen sangat berbeda, tergantung dari orang yang menyampaikan). (more…)