Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan diriku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
Where am I?
You are currently viewing the archives for Wednesday, September 24th, 2008 at wennyaulia.com.
-
Recent Posts
Recent Comments
- Mohammad ibnuxavi al-warid on Kurban dan Permasalahannya
- devieriana on Oleh-oleh dari Malang
- pulsa elektrik on Beberapa Tempat Wisata di Eropa
- master dealer pulsa on Beberapa Tempat Wisata di Eropa
- tria on Mengenal Beda Lisensi dan Franchise
Categories
Pages
Archives
- July 2011
- May 2011
- June 2010
- May 2010
- April 2010
- March 2010
- January 2010
- December 2009
- November 2009
- October 2009
- September 2009
- August 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- August 2008
- July 2008
- June 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
Blogroll
Meta