Our deepest fear is not that we are inadequate.
Our deepest fear is that we are powerful beyond measure.
We ask ourselves ‘who am I to be brilliant, gorgeous, talented and fabulous?’
Actualy, who are you not to be?
We were born to make manifest
the glory of God that is within us.
And as we let our own light shine,
We unconsciously give other people permission to do the same.~akeelah and the bee
Bapak, who always teach me how to live and stay alive, who always make me sure that I can do anything I want, get well soon yah. Love u a lot
Setelah ajang Biennale X pada tanggal 10 Desember 2009-10 Januari 2010 lalu, masyarakat Jogja kembali berkesempatan menikmati pameran seni budaya yang bertajuk Biennale Anak Jogja 2009. Sesuai dengan namanya, acara ini memang ditujukan untuk mengenalkan seni dan kreativitas pada anak-anak.
Berbagai acara digelar, seperti pameran lukisan, nonton bioskop gratis khusus anak, karnaval, seminar, dan juga talkshow. Central point dari acara ini adalah Ceria Wonderland. Dari yang saya pahami, konsepnya mirip seperti Kidzania. Tiap anak yang ingin berpartisipasi diharuskan membawa barang bekas dari rumah untuk kemudian ditukar dengan uang dolanan (kalau tidak salah, di media-media ditulis uang dolanan bisa didapat dengan membeli pakai uang riil) (more…)
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan sering merasa kangen sekali dengan sang Ibu
Lalu bagaimana dengan Ayah?

Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari kamu akan merasa kehilangan sekalinya beliau tidak menelepon,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?
(more…)

“no matter how much I want to believe there’s one man who won’t run away”
Akibat kesalahan dari kakek kakek kakek buyutnya, Penelope Wilhern terpaksa menanggung kutukan menjadi bermuka babi. Ralph Wilhern memilih orang yang salah untuk dibuat patah hati. Luckily, Penelope menjadi anak perempuan pertama di keluarga Wilhern sejak masanya Ralph. (more…)
Mungkin ada 1001 lebih alasan mengapa saya begitu ingin belajar ke Inggris. Pertama, mainly because they speak english, bahasa yang secara de facto diakui dan digunakan di lebih dari separuh penjuru dunia. Ada yang bilang logat mereka sulit dipahami. Scousers (Liverpool) bicara dengan dialek yang berbeda dibandingkan Cockneys (London) atau Brummies (Birmingham). Tapi ada juga yang bilang aksen orang Inggris terdengar unik dan seksi. Saya yakin itu semua tak cuma memperkaya kemampuan berbahasa Inggris saya, tetapi juga memperkaya pengetahuan tentang budaya dan sosiologi orang Inggris.
Kedua, Inggris juga punya kota-kota yang menarik. London misalnya, adalah ibukota yang begitu iconic, multikultural, sekaligus exciting untuk dijelajahi. Bath, kota yang unik dan eksentrik, seperti kota di Eropa daratan yang “salah tempat” diletakkan di Inggris. York, kota yang dikelilingi benteng dengan arsitektur historis. Atau Edinburgh, kota tua yang penuh dengan benteng dan kastil gagah dan kontemporer. Yang tak kalah menarik tentunya countryside di highland Skotlandia yang penuh dengan obyek pemandangan alam menakjubkan.
Kalau soal mutu pendidikan, rasanya Inggris tak perlu dipertanyakan lagi. Oxford dan Cambridge adalah salah dua universitas tertua yang reputasinya diakui dunia. Universitas-universitas lain seperti Nottingham, Manchester, Newcastle, York, Warwick, Imperial College, dan sebagainya juga sudah jadi langganan papan atas di peringkat universitas terbaik dunia. Lulusan-lulusan Inggris juga terbukti memegang posisi penting di Indonesia, misalnya Juwono Sudarsono (mantan Menhan), Dino Patti Djalal (Jubir Presiden), atau Marty Natalegawa (Menlu). (more…)
“Increasingly, companies that are good at managing intellectual property will win. The ones that aren’t will lose.” — Richard Thoman, CEO of Xerox Corporation
World Intellectual Property Organization (WIPO) mendefinisikan kekayaan intelektual sebagai “the rights to literary, artistic and scientific works; performances of performing artists: phonograms, and broadcasts; inventions in all fields of human endeavour; scientific discoveries; industrial designs; trademarks, servicemarks, and commercial names and designations; protection against unfair competition; and all other rights resulting from intellectual activity in the scientific, literary or artistic fields.”
Kekayaan intelektual begitu luas — bisa berupa paten, copyright, trademark, registered design, trade secret, confidential agreement, dan sebagainya. Semuanya sama-sama bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum bagi pemilik inovasi. Perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual (HKI) menjadi penting karena kita berada pada era knowledge economy yang didominasi oleh intellectual capital dan intangible assets. Oleh karena itu, bagaimana kemampuan mengelola intellectual capital dan intangible assets itulah yang menentukan maju tidaknya suatu negara di zaman ini. (more…)
Topik tentang perbankan syariah di Indonesia selalu menarik untuk dibahas. Indonesia adalah negeri dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, namun faktanya bukan bank syariah yang menguasai pasar. Penguasaan pasar bank syariah masih tak lebih dari 5% dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit. Ironisnya, di beberapa negara yang dianggap (maaf) “kafir” seperti Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Australia, atau Singapura, praktik perbankan syariah justru lebih berkembang pesat.
Padahal, angin yang bertiup seharusnya menguntungkan bagi bank syariah untuk mengembangkan layarnya. Tahun 2003 lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memfatwakan bunga bank sebagai riba. Arsitektur Perbankan Indonesia juga sudah memfasilitasi keberadaan bank syariah. Syarat modal minimum pendirian bank umum syariah juga lebih rendah daripada bank umum konvensional. Selain itu, sejumlah krisis dan resesi keuangan juga sudah menjadi bukti nyata bahwa bank syariah lebih kebal daripada bank konvensional. Tapi bank syariah bahkan belum mampu menguasai 10% saja dari pasar perbankan nasional.
Lantas, dimana letak permasalahannya? (more…)
As written here, there are several challenges faced by top management:
1. Poor Planning (67%). There are frequent changes in priorities and assignments, and things are not well thought out in advance.
2. Difficult People (63%). People are unresponsive, uncooperative, or just plain hard to work with.
3. Lack of Teamwork (61%). People with whom I need to collaborate or coordinate my work do not communicate with me or others as needed. (more…)
Kabar malam ini yang mengusik saya hingga menggerakkan tangan ini untuk login kembali di blog. WS Rendra wafat.
Tak menyangka. Budayawan besar itu. Dua hari setelah kematian Mbah Surip. Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un. Segalanya adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kita akan kembali.
Saya bukan seniman. Bukan pula penyair. Saya hanya tahu, WS Rendra sangat layak diperhitungkan. Kursor bergerak. Susunan huruf `WS Rendra` tercetak. Yap,,saya gugling dan menemukan satu sajak bagus dari beliau. (more…)
Jangan salahkan petinggi negara ketika dianggap tak becus menghadapi permasalahan endonesa. Jangan salahkan orang di dapuk pemerintahan ketika masalah-masalah tak hentinya membelit endonesa. mari kita berkaca saja.
ugh, maaf malah jadi menggurui. ini sebenarnya soal malunya saya melihat berita ini. konon, jembatan yang diperkirakan akan sanggup bertahan sekitar 100 tahun dan jembatan yang baru seminggu lalu diresmikan, sudah dipreteli. empat puluh enam lampu bentang utama hilang. mur penyangga pagar besi juga telah lenyap. dan soal goresan pisau? ah,,sudahlah. (more…)