
Sejak September yang lalu, ekonomi dunia dihebohkan dengan berita keruntuhan ekonomi Amerika. Penyebab awalnya adalah adanya kredit macet pada sektor perumahan di sana. Masyarakat di sana sangat umum melakukan hipotek untuk rumah mereka. Kredit macet hipotek ini yang perlahan membuat lembaga pemberi kredit ambruk hingga menyebabkan ekonomi Amerika terguncang.
Krisis yang terjadi di Amerika saat ini membuat saya memikirkan kembali pola konsumsi yang dilakukan kebanyakan masyarakat Indonesia. Meski hipotek jarang disebut di tanah air ini, istilah kredit sudah sangat familiar di telinga. Jika diingat, pasti sering kita mendapat tawaran kredit kendaraan, baik itu motor maupun mobil, yang mensyaratkan DP sangat rendah. Tak hanya itu. Barang-barang elektronik, hape, dan bahkan peralatan rumah tangga yang dijual melalui ibu-ibu arisan pun melayani pembayaran melalui kredit. Dengan mengeluarkan uang sedikit dahulu, sudah bisa memperoleh barang-barang berkelas, tentu sangat menggiurkan bagi kebanyakan masyarakat kita yang masih saja menempatkan gengsi dalam berpenampilan di urutan teratas.
(more…)